Thursday, February 22, 2018

Bagaimana dengan mudahnya kita memotret Seseorang layaknya seorang Professional

Bagaimana dengan mudahnya kita memotret Seseorang layaknya seorang Professional





Coba bayangkan!  ketika anda sedang berlibur ke salah satu tempat wisata bersama keluarga anda.

Sambil berlibur anda tak lupa dengan salah satu hal yang harus dilakukan ketika berlibur, yaitu mengabadikan moment/memotret. Dalam berbagai adegan anda tak segan segan untuk mengabadikan moment untuk berfoto maupun memotret.

Kita sering dituntut untuk menghasilkan foto seseorang dengan baik.

Tapi, apakah anda tau bagaimanakah memotret seseorang layaknya Propesional … ???

 

Nah ,,… mari kita bahas bagaimana memotret seseorang layaknya seorang Propesional

Ada beberapa tips dan trik untuk memotret seseorang layaknya Propesional :


  1. Komposisi



Pasti anda sudah sering mendengar istilah “rule of thirds”, di mana anda membayangkan frame anda dibagi menjadi 3 bagian secara vertikal dan horizontal. Lalu titik temu dari garis2 tersebut adalah tempat di mana anda sebaiknya meletakkan “point of interest” dari foto tersebut.

Untuk pemotretan model, mata sang model seringkali menjadi titik fokal dari foto tersebut. Maka, dengan memposisikan mata model di garis 1/3 tersebut, atau di interseksi garis2 tersebut, maka anda akan membantu untuk menonjolkan mata sang model, dan menangkap perhatian dari orang yang menikmati hasil foto anda.




  1. Padukan dengan latar (background)



Hal ini yang seringkali memisahkan seorang fotografer amatiran dengan yang profesional dan berpengalaman. Seorang fotografer harus peka memilih background untuk pemotretan model. Janganlah terobsesi untuk menghasilkan bokeh untuk latar model anda, namun cermatlah mencari warna ataupun elemen2 yang bisa menambah estetika dari foto anda. Contoh foto berikut, menggunakan harmonisasi dari warna baju sang model dan juga warna gambar bunga di dinding. Dan juga, konotasi sepuncuk mawar sangatlah cocok untuk menemani seorang model wanita yang cantik.

    

 


  1. Mainkan white balance



White balance atau WB merupakan salah satu hal penting di kamera, sebab cahaya bukan cuma berbeda dikekuatannya tapi juga diwarna. Setiap sumber cahaya memiliki temperatur warna yang berbeda dari spektrum merah menjadi biru. Variasi spektrum ini bisa dikompensasi dengan baik oleh mata manusia, misalnya jika anda mempunyai  kertas putih yang diterangi oleh cahaya lampu bohlam akan terlihat putih oleh mata anda. Tapi, ambillah sebuah foto tanpa mengatur white balance-nya dan mungkin akan terekam seperti warna oranye pucat . Nah, pengaturan white balance  kamera bertugas melakukan hal yang sama untuk mengkoreksi perbedaan warna yang terjadi pada cahaya, sehingga warna pada objek sesuai dengan seharusnya yang terlihat.

   


  1. Menggunakan Triflector untuk Potret



Alat bantu lainya yang berguna untuk pemotretan fashion dan potret beuty style  adalah triflector. Yaitu tiga reflector kecil yang dipasang pada sebuah palang horizontal tipis. Triflector ini berengsel,sehingga anda bisa memiringkanya kea rah yang anda inginkan dan menciptakan cahaya luar biasa yang membungkus subjek.

Karena anda memiliki tiga reflector yang bisa di arahkan, anda tidak hanya bisa memantulkan cahaya ke depan subjek, tapi juga bisa memiringkan reflector ke samping arah atas untuk memantulkan cahaya ke sisi wajah subjek.




  1. Menggunakan Filter untuk memainkan efek cahaya



Para professional, terkadang menghasilkan jepretan yang hasilnya memiliki warna yang pekat, sekligus tajam. Namun, apakah anda tahu, bagaimana memotret untuk menghasilkan foto seperti itu?. Para professional menggunakan beragam filter untuk menghasilkan foto tersebut.

Filter adalah suatu sistem optis pembantu yang biasanya dipasang di depan lensa dan dapat memodifikasi gambar asli di saat pemotretan. Beberapa jenis filter dapat mengubah warna-mwarna atau bayangan, sedangkan yang lainnya dapat menciptakan efek fisik baru pada bidang gambarnya. Namun, sebuah filter dapat juga berupa suatu media tembus pandang atau memantul. Pemakaian filter mempunyai maksud yang berbeda-beda, dan jenis filter juga beragam, diantaranya adalah filter UV,filter CPL,filter ND, Filter soft ,dan lain lain.

 




  1. Menggunakan scrim untuk memotret di bawah sinar matahari langsung



Kalau anda bertanya Tanya bagaimana para professional mendapatkan potret yang menakjubkan dibawah terik matahari langsung, seperti di pantai atau di sebuah lapangan saat tengah hari, inilah triknya.

Mereka tidak memotret langsung dibawah sinar matahari. Rahasia mereka,yang tidak anda lihat karena berada di luar frame, adalah scrim besar yang ditaruh di beberapa meter di atas subjeek. Scrim akan menyebarkan dan melembutkan cahaya. Alat ini seperti softbox raksasa yang menyebarkan cahaya dari matahari. Keunggulan dari scrim ini adalah beratnya yang sangat ringan dan portable. Namun, anda harus merogoh kocek yang sangat besar untuk memilikinya.




  1. Pose dengan tangan



Alangkah enaknya jika memotret seorang model yang pintar berpose. Sang fotografer hanya perlu menjepret sambil sang model berganti2 pose, dan akhirnya mendapatkan banyak foto yang menarik. Namun, tidak semua model bisa berpose dengan sendirinya, dan tugas seorang fotografer yang handal lah untuk membantu sang model untuk berpose yang menambah kecantikan dirinya.

Untuk mendalami teknik untuk mengatur pose model butuh pendalaman yang lebih lagi, tapi lakukanlah tip ini dan saya yakin foto model anda akan jadi lebih menarik. Kadang fotografer tidak memperhatikan tangan dari sang model pada saat memotret close-up. Padahal dengan sedikit tambahan tangan model yang sekedar memegang rambutnya atau menyentuh pipi nya sedikit dapat menambah keanggunan dari foto tersebut secara berlipat ganda.

     


  1. Buat nyaman si Subjek dengan memberi mereka sesuatu untuk dipegang



Salah satu hal yang membuat sebagian orang merasa sangat tidak nyaman di depan kamera adalah, mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan tangan mereka.tak peduli apapun yang mereka lakukan dengan tangan mereka, mereka selalu merasa tampak bodoh. Kalau itu memang masalahnya,berilah mereka properti untuk di pegang, dan anda akan langsung melihat tingkat kenyamanan mereka nnaik,dan ini akan terekspresikan dalam foto yang tampak lebih alami. Hal ini lah yang dilakukan seorang professional terhadap seseorang yang ingin di potretnya.




  1. Mereka tidak harus selalu tersenyum



Kalau kita mengambil foto potret, kita cenderung ingin memastikan subjek tersenyum disetiap foto. Senyuman memang bagus, dan kita tentu ingin foto yang bagus, tapi pastikan juga anda membuat foto yang tidak dibuat -  buat. Dalam kehidupan nyata, kita tidak selalu tersenyum, dan kita saat tersenyum dalam potret , seringkali itu senyuman pose, sehingga anda  tidak menangkap emosi yang asli. Anda memotret senyuman palsu yangs selalu kita pamerkan di foto sejak masih kanak – kanak. Kalau anda ingin mengabadikan potret yang lebih mendalam, yang lebih memiliki emosi dan lebih realistis, maka ambilah foto dengan subjek yang tidak sedang tersenyum

  


  1. Carilah Titik untuk di tatap si objek



Salah satu dari tiga posisi popular untuk potret formal adalah sudut pandang ¾ yang menunjukan sekitar tiga perempat wajah subjek, dimana mereka berpaling dari kamera dengan sudut 45 derajat. Tetapi trik ini bukan tentang cara berpose dengan sudut ¾ , tapi cara mendapatkan hasil sudut paandang ¾ yang lebih realistis tanpa menampilkan terlalu banyak bagian putih mata subjek. Caranya adalah jangan hanya meminta subjek untuk berpaling ke sebelah kiri atau kanan, tapi pilihlah objek tertentu didalam ruangan untuk ditatap setiap kali mereka dipotret dengan sudut pandang ¾

 

Daftar Pustaka

Dikutip dari buku : The Digital Photography Book

Penerbit              :  Serambi ilmu semesta

Ivanda Naufal
Previous Post
Next Post

0 komentar:

"Kalau mau Copy-Paste artikel boleh saja, tapi sumbernya ke blog ini"