Monday, February 19, 2018

FOTOGRAFI IS MY HOBBY



Apakabar kawan-kawan semua ? tips fotografi kali ini akan mengulas tentang berbagai cara untuk mengembangkan keahlian fotografi kita. Semoga artikel ini bisa mudah untuk dipahami dan bermanfaat bagi kalian semua.



Sebelum membahas lebih jauh tentang fotografi ini, kami ingatkan terlebih dahulu bahwasannya di dunia tidak ada yang instan. Begitu juga dengan tips fotografi ini anda juga butuh proses dalam mempelajarinya.

Berikut ini cara meningkatkan kemampuan fotografi anda, semoga bisa membantu.


  1. Ikut Workshop Fotografi



            Dengan mengikuti workshop fotografi, bisa menambah ilmu pengetahuan, wawasan dan juga dapat menambah teman baru yang sesama hobi fotografi yang dapat memudahkan untuk berbagi tekhnik fotografi.

    


  1. Bergabung dengan komunitas Fotografi



Dengan bergabung kedalam komunitas fotografi, kita bisa banyak mendapat pengalaman berharga dari sesama anggota komunitas tersebut. Kita bisa bertemu dengan member yang sudah berpengalaman dan mendapat tips fotografi.




  1. Photography Hunting trip



            Dengan mengikuti hunting trip kita dapat berpergian bersama ke lokasi eksotis dan jauh yang biasanya tidak mudah untuk dicapai. Seperti halnya dengan kita mengikuti workshop fotografi, dengan ikut hunting bersama kita juga bisa mendapatkan ilmu fotografi dan persahabatan.



Setelah mendapatkan tips dalam melakukan fotografi, sekarang saatnya menelusuri lebih dalam. Fotografi mempunyai banyak teknik yang dapat dipelajari. Setiap teknik akan menghasilkan hasil yang berbeda sesuai dengan kegunaannya. Teknik dasar fotografi menurut jenisnya yaitu:


  1. High Speed Photography



 

Teknik fotografi ini menggunakan kecepatan sebagai unsur utamanya. Foto yang dihasilkan merupakan pengambilan gambar yang didapatkan dalam waktu yang sangat amat singkat. Waktu pengambilan gambar menjadi kunci utama dalam foto ini. Contoh dari foto-foto high speed adalah saat balon air pecah, saat tetesan air memantul ketika jatuh ke atas permukaan air, saat kaca pecah, saat cairan terbang di udara, dan sebagainya. Kecepatan foto ini sangat cepat sehingga membutuhkan alat bantuan seperti pelatuk suara pada kamera. Saat ada suara datang maka kamera dengan sigap langsung mengambil gambar.

 





Langkah-langkah untuk Menggunakan High-speed :

1. Pilih lensa



Pilih lensa dengan aperture cerah maksimum jika ingin memanfaatkan bokeh besar dalam foto Anda.

2. Pilih High-speed Sync mode



Tekan tombol High-speed sync/Shutter curtain synchronization . Untuk memanfaatkan high-speed sync, cukup tekan tombol ini pada unit flash. Untuk unit flash yang tidak dilengkapi dengan tombol ini, pilih [Flash control] dalam menu kamera, lalu ubah pengaturan sinkronisasi untuk flash eksternal.

3. Pilih mode pemotretan pada kamera



Putar Mode Dial pada kamera untuk memilih mode pemotretan. Pilih Tv jika Anda ingin menekankan pada shutter speed, dan Av jika ingin menciptakan efek bokeh.

4. Tetapkan nilai aperture dan shutter speed



Tetapkan shutter speed dan nilai aperture menurut ekspresi yang dimaksudkan.


  1. Black and White Photography



 

Seperti namanya, Teknik dasar fotografi black and white mempunyai hasil foto yang warnanya hitam dan putih. Mengambil gambar hitam putih dapat dilakukan dengan mudah untuk mengubah settingan kamera anda menjadi monokrom, satu warna, yaitu hitam atau putih. Terdengar mudah, tapi ada beberapa hal lainnya yang patut diperhatikan dalam mengambil foto hitam putih. Unsur yang perlu diperhatikan diantara lain adalah pencahayaan dan komposisi dari foto. Pencahayaan menjadi faktor utama karena hitam putih sangat memanfaatkan cahaya untuk menangkap bayangan dari benda. Komposisi dalam foto juga faktor utama karena keselarasan dari warna hitam dan putih adalah alasan mengapa foto monkrom menjadi baik.





Cara melakukan setting white balance.

Tempatkan kertas atau benda putih/abu-abu tersebut sehingga disinari cahaya yang kompleks dimana anda akan memotret. Posisikan didepan kamera sehingga kertas mengisi seluruh frame foto.

Set fokus di posisi manual focus, lalu ambil metering. Usahakan exposure yang berimbang (tidak under namun juga tidak over exposure). Lalu fotolah kertas atau obyek tersebut.

Langkah selanjutnya, saya ambilkan contoh untuk kamera Canon 60D :



1.      Tekan tombol Menu, gunakan Main Dial untuk menuju tab kedua Shooting Menu. Gunakan Quick Control Dial untuk scroll ke kebawah ke posisi Custom White Balance, lalu tekan tombol Set.

2.      Gunakan Quick Control Dial lalu scroll ke foto yang barusan anda ambil. Tekan tombol Set lalu pilih OK.


  1. Motion Blur Photography



 

Mempunyai ciri yang sama dengan teknik dasar fotografi High Speed, Motion Blur sangat memanfaatkan kecepatan dari suatu benda yang bergerak. Perbedaannya adalah pengambilan teknik motion blur lebih mudah dari high speed. Alat yang dibutuhkan teknik foto high speed membuat melakukan foto high speed menjadi terbatas. Sedangkan cara untuk mengambil foto motion blur dapat dilakukan dengan kamera biasa yang diberikan slow shutter speed.





Tips Memotret Efek Motion Blur



 

Untuk memotret efek motion blur, terlebih dahulu atur kamera pada mode Shutter Priority (S/Tv) dan disarankan menggunakan Auto ISO.Sebagai catatan, jika anda menggunakan tripod , maka lebih dulu matikan fitur antishake (IS, VR, dan sebagainya).


  1. Gunakan mode shutter priority.

  2. Disarankan menggunakan auto ISO.

  3. Atur shutter speed pada tingkat 1/20 detik.

  4. Stabilkan kamera sebaik mungkin. Aktifkan anti-shake (IS, VR, dan sebagainya) jika memotret secara handheld, dan matikan anti-shake jika menggunakan tripod.

  5. Ubah pengaturan shutter speed secara bertahap menjadi 1/10 detik, 1/5 detik, dan sterusnya sesuai keinginan.



 

 


  1. Macro Photography



 

Makro pada dasarnya adalah teknik dasar fotografi yang dilakukan secara dekat kepada benda yang lebih kecil. Makro membutuhkan lensa makro dan kamera yang mendukung foto makro pada dasarnya, sebenarnya juga dapat dilakukan dengan lensa normal tetapi tidak sebaik makro. Lensa – lensa makro diantara lainnya adalah lensa makro, lensa makro zoom, lensa close-up.



Tips memotret Macro photography

Dengan berkembangnya kamera digital atau ukuran sensor, sistem pengukuran ini hampir tidak relevan. Sekarang ini, kebanyakan compact camera, kamera prosumer dan DSLR (level entry hingga intermediate), akan mempunyai mode macro, dilambangkan dengan sebuah bunga.



Fungsi macro pada sebuah compact camera

Fungsi ini akan membantu untuk fokus pada jarak yang lebih dekat dibanding jarak minimum biasanya dan juga menginstruksikan kamera kamu untuk memilih aperture yang lebar agar background kehilangan fokus. Jika kamu menggunakan sebuah kamera SLR full frame maka kamu mungkin ingin memotret dalam mode Aperture (A) sehingga kamu bisa mengontrol cahaya yang masuk dan depth of field.

Fotografi macro dan close-up dapat dicapai dalam banyak cara, bahkan tanpa bantuan sebuah lensa khusus. Dalam tutorial ini, saya akan menjelaskan beberapa lensa macro paling populer dan metode yang digunakan untuk fotografi close-up.

Teknik 1 : Sebuah Lensa Macro Khusus



Sebuah lensa khusus macro dapat berkisar dari beberapa ratus hingga ribuan poundsterlin. Panjang lensa macro juga bervariasi, jadi pikirkan terlebih dahulu mengenai subjek yang ingin kamu potret sebelum memutuskan untuk membelinya. Focal length yang lebih panjang akan memberikan jarak fokus yang lebih lebar jadi jika kamu ingin memotret serangga, sebagai contoh, kamu akan membutuhkan lensa ini.



Lensa macro memiliki sesuatu yang dinamakan flat-field focus. Sebuah lensa tradisional akan melengkung, sehingga foto yang dihasilkan akan tajam pada bagian tengah subjek dan semakin berkurang ke arah tepi. Lensa flat-field memiliki fokus yang tajam mulai dari focal point hingga ke tepinya, sebuah keunggulan dibandingkan lensa reguler.

Lensa macro biasanya cukup cepat (aperture tinggi dan maksimum) dan ini bagus karena kamu akan membutuhkan banyak cahaya ketika memotret subjek dalam jarak dekat. Ini akan menciptakan depth of field yang pendek, yang berarti kamu akan mendapatkan lebih sedikit fokus dibanding yang kamu inginkan.

Pastikan untuk mendapatkan lensa macro yang befungsi dengan body DSLR kamu. Beberapa lensa hanya untuk sensor yang lebih kecil. Beberapa lensa tidak memiliki motor internal, jadi jika body kamera kamu tidak memilikinya maka kamu tidak akan bisa melakukan auto focus. Ngomong - ngomong tentang itu, saya selalu menggunakan fokus manual ketika memotret close-up karena AF biasanya terlalu lambat dan tidak akurat jika kurang pencahayaan atau dalam kondisi depth of field yang pendek.

Teknik 2 : Extension Tube



Extension tube merupakan cara favorit saya untuk melakukan macro tanpa bantuan lensa khusus. Kamu dapat membeli beberapa merek dan ukuran tube; saya memiliki satu set buatan Kenko yang tampak seperti ini:



Extension tube merek Kenko

Harganya sekitar £99 namun tersedia juga pilihan yang lebih murah. Perhatikan bahwa beberapa tidak memiliki logam kontak di dalamnya, sehingga mereka tidak "terhubung" ke kamera kamu atau auto focus. Kamu dapat menggunakan ketiganya atau kombinasinya bersama - sama :



Extension tube Kenko, dalam keadaan terpisah

Extension tube menghubungkan antara body dan lensa kamera, membuat beberapa jarak dan mengubah lensa 'biasa' menjadi mampu mengambil fokus lebih dekat. Saya membuktikan ini dapat berfungsi dengan baik pada lensa 135mm f/2 saya karena panjang focalnya dan menjadi lensa cepat; namun saya telah mencobanya dengan sebuah telephoto dan dengan lensa macro, semuanya menciptakan hasil yang sangat memuaskan.

Kelemahan dari extension tube adalah berkurangnya cahaya. Ini dapat berupa beberapa f-stop, jadi ini kembali tergantung pada lensa mana yang memberikan hasil terbaik. Coba dan gunakan lensa yang memiliki stop down paling tidak hingga f/2.8 untuk close up yang sesungguhnya.

Hal yang menakjubkan tentang extension tube adalah mereka didesain untuk cocok dengan kamera seperti halnya seluruh lensa kamu, jadi kamu akan dapat mencoba seluruh lensa kamu dan melihat mana yang terbaik. Perhatikan bahwa semakin banyak extension tube yang kamu gunakan dan semakin besar lensa, semakin berat kameramu untuk diangkat dan dimantapkan saat kamu memotret dengan tangan.



Extension tube Kenko terpasang pada D800 dan Nikon 135mm f/2

Juga, seperti yang disebutkan sebelumnya, ketika menggunakan lensa reguler kamu akan cenderung mendapatkan flat-field focus dimana biasanya kebanyakan lensa akan memiliki fokus melengkung. Meskipun ketika memotret dengan depth of field yang pendek, keuntungan ini tidak terlalu penting dan mungkin tidak disadari.

 



Reversing Ring





Sebuah reversing ring ukuran 52mm

Metode ini mungkin cara yang termurah untuk mendapatkan foto macro. Kamu dapat menggunakan sebuah reversing ring, yang memasangkan lensa normal pada kamera dalam keadaan terbalik, sehingga kamu dapat fokus lebih dekat pada subjek. Hasilnya banyak berbeda dibandingkan lensa macro namun dapat menciptakan efek yang sangat bagus.

Reversing ring bekerja dengan baik dengan lensa prime (lensa dengan fixed focal length): lensa 50mm bekas bisa cukup murah dan ring itu sendiri harganya kurang dari £10. Pastikan kamu mendapatkan ukuran ring yang sesuai dengan lensa yang ingin kamu gunakan dan selalu perhatikan bahwa optic belakang akan terpapar jadi hati - hati agar tidak menjatuhkannya atau menggoresnya.

 



Lensa 50mm terpasang pada D800 menggunakan reversing ring.

 

 

 

Hasil foto :

 



  

 

Bagaimana mudah bukan kalau kita ingin belajar mengenai fotografi? Ya, kita hanya perlu mengasah kreativitas kita saja. Kita juga sudah belajar tentang tips-tips fotografi, berbagai tekhnik fotografi dan masih banyak lagi. Semoga artikel ini bermanfaat, dan teruslah belajar dan jangan putus semangat,  Terima kasih banyak.

Daftar Pustaka

http://tipsfotografi.net/artikel

https://ilmuseni.com/seni-rupa/fotografi/teknik-dasar-fotografi

 
Previous Post
Next Post

0 komentar:

"Kalau mau Copy-Paste artikel boleh saja, tapi sumbernya ke blog ini"