Thursday, February 22, 2018

BAWA OLEH OLEH FOTO HASIL TRAVELLING LIKE A PROFESSIONAL

BAWA OLEH OLEH FOTO HASIL TRAVELLING LIKE A PROFESSIONAL





“Let’s find a beautiful
place to get lost”



Pasti diantara kalian pernah, waktu pulang travelling langsung pada dimintain oleh-oleh. Dan kalian bingung mau kasih oleh-oleh apa. Nah mending kasih mereka oleh-oleh hasil foto kalian waktu travelling.
Tapi kalian gak boleh kasih foto yang cuma asal jepret. Kasih kesan ke mereka, bahwa tempat yang kalian kunjungi memang indah. Bikin mereka tergugah hatinya buat datang kesana. Mau tau kan caranya gimana? Oke, ikuti saran-saran dibawah ini :


  1. Mengetahui Lebih Dulu Apa yang Harus Difoto
    Sebelum kalian melakukan travelling lakukanlah semacama riset untuk melihat apa yang telah diprotet oleh fotografer lain disana dan dari mana mereka memotretnya. Salah satu tempat yang bagus untuk melakukan riset seperti ini bisa kalian lihat di website agensi-agensi besa stok foto (seperti Corbis atau Getty Images)


  2. Semakin Sedikit Perlatan, Semakin Bagus
    Ada dimana kita akan sama sekali malas, tidak ingin membawa banyak alat saat melakukan travelling. Kalian akan menyeret peralatan sepanjang hari, melompati naik dan turun dari segala macam kendaraan. Saat hari semakin merangkak naik, peralatan kalian akan terasa lebih berat dan lebih besar. Dan di penghujung hari anda pasti sudah malas membuka-buka tas peralatan anda lagu.




Gambar 1.1

Untuk mengatasinya, bawalah perlatan sesedikit mungkin. 1 atau 2 lensa paling banyak. Misalnya, Nikon 18-200mm. Lensa ini akan memenuhi semua kebutuhan anda, mulai dari sudut lebar hingga lensa tele. Dan bisa juga anda menggunakan lensa Canon 28-200mm yang harganya terjangkau. Selain itu kini sudah tersedia pula beberapa tripod luar biasa ringan untuk perjalanan. Seperti Slik Sprint Pro, hingga Gitzo GT1550T.



3. Memasukkan Orang ke dalam Foto Perjalanan Kalian



Gambar 1.2 ISTOCKPHOTO/MARK VAN



Tambahkan lebih banyak orang ke foto kalian. Saat kalian benar-benar ingin menangkap kekhasan dari sebuah tempat, jangan hanya memotret bangunan, katedral, dan monumen. Tunjukkan pula orang-orang di daerah tersebut.
Tidak ada apa pun yang bisa menunjukkan karakter dan jiwa dari sebuah kota selain dari orang-orangnya. Jika kalian hanya memfoto sebuah bangunan, foto tersebut akan terlihat tidak hidup dan sepi. Dan itulah kenapa banyak sekali foto perjalanan top dari para professional memasukkan orang ke dalam sebagian besar foto mereka.
4. Meminta Seseorang untuk Berpose
Foto candid penduduk lokal akan membuat tambahan yang bagus bagi foto travelling kalian. Tapi jika kalian memimiliki foto seperti ini terlalu banyak, foto-foto kalian jadi tidak seperti foto perjalanan dan malah terlihat seperti foto pengamatan. Untuk mendapatkan foto pribadi yang close-up dan mengagumkan, kalian harus meminta beberapa penduduk lokal berpose untuk kalian.





Gambar 1.3 ISTOCKPHOTO/PEETER VIISIMAA



Salah satu trik terbaik untuk meminta orang berpose adalah memotret sekenanya terlebih dahulu. Biasanya, saat mereka melihat kita memiliki kamera, kita harus tersenyum kepada mereka, megang kamera dengan jari bersiap pada tombol rana, dan mengangguk seolah berkata “Bagaimana kalua saya mengambil foto anda?”. Dalam sebagian besar kasus mereka akan tersenyum dan mengangguk.


  1. Apa yang Harus Dipotret Saat Cuaca Mendung
    Jika cuaca berawan dan mendung, jangan membereskan peralatan kalian. Ini adalah waktunya untuk memotert orang-orang di jalanan, pasa-pasar terbuka, jendela-jendela kaca berwarna (yang akan terlihat bagus saat langit mendung tiba), dan arsitektur close-up (selama kalian tidak memasukkan sedikitpun langit yang berawan tersebut). Jalanan berbatu akan bagus difoto tepan setelah hujan turun, dan foto bunga akan terlihat bagus diambil saat teduh, dibawah langit yang berawan.





Gambar 1.4 Scott Kelby




Selain itu jika langit benar-benar berubah menjadi buruk, mungkin itu adalah saat yang tepat untuk memotret langit itu sendiri. Kalau hanya kelabu yang rata, fotonya akan membosankan. Tetapi kalau akan datang badai, awan gelap akan menjadi subjek yang menarik. Atau, tambahkanlah subjek yang membosankan itu dengan bayangan dan misteri yang dibawahnya.




6. Memotret dari Kamar Hotel Kalian
Semua orang ingin memiliki “kamar berpemandangan indah” dan sekarang kalian bahkan memiliki motivasi yang lebih kuat untuk meminta kamar seperti itu. Saat anda check-in, mintalah kamar di lantai tertinggi yang tersedia dan bersiap-siaplah untuk membentangkan kesempatan yang menakjubkan tepat dibalik tirai jendela. Jika kalian tidak mempunyai balkon, bukan jendela yang kacanya bisa dibuka. Kalian bisa memotret langsung dari balik jendela jika kalian mengikuti tiga aturan ini :
1) Matikan lampu apapun didalam kamar hotel kalian. Cahaya akan menimbulkan bayangan pada kaca yang akan muncul di foto kalian.
2) Taruhlah lensa sedekat mungkin ke kaca
3) Sering-sering menggunakan filter polarisasi untuk menghilangkan bayangan di kaca, tapi karena kekurangan cahaya, kalian mungkin harus memoter di atas tripod, yang akan membuat usaha menempelkan lensa ke jendela menjadi lebih sulit.




  1. Waktu yang Indah untuk Memotret Pemandangan Kota
    Foto-foto pemandangan kota yang bagus tidak bisa diambil pada pukul 02:00 siang. Jika anda ingin mendapatkan foto cakrawala kota yang hebat, tunggulah hingga 30 menit setelah matahari tenggelam dna memotretlah di senja itu. Pada saat ini, langit biasanya berada pada titik paling pekat, biru tua, dan lampu-lampu di kota semuanya menyala, menciptakan kombinasi fotografis indah. Nah, setelah kalian tahu kapan waktu yang tepat untuk memotert, ada satu lagi kunci penting, yaitu : Anda mutlak memotret dalam cahaya yang rendah seperti ini dengan menggunakan tripod. Rana kalian akan membuka selama sedetik penuh atau bahkan lebih, dan jika kalian tidak munggunakan tripod, hasilnya pasti buram.


  2. Dahulukan Memotret Foto Landmark yang Paling Terkenal






Gambar 1.5



Jika kalian berpergian ke sebuah kota terkenal, teman dan keluarga kalian dirumah akan mengharapkan foto landmark kota yang paling terkenal. Misalnya, jika kalian pergi ke Paris, sebaiknya pulang dengan membawa oleh-oleh sejumlah foto Menara Eiffel (seklise apa pun foto itu). Jika kalian pulang tanpa membawa foto tersebut, orang-orang akan sangat kesal sehingga menghiraukan foto yang kalian ambil. Jadi dahulukanlah memotret foto landmark yang paling terkenal, demei orang-orang di rumah.
Dengan begitu, kalian bisa menghabiskan sisa waktu kalian untuk memamerkan sisa kota yang kalian inginkan. Penduduknya, kuliner lokal, kebudayaannya, dan foto-foto yang menunjukkan sisi fotografer dalam diri kalian.


  1. Memotret Landmark Terkenal





Gambar 1.6 Scott Kelby



Jika kalian memotret sebuah landmark terkenal, kalian pasti tahu bahwa subjek tersebut sudah pernah di protret jutaan kali sebelumnya. Maka kalian akan sangat sulit pulang dengan membawa jenis foto yang belum pernah dilihat orang (bukannya tidak mungkin tapi sangat sulit).
Berikut ide yang mungkin akan membantu anda memberi tampilan segar pada foto landmark yang sudah diambil jutaan kali ini: (1) Jangan menjadikan landmark tersebut sebagai subjek inti foto kalian. Misalnya, pasangan Prancis yang sedang berjalan berpegangan tangan, dengan Menara Eiffel terlihat jelas di latar belakangnya. Jadi lihatkan dengan jelas landmark nya, tapi itu bukanlah subjeknya. (2) Cobalah memotret landmark dalam pantulannya dia air atau di kaca jendela toko (foto sebuah jendela restoran di Paris dengan pantulan Menara Eiffel padnya), atau pantulan Arc de Triomphe di bemper khrom sebua mpbil Prancis, atau lebih lagi disisi mobil/didalam kaca spionnya. (3) Ambillah hanya sebagian kecil dari landmark tersebut. Cukup untuk menunjukkan landmark apa itu sebenarnya.


  1. Memotret Kuliner



Gambar 1.7 Scott Kelby



Lihatlah mejalah perjalanan mana pun yang bagus. Dalam setiap artikelnya tentang sebuah kota, kalian akan selalu menemukan foto kulinernya. Mencoba makanan baru adalah salah satu hal yang paling menyenangkan saat berpergian ke sebuah tujuan baru. Jadi kenapa kalian tidak memasukkannya ke dalam foto? Kesempatan terbaik untuk memotret makanan adalah di siang hari, terutama jika kalian mendapat tempat duduk di dekat jendela (untuk mendapatkan cahaya alami yang cantik dari jendela) atau di luar (terutamadi bawah paying atau tnda, sehingga kalian bisa memotret dibawah tempat teduh). Selain itu, foto kuliner terbaik yang kalian lihat di majalah, umunya memiliki dua kesamaan: (1) Biasanya foto-foto ini mneggunakan ruang tajam yang dangkal (dimana bagian depan piring masuk fokus dan bagian belakangnya di luar fokus).


  1. Memotret di Tempat yang Dilarang Menggunakan Lampu Kilat
    Jika kalian berencana untuk memotret di museum, katedral, dan tempat-tempat lain yang pada umumnya tidak diperbolehkan kalian memasan tripod atau menggunakan lampu kilat, maka saya menyarankan kalian untuk membeli lensa 50mm f/1,8 yang murah. Lensa super cepat ini menangkap banyak sekali cahaya sehingga kalian bisa memotret tanpa tripod, yang tidak akan bisa anda lakukan dengan lensa lain.


  2. Mencari Tempat Tinggi yang Bagus




Gambar 1.8 Scott Kelby

Orang kebanyakan biasanya mengambil sudut pandang kota dari jalanan (atau dari dalam bus tur di jalanan). Jika kalian ingin tempat yang lebih menarik untuk memotret, carilah titik berbeda yang lebih bagus, salah satunya adalah di atas kota. Carilah Menara, geladak pengamatan, hotel-hotel tinggi, kereta gantung, jembatan, bangunan, kantor, atau gunung yang mengarah ke kota, tempat kalian bisa menunjukkan kota dari sudut pandang yang benar-benar berbeda yang tidak akan didapatkan oleh fotografer kebanyakan. Ini adalah cara lain untuk membuat foto perjalanan kalian tidak tampak pasaran.

Oke itu tadi diatas cara-caranya gimana ngasih oleh-oleh foto yang bagus like a professional. Dan saya terinspirasi dari buku Scott Kelby “The Digital Photography Book Volume 2”. Sekian, terima kasih! Semoga bermanfaat! XXOO!

DAFTAR PUSTAKA:
The Digital Photgraphy Book Volume 2 by Scott Kelby

Previous Post
Next Post

0 komentar:

"Kalau mau Copy-Paste artikel boleh saja, tapi sumbernya ke blog ini"