Tuesday, January 10, 2012

Seputar HIV, AIDS, KANGKER dan SEKS



Penyebaran HIV dan AIDS telah menginfeksi jutaan orang di seluas dunia ini. Menurut WHO, sampai tahun 2006 sedikitnya ada 39.5 juta orang yang hidup dengan HIV dan setiap tahunnya bertambah sekitar 4.3 juta orang baru yang terinfeksi HIV dan ada 2.9 juta yang mati karena penyakit2 tertentu yang berkaitan dengan AIDS. Di beberapa negara tertentu, bahkan kelajuan penyebaran HIV ini telah meningkat sampai dengan 50% atau lebih sejak 2004. Di tengah kebangkitan Pandemic ini, maka muncul juga mythos2 di sekeliling penyakit ini, di antaranya adalah:


HIV sama dengan AIDS?
Hal ini adalah tidak benar. HIV (Humman Immunodeficiency Virus) adalah sejenis virus yang menyebabkan kekebalan seseorang menjadi tidak efisien lagi. Sama dengan virus influensa, herpes, dsb. Sedangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah sekumpulan gejala2 penyakit, atau penyakit yang terjadi akibat tidak efisiennya kekebalan tubuh karena digerogoti virus HIV. Jadi HIV adalah virusnya dan AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh virus itu. Semua AIDS pasti disebabkan oleh virus HIV, tapi tidak semua orang yang terserang virus HIV akan mengalami AIDS. HIV dapat tinggal di tubuh dalam waktu beberapa tahun tanpa menyebabkan sakit. Seperti kita semua punya virus influenza, tapi tidak dengan serta merta kita terkena sakit flu, hanya ketika tubuh kita lemah, virus tersebut menunjukkan keperkasaannya.

Kesimpulannya:
Kalau kita 'ml' dengan orang yang mengandung virus HIV ditubuhnya, kemudian tertular, tidak dengan serta merta kita akan sakit AIDS. Perlu berbulan bahkan bertahun-tahun agar virus HIV tadi bisa menimbulkan AIDS tergantung stamina kita semua. Sangat menipu sekali kan?

Jadi jangan percaya secara fisik kalau orang tersebut seger buger montok lemu ginak ginuk lantas tdk mengandung virus HIV ini. Selalulah setia, atau gunakan kondom. atau kalau mau gonta-ganti pasangan tetapi tidak menggunakan kondom ya lakukan test HIV antibody terlebih dahulu.

Test HIV antibody tidak bisa dipercaya?
Diagnosa infeksi menggunakan antibody testing adalah teknik yg sudah sangat dikembangkan di dunia kedokteran. Hasil HIV antibody test lebih dari kebanyakan test-test penyakit infeksi baik dari segi sensitivitasnya maupun kekhususannya. Sensitive karena mampu memberikan hasil positive ketika orang yang ditest betul-betul positife terjangkit dan khusus karena mampu memberikan hasil negatif bila orang yg ditest adalah bebas dari virus HIV. Test ini mampu mengetahui adanya materi virus, antigens dan virus itu sendiri di tubuh kita.

Kesimpulan:
Kalau kita merasa nggak yakin dengan diri sendiri atau calon pasangan hidup atau calon teman ml, maka lakukan test ini. Mungkin di lab-lab besar sudah bisa melakukan. Modal dikit lah guys,,,, daripada kena penyakit. ya gak?

AIDS dapat ditularkan melalui kontak kulit dengan orang yg terinfeksi?
Salah. Yang benar adalah seseorang nggak mungkin tertular AIDS hanya karena bergaul dengan penderita HIV baik di sekolah, kantor, tempat kerja. Seseorang nggak mungkin tertular hanya karena jabat tangan, mendekap, cium pipi, Menggunakan toilet bersama, minum dari gelas yang sama, terpapar batuk atau bersin dari si penderita AIDS.

Yang perlu mendapat perhatian adalah ketika kita melakukan ciuman mulut ke mulut dengan penderita, walaupun ludah sangat sedikit mengandung virus, tetapi bila ada luka terbuka di mulut karena sariawan, atau gusi terluka, maka resiko tertular akan menjadi lebih besar.

HIV tidak dapat ditularkan melalui oral sex?
Salah, walau disepakati bahwa oral sex lebih kecil resikonya dalam menularkan HIV dibanding anal atau ******, tetapi kasusnya sama seperti dalam ciuman mulut ke mulut. bila seseorang ber-oral-ria dengan penderita, maka bila ada luka di mulut maka dimungkinkan virus HIV akan menular melalui luka terbuka tersebut.

HIV dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk?
gak bener nih guys,, ketika nyamuk mengigit seseorang, mereka tidak menginjeksi darah dari korban sebelumnya ke dalam orang baru tersebut, tetapi si nyamuk tadi menginjeksi ludah ke tubuh korbannya, dimana ludah nyamuk amat sangat berbahaya karena mengandung berbagai virus semisal malaria, DB, etc, untungnya virus HIV tidak dapat hidup di ludah nyamuk.
Secara teoritis, kalau pas kita sial banget, maka andai si nyamuk tadi habis ngisep darah penderita AIDS, dan dah kenyang banget, kita teplok pas di kulit denga luka terbuka, dan darah dari nyamuk bertemu dengan darah kita, maka dimungkinkan juga penularannya. Tapi hampir nggak ada laporan sejauh ini, seseorang yg tertular AIDS karena gigitan nyamuk.

HIV dapat menular hanya pada kaum homosexual dan pecandu obat terlarang?
Anggapan yg berbahaya, karena HIV dapat menyerang siapa saja, tanpa mandang, umur, jenis kelamin, ras, agama, sosial, orientasi sex (straight, gay, bisex) dll. Memang adalah benar, anal sex meningkatkan resiko tertular AIDS, tetapi kebanyakan hubungan sex melalui penetrasi dapat membawa resiko. Jadi gunakan kondom untuk mengurangi resiko tersebut.

Seorang wanita yg terinfeksi HIV tidak bisa mempunyai anak?
Ini adalah anggapan yang salah pula. Ibu yg terkena HIV tetap subur, meski kalau dah stadium lanjut, HIV bisa mempengaruhi si ibu sehingga memperbesar resiko keguguran. Biasanya resiko penularan HIV ke orok yang belum lahir adalah antara 15-30% tetapi hal ini bisa diturunkan ke 2-3% bila si ibu mengikuti petunjuk dari dokter.

HIV tidak bisa menjadi AIDS karena secara alamiah tubuh akan membentuk antibody untuk melawan virus tersebut?
Anggapan ini jelas mengabaikan bukti-bukti bahwa virus dapat bersarang di tubuh kita bertahun-tahun sebelum menunjukkan gigi yang sebenarnya. Beberapa virus semisal cytomegalovirus, Herpes simplex virus, dan Varicella zoster dapat tidur bertahun-tahun setelah infeksi yang pertama dan begitu saja aktif walau ada banyak antibody di dalam tubuh. HIV juga sangat diketahui dengan baik mampu untuk melakukan mutasi untuk menghindari respons kekebalan dari si penderita.
So Guys,,,,, PLEASE!! berhati-hatilah karena Virus HIV ada dimana-mana. Penularan terjadi karena adanya kesempatan, kemauan dan kurang hati-hati. Gunakan kondom saat berhubungan seks, bawalah selalu kondom di dalam dompetmu. Atau lebih baik kalau kamu mampu, SETIALAH SELALU PADA 1 PASANGAN.

Oral Seks Penyebab Kanker?
Tahukah anda bahwa aktivitas oral seks bisa menyebabkan timbulnya kanker mulut? Sebuah penelitian dari The John Hopkins University School of Medicine scientists menyebutkan bahwa aktivitas oral seks merupakan salah satu cara berpindahnya human papillomavirus (HPV) yaitu virus penyebab terjadinya kanker servik dari servik ke mulut yang bisa menyebabnya munculnya kanker mulut.
Sebuah studi juga mengemukakan jumlah penderita kanker mulut setiap tahun nya semakin bertambah selama sepuluh tahun terakhir ini, bahkan melebihi penderita kanker testis dan kanker servik itu sendiri. Rata-rata penderita tersebut adalah mereka yang berusia dibawah 45 tahun dimana aktifitas seksual mereka sedang tinggi.

Pencegahan
Meski oral seks merupakan salah satu penyebab kanker mulut namun anda tak perlu terlalu khawatir, karena resiko terjangkitnya kanker mulut melalui seks oral masih terbilang rendah yaitu 1:10.000 orang. Sebaliknya rokok masih manjadi faktor utama menyebab kanker mulut disamping alkohol. Keduanya beresiko lebih tinggi 30 kali menyebabkan kanker mulut dibanding oral seks. Namun ada baiknya anda tetap waspada, tetap setia dan tidak bergant-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual merupakan cara terbaik menghindari diri anda dari kanker mulut. Cara lainnya adalah dengan terlebih dahulu memerikasaan diri anda dan pasangan ke klinik gigi dan gusi untuk melakukan tes STD atau pengecekan kesehatan mulut untuk memastikan bahwa anda atau pasangan tidak membawa virus HPV. Hal ini terutama dilakukan bagi pasangan yang hendak menikah.

Vaksinasi
Vaksinasi juga merupakan alternatif pencegahan terjangkitnya virus HPV, namun vaksinasi HPV hanya dilakukan untuk wanita terutama wanita muda, sementara bagi pria hanya bisa melakukan vaksinasi pencegahan kanker servik melalui suntikan yang dilakukan selama 6 bulan dengan biaya yang terbilang mahal.

Riwayat Seksual Pasangan
Tidak yakin dengan riwayat seksual pasangan kadang membuat anda tetap merasa tidak aman melakukan oral seks meski hasil tes menyatakan bahwa anda berdua tidak membawa virus HPV. Untuk itu tidak ada salahnya jika anda memakai pelindung atau kondom saat melakukan oral seks. Meski cara tersebut bukan cara menyenangkan bagi kehidupan seksual anda dan pasangan, namun play safe lebih baik dibanding pengobatan bukan?

Penanganan
Deteksi lebih dini terhadap kanker mulut dapat memperbesar tingkat keberhasilan pengobatan. Waspada jika terjadi luka disekitar membran mulut yang tak kunjung sembuh setelah tiga minggu, atau munculnya benjolan-benjolan kecil disekitar mulut berwarna merah dan putih. Segera hubungi dokter anda secepatnya jika anda mengalami indikasi terjangkitnya kanker pada mulut anda.
Hubungan seksual pada usia di bawah 17 tahun diketahui dapat merangsang tumbuhnya sel kanker pada organ kandungan perempuan, karena pada rentang usia 12-17 tahun, perubahan sel dalam mulut rahim sedang aktif sekali.
Perlu diketahui, ketika sel sedang membelah secara aktif (metaplasi), idealnya tidak terjadi kontaks atau rangsangan apa pun dari luar, termasuk injus (masuknya) benda asing dalam tubuh perempuan.
Dengan adanya benda asing, termasuk alat kelamin laki-laki dan sel sperma, akan mengakibatkan perkembangan sel ke arah yang abnormal. Apalagi kalau sampai terjadi luka yang mengakibatkan infeksi dalam rahim.
Sel abnormal dalam mulut rahim itu dapat mengakibatkan kanker mulut rahim (serviks). Kanker serviks yang menyerang alat kandungan perempuan, berawal dari mulut rahim dan berisiko menyebar ke ****** hingga keluar di permukaan.
Selain itu, kanker serviks juga berisiko menyebar ke organ lainnya di dalam tubuh, misalnya uterus, ovarium, tuba fallopi, ginjal, paru-paru, lever, tulang hingga otak.
Jika telah mencapai stadium lanjut dan menyebar ke organ tubuh lain, maka kanker serviks dapat mengakibatkan kematian. Penderita stadium lanjut umumnya harus mengangkat organ alat kandungan dan kemungkinan mempunyai anak menjadi tidak mungkin.
Di seluruh dunia, terdapat sekitar 100 jenis strain virus penyebab kanker serviks, yaitu virus HPV (Human Papilloma Virus). Strain yang terganas adalah tipe 16 dan 18. Gejala yang sering muncul pada penderita biasanya timbulnya keputihan yang berbau dan berulang-ulang serta terjadi pendarahan di bagian kemaluan ketika sedang tidak haid.
Oleh karena itu, dianjurkan agar kaum perempuan menikah setelah berusia lebih dari 17 tahun dan menerapkan perilaku seksual yang sehat. Selain itu, perlu juga dilakukan deteksi dini untuk mencegah terjadinya kanker serviks stadium lanjut, salah satunya dengan melakukan tes pap (pap smear).

Previous Post
Next Post

1 comment:

"Kalau mau Copy-Paste artikel boleh saja, tapi sumbernya ke blog ini"