Thursday, December 28, 2017

Sejarah Perkembangan Film di Indonesia

Laskar Pelangi
Potongan Film Laskar Pelangi
Film Indonesia pertama kali dikenalkan pada 5 Desember 1900 di Batavia (Jakarta). Pada masa itu film disebut “Gambar Idoep". Pertunjukkan film pertama digelar di Tanah Abang dengan tema film dokumenter yang menggambarkan perjalanan Ratu dan Raja Belanda di Den Haag. 

Namun pertunjukan pertama ini kurang sukses karena harga karcisnya dianggap terlalu mahal. Sehingga pada 1 Januari 1901, harga karcis dikurangi hingga 75% untuk merangsang minat penonton.

Sejarah Film Internasional


Sejarah Film
https://www.flickr.com/photos/horiavarlan/4293865266
Film yang ditemukan pada akhir abad ke-19 dan terus berkembang hingga hari ini merupakan perkembangan lebih jauh dari teknologi fotografi. Perkembangan penting sejarah fotografi telah terjadi di tahun 1826, ketika Joseph Nicephore Niepce dari Perancis membuat campuran dengan perak untuk membuat gambar pada sebuah lempengan timah yang tebal.

Thomas Alva Edison (1847-1931) seorang ilmuwan Amerika Serikat penemu lampu listrik dan fonograf (piringan hitam), pada tahun 1887 terinspirasi untuk membuat  alat untuk merekam dan membuat (memproduksi) gambar. Edison dibantu oleh George Eastman, yang kemudian pada tahun 1884 menemukan pita film (seluloid) yang terbuat dari plastik tembus pandang. Tahun 1891 Eastman dibantu Hannibal Goodwin memperkenalkan satu rol film yang dapat dimasukkan ke dalam kamera pada siang hari.

Pengertian Film

film
https://cdn.pixabay.com/photo/2016/01/22/08/20/film-1155439_960_720.jpg

Film adalah gambar-hidup yang juga sering disebut movie. Film secara kolektif sering  disebut  sebagai  sinema.  Sinema  bersumber  dari  kata  kinematik  atau gerak. Film juga sebetulnya merupakan lapisan-lapisan cairan selulosa, biasa di kenal di dunia para sineas sebagai seluloid. (Nugroho, 2013).

Pengertian secara harafiah film (sinema) adalah Cinemathographie yang berasal dari Cinema + tho = phytos (cahaya) + graphie = grhap (tulisan = gambar = citra), jadi pengertiannya adalah melukis gerak dengan cahaya. Agar dapat melukis gerak  dengan  cahaya, harus menggunakan alat  khusus,  yang  biasa disebut dengan kamera.