Friday, January 13, 2012

microcontroler ATmega 16

Mikrokontroler adalah suatu alat yang dapat mengontrol sistem-sistem elektrik maupun elektronik yang menggunakan bahasa pemrograman untuk menjalankannya. Dewasa ini banyak sekali jenis mikrokontroler yang terdapat di pasaran, salah satu diantaranya adalah mikrokontroler keluarga AVR yang dapat diprogram menggunakan bahasa C. Penggunaan bahasa pemrograman yang relatif lebih mudah daripada bahasa assembler membuat mikrokontroler keluarga AVR lebih banyak digunakan untuk membuat sistem-sistem kendali yang kompleks.
Berdasarkan datasheet, ATmega16 mempunyai karakteristik sebagai berikut:
·         Dilengkapi saluran I/O sebanyak 32 buah, yaitu Port A, Port B, Port C, dan Port D.
·         Terpasang ADC (Analog to Digital Conventer) 10 bit sebanyak 8 channel.
·         Memiliki 3 buah  timer/Counter dengan kemampuan pembandingan dan  CPU yang terdiri dari 32 buah register.
·         Tegangan operasi 2.7 V – 5.5 V pada ATmega 16L
·         Internal SRAM sebesar 1KB serta memori flash sebesar 16 KB dengan kemampuan read while write.
·         Dilengkapi Port USART programmable untuk komunikasi serial.
 
                   Gambar 1. Konfigurasi pin ATmega 16
                           (Atmel Corporation, 2010)
Keterangan masing-masing pin adalah sebagai berikut:
a.         Pin 10 merupakan input tegangan positif VCC pada mikrokontroler. Berdasarkan datasheet, tegangan pada mikrokontroler ATmega16 yang diperbolehkan adalah sebesar 5 Volt. Sehingga diperlukan ic regulator 7805.
b.         Pin 11 dan 31 sebagai pin ground.
c.     Pin 33 sampai 40 (Port A) merupakan pin I/O dua arah. Dapat digunakan sebagai input maupun output. Fungsi khusus dari Port A adalah sebagai inputan ADC.
d.   Pin 1 sampai 8 (Port B)  merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus, yaitu Timer/Counter, komparator analog, dan SPI.
e.   Pin 22 sampai 29 (Port C) merupakan pin I/O dua arah dan pin khusus yaitu TWI, komparator analog, dan Timer Osilator.
f.          Pin 14 sampai 20  (Port D) merupakan pin I/O dua arah. Bisa dijadikan input maupun output dan mempunyai fungsi khusus yaitu untuk berkomunikasi dengan mikrokontroler lain melalui transmitter dan receiver. Port D juga dapat digunakan untuk keluaran PWM yaitu pada pin D.4 dan pin D.5
g.     Pin 9 adalah reset. Reset merupakan pin yang digunakan untuk me-reset mikrokontroler ke kondisi semula.
h.     Pin 12 dan 13 adalah XTAL 1 dan XTAL 2. Pin ini digunakan sebagai pin masukan clock eksternal. Suatu mikrokontroler membutuhkan sumber detak (clock) agar dapat mengeksekusi intruksi yang ada di memori. Semakin tinggi  nilai kristalnya, maka semakin cepat pula mikrokontroler tersebut dalam mengeksekusi program.
i.          Pin 30 adalah pin AVCC yang berfungsi sebagai pin masukan tegangan untuk ADC.
j.         AREF sebagai pin masukan tegangan referensi untuk ADC
Previous Post
Next Post

0 komentar:

"Kalau mau Copy-Paste artikel boleh saja, tapi sumbernya ke blog ini"