Friday, November 16, 2012

Dasar Pemilihan SWITCH dan ROUTER

Switch merupakan suatu device pada jaringan yang secara konseptual berada pada layer 2 (Datalink Layer). Switch pada saat pengirimkan data mengikuti MAC address pada NIC (Network Interface Card) sehingga switch mengetahui kepada siapa paket ini akan diterima.

Ada dua macam switch, yaitu Manageable dan UnManageable

Switch manageable jauh lebih smart dibandingkan switch unmanageable. Switch Manageable dapat kita konfigurasi sesuai dengan design jaringan kita agar lebih efesien dan maksimal, karena switch ini memiliki sistem operasi sendiri layaknya komputer.

Kemampuan Switch Manageable antara lain:

  • Penyempitan broadcast jaringan dengan VLAN sehingga akses dapat lebih cepat.
  • Pengaturan akses user dengan access-list untuk menjaga keamanan jaringan.
  • Pengaturan port.
  • Mempermudah monitoring traffic dan maintenance network.


Jika ada collision yang terjadi merupakan collision pada port-port yang sedang saling berkirim paket data misalnya ketika ada pengiriman paket data dari port A ke port B dan pada saat yang sama ada pengiriman paket data dari port C ke port D, maka tidak akan terjadi tabrakan (collision) karena alamat yang dituju berbeda dan tidak menggunakan jalur yang sama.

Semakin banyak port yang tersedia pada switch, tidak akan mempengaruhi bandwidth yang tersedia untuk setiap port.

Ketika paket data dikirimkan melalui salah satu port pada switch, maka pengiriman paket data tersebut tidak akan terlihat dan tidak terkirim ke setiap port lainnya sehingga masing-masing port mempunyai bandwidth yang penuh. Hal ini menyebabkan kecepatan pentransferan data lebih terjamin.   

Router dapat digunakan jika tersambung paling tidak dengan dua jaringan yang berbeda sehingga pengaturan tersebut membutuhkan sebuah router.

Router berada di sisi gateway sebuah tempat dimana dua jaringan LAN atau lebih disambungkan.

Router menggunakan HEADERS dan daftar tabel pengantar (Forwarding Table) untuk menentukan posisi yang terbaik untuk mengantarkan sebuah paket jaringan dan juga menggunakan protokol seperti ICMP, HTTP untuk berkomunikasi dengan LAN lainnya dengan konfigurasi terbaik untuk jalur antar dua host manapun.

Perbedaan Router dan Switch

Router

  • Routers menggunakan switching layer 3 untuk penjaluran (routing) paket dari satu network ke network yang lain berdasar informasi IP address
  • Membagi sebuah broadcast domain (network) menjadi beberapa network yang berbeda
  • Bekerja di layer 3



Switch

  • Switch menggunakan switching layer 2 untuk penerusan (forwarding) frame berdasar informasi MAC Address
  • Membagi collision domain dengan segmentasi layer 2, bekerja di dalam satu network.
  • Tidak bisa menghubungkan network yang berbeda
  • Bekerja di layer 2


Perbedaan mendasar antara switch versus router adalah router menggunakan metode ’store and forward’. Sedangkan switch bekerja dengan cara on the fly switching.

Router mengambil seluruh paket sebelum paket tersebut diteruskan ke tujuan.

Metode store and forward membawa seluruh frame data ke dalam peralatan, yang kemudian di-buffer untuk dalam sebuah satuan waktu.

Akan lebih jelas jika kita memperhatikan TCP/IP layers, seluruh frame header akan melewati layer data link kemudian dibawa ke layer di atasnya yaitu network layer untuk diketahui tipe dari frame-nya.

Baru kemudian diteruskan ke alamat network yang dituju melalui data link layer kembali. Proses ini berlaku untuk seluruh frame yang melintas di router.

Sedangkan switch hanya mengambil 20 byte pertama dari sebuah frame. Karena switch tidak mengambil seluruh frame, namun hanya pada alamat tujuan (destination address) sebelum meneruskan frame tersebut ke alamat tujuan, maka network latency atau jeda (delay) yang terjadi akan menjadi lebih kecil dibandingkan dengan router.

Dasar memilih penggunaan switch dalam suatu jaringan  karena  memiliki keuntungan, high bandwidth, improved performance, low cost, easy configuration.

Sedang memilih router karena memiliki keuntungan , broadcast firewalling, hierarchical addressing,  communication   between dissimilar lans, fast convergence, policy routing,  qos routing, security,  redundancy and load balancing, traffic flow management,  multimedia group membership.


REFERENSI:


Previous Post
Next Post

0 komentar:

"Kalau mau Copy-Paste artikel boleh saja, tapi sumbernya ke blog ini"