Tuesday, February 20, 2018

KENALAN SAMA CINEMATOGRAPHY YUK



Cinematography dalam film



 


  1. Pengertian



Cinematography (Bahasa Inggris) atau Sinematografi (Bahasa Indonesia) yang berasal serapan dari kata latin “kinema” yang berati “gambar”. Sinematografi sebagai ilmu yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan menggabung-gabungkan gambar sehingga menjadi rangkaian gambar yang dapat menyampaikan ide (dapat mengemban cerita).

Sinematografi memiliki objek yang sama dengan fotografi yakni menangkap pantulan cahaya yang mengenai benda. Karena objeknya sama maka peralatannyapun mirip. Perbedaannya, peralatan fotografi menangkap gambar tunggal, sedangkan sinematografi menangkap rangkaian gambar. Penyampaian ide pada fotografi memanfaatkan gambar tunggal, sedangkan pada sinematografi memanfaatkan rangkaian gambar. Jadi sinematografi adalah gabungan antara fotografi dengan teknik perangkaian gambar atau dalam sinematografi disebut montase (montage).Sinematografi sangat dekat dengan film dalam pengertian sebagai media penyimpan maupun sebagai genre seni. Film sebagai media penyimpan adalah pias  (lembaran kecil) selluloid yakni sejenis bahan plastik tipis yang dilapisi zat peka cahaya. Benda inilah yang selalu digunakan sebagai media penyimpan di awal pertumbuhan sinematografi. Film sebagai genre seni adalah produk sinematografi.

 

 


  1. Unsur Sinematografi



Kembali lagi, shooting pada dasarnya istilah lain dari pengambilan gambar menggunakan kamera dengan memperhatikan beberapa unsur untuk menciptakan sebuah frame yang nyaman ditonton, mempunyai makna atau maksud yang ingin disampaikan dari apa yang ditayangkan dari hasil pengambilan gambar (take), adapun unsur-unsur yang harus di perhatikan diantaranya :


  1. Type of Shot (Ukuran objek pada frame)

  2. Camera Angle (Sudut pengambilan gambar)

  3. Camera Movement (Pergerakan Camera)



 


  1. Type of Shoot

  2. ECU (Extream Close Up)



Pada pengambilan ini digunakan untuk mendramatisir ekspresi subjek hanya pada bagian  yang sangat spesifik seperti pada mulut saja atau pada bagian mata saja. Shoot ini biasa digunakan untuk penekanan ekspresi mata atau mulut subjek


  1. BCU (Big Close UP)



Pada pengambilan ini, expresi subjek lebih benar-benar di tekankan dalam hal ini, headroom bisa diabaikan, asalkan bagian dagunya tidak terpotong. Shoot ini biasa digunakan untuk menunjukan lebih detail ekspresi wajah subjek.

 

 


  1. CU (Close Up)



Pengambilan gambar ini diambil dari bagian bawah dagu, ke-atas, ini digunakan untuk menekankan ekspresi subjek namun tetap memberikan Head Room (ruang atau space diatas kepala). Shoot ini biasa digunakan untuk menunjukan ekspresi wajah subjek.

 

 

 


  1. MCU (Medium Close Up)



pada shoot ini, subjek lebih ditunjukkan emosinya, namun dengan menunjukan sebagian tubuh untuk memperlihatkan gerak tubuh dan emosi subjek.

 

 

 

 

 


  1. MS (Medium Shoot)



Untuk menunjukan apa yang sedang dilakukan subjek dri pinggang keatas, namun dengan lebih menunjukan expresi subjek.

 

 

 

 

 


  1. Knee Shoot



Tipe shot pengambilan gambar yang agak nanggung ini digunakan untuk menunjukkan apa yang sedang dilakukan subjek dari bagian lutut ke-atas.

 

 

 

 

 


  1. FS (Full Shoot)



Tipe shoot yang bertujuan untuk memperkenalkan subjek dan apa yang sedang dilakukannya dan lingkungan. Shoot ini digunakan untuk lebih memperlihatkan subjek dan apa yang sedang dilakukannya.
 


  1. LS (Long Shoot)



Tipe shoot yang bertujuan untuk menunjukkan hubungan atara subject dengan lingkungan sekitarnya.

 

 

 

 

 

 

 


  1. ELS (Extream Long Shoot)



Hampir sama seperti Long shoot, shoot ini digunakan untuk menunjukan lokasi kejadian namun tanpa memperlihatkan subjek dengan jelas. biasanya dalam pengambilan ini mengutamakan keadaan alam sekitar.

 

 

 

 

 


  1. OTS (Over The Shoulder)



Biasanya digunakan pada saat kedua subjek berdialog dengan catatan point view diambil dibelakang dan sedikit diatas bahu lawan bicara. Shoot ini digunakan untuk memperlihatkan lawan bicara atau seseorang yang ada didepan subjek

 

 


  1. Camera Angle



Angel camera adalah teknis pengambilan gambar dari sudut tertentu untuk mengekpose sebuah adegan agar menghasilkan sebuah frame yang menarik, dramatis dan penekanan suatu adegan

Pada dasarnya camera angle dibagi menjadi 3, yaitu :


  • High Angle

  • Straight Angle (Eye Level)

  • Low Angle



 

 


  1. High Angle



Dimana sudut pengambilan gambarnya lebih tinggi dari subjek. Ini digunakan untuk menciptakan gambar yang dramatis dan penekanan suatu suasana adegan seperti melihat hal yang besar, orang kecil, sedih, galau, merenung, bimbang.

 


  1. Straight Angle (Eye Level)



Pengambilan gambar yang mana posisinya sejajar dengan mata kita, maka gambar yang dihasilkan akan monoton bila tidak divariasi.

 


  1. Low Angle



Kebalikannya High Angle, sudut pengambilan gambarnya lebih rendah dari subjek. Ini digunakan untuk penakanan suatu suasana adegan seperti orang yg lebih besar atau tinggi, orang yang berwibawa, bijaksana, pemimpin, terkagum.

 


  1. Camera Movement



Camera movement  istilah untuk digunakan berkomunikasi antara sutradara dengan DOP atau kemeraman. Bukan hanya untuk berkomunikasi, camera movement juga digunakan untuk memberi kesan atau makna yang mau disampaikan dari suatu gambar.

Ada beberapa macam camera movement diantaranya yg sering digunakan, diantaranya :


  1. Padestal



Pergerakan kamera secara lurus keatas atau kebawah dan kamera naik atau turun dalam satu sumbu


  1. Tracking



Tracking dibagi menjadi dua, yaitu Dolly (in dan out) dan Crab (right dan left).


  • Dolly



Pergerakan dimana kamera dimajukan kearah subjek atau dimundurkan dari subjek


  • Crab



Pergerakan kamera diamana geraknya menyampin kanan atau kiri


  1. Panning



Pergerakan kamera menoleh kekanan atau kekiri tapi dengan tetap pada porosnya


  1. Tilt



Sama seperti panning, hanya saja Tilt bergeraknya mendongak ke atas atau ke bawah


  1. ARC



Pergerakan kamera dimana kamera mengitari subjek


  1. Follow



Camera movement satu ini dimana kamera mengikuti subjek dari depan atau belakang subjek


  1. Aturan Garis Imaginer



Aturan  adalah sebuah aturan dimana posisi kamera tidak boleh melewati garis aksi ketika transisi shoot atau cut dilakukan, aturan ini baku didalam produksi sebuah film. Aturan ini menentukan area dimana posisi kamera dapat diletakan dan tidak boleh melewati garis aksi.

Aturan 180 derajat ini meliputi beberapa hal, yaitu: peletakan kamera (shot reverse shot), eye line matching, dan in frame out frame.


  • Peletakan Kamera



Aturan 180 derajat menjaga peletakan kamera di dalam satu poros yang sama. Sebagai contoh: jika peletakan kamera mastermu, tokoh perempuan diletakan di kiri frame, dan laki-laki di kanan frame, maka saat pengambilan masing-masing cover shoot, kamera diletakan di dalam poros yang sama. Jadi, posisi perempuan di kiri frame, dan laki-laki di kanan frame tetap dipertahankan.


  • Eye Line



Aturan 180 derajat juga menjaga arah padang karakter yang ada di dalam layar. Fungsinya sama dengan seperti yang sudah di bahas sebelumnya, yaitu untuk memudahkan penonton membaca ruang di dalam layar. Contohnya begini: jika si pria berambut hitam memandang ke arah kiri frame, maka sebaliknya saat reverse shot, si karakter berambut pirang memandang ke arah kanan frame.


  • In Frame out Frame



Hmmm yang terakhir, aturan 180 derajat juga mengelola pergerakan karakter. Hal ini biasanya digunakan agar karakter tak terkesan bolak balik. Aturan 180 derajat berfungsi agar pergerakan karakter terkesan maju. Misalnya begini: seorang karakter melangkah dan keluar dari kanan frame, maka di shot selanjutnya, karakter rersebut harus masuk dari kiri frame.

 

 

 

 

 

 

 

 
Previous Post
Next Post

0 komentar:

"Kalau mau Copy-Paste artikel boleh saja, tapi sumbernya ke blog ini"