Wednesday, February 14, 2018

Kreasi efek audio menggunakan Adobe Audition CS6

Haii guys! Kali ini kita akan membahas software editing file audio yaitu Adobe Audition CS6. Software ini cukup populer di kalangan editor, hasil audio-nya pun memuaskan. Sebelum membahas cara mengedit file audio di Adobe Audition CS6, kali ini kita mengenal dulu tentang Adobe Audition.




  1. PENGENALAN ADOBE AUDITION



Software editing audio yang dikeluarkan oleh Adobe untuk menggantikan Cool Edit Pro. Adobe Audition dirilis pada tahun 2003 bulan Agustus, versi pertama yang dirilis adalah Adobe Audition 1.5. Tampilan, interface, dan menu dari Adobe Audition 1.5 mirip Cool Edit Pro.

Gambar 1.1 Tampilan Waveform Cool Edit ProGambar 1.2 Tampilan Waveform Adobe Audition 1.5



Dari segi tampilan memang tidak jauh berbeda antara Cool Edit Pro dengan Adobe Audition 1.5. Perbedaannya pada menu efek suara, Adobe Audition mempunyai efek suara yang lebih banyak daripada Cool Edit Pro. Kedua software ini sama-sama memiliki tampilan multitrack session.



Gambar 1.3 Tampilan Multitrack Cool Edit Pro



Gambar 1.4 Tampilan Multitrack Adobe Audition 1.5



Kedua software ini hanya memiliki tiga pengaturan equalizer yaitu low, mid, dan high. Tiga pengaturan equalizer ini menyebabkan kualitas suara yang di dapat tidak sebagus Adobe Audition CS6 yang memiliki 30 pengaturan equlizer.


  • Keunggulan Adobe Audition CS6




  1. Setiap channel mixer dilengkapi dengan level audio meter, untuk memantau level suara.

  2. Grafik equalizer terdiri dari 30 slide band sehingga hasil pengeditan suara lebih maksimal.

  3. Adanya efek dynamics processing untuk menyaring dan membatasi level audio yang terlalu besar.




  • Fitur Waveform dan Multitrack



Fitur Wavefrom adalah fitur yang digunakan untuk mengedit suara tunggal. Fitur ini dapat membuat proses editing audio dilakukan secara teliti, karena hanya mengedit satu track / audio saja.

Gambar 1.5 Tampilan Waveform Adobe Audition CS6



Fitur Multitrack adalah fitur yang digunakan untuk mengedit file audio secara massal. Setiap file audio dapat ditempatkan pada beberapa channel yang disediakan dan dapat diedit satu per satu.



Gambar 1.6 Tampilan Multitrack Adobe Audition CS6




  1. MENGOLAH FILE AUDIO TUNGGAL

  2. Input file audio

  3. Buka software Adobe Audition – klik ikon Waveform di pojok kiri atas – beri nama file audio – lalu klik menu File, pilih Open File yang telah dimasukkan akan tampil di layar.

  4. Klik File, pilih Import – lalu pilih file ( CTRL + I )

  5. Menambah Gain Audio



Adalah langkah yang dilakukan jika file audio mempunyai level yang terlalu kecil. Selain itu bisa untuk menurunkan gain audio, Gain audio diturunkan jika level audio terlalu tinggi melawati batas -3 dB (desible)

Gambar 1.7 Tampilan Menambah Gain Audio Adobe Audition CS6

Langkah:


  1. Buka halaman Adobe Audition bagian Waveform Editor

  2. Pilih file audio yang ingin dinaikkan gain-nya

  3. Blok bagian audio yang akan dinaikkan gain-nya

  4. Klik tombol volume, setelah itu tarik ke kanan untuk menambah gain

  5. Cara membuat gain audio dari kecil menjadi besar, menggunakan fade in di menu

  6. Sebaliknya, untuk membuat gain audio menurun dari level tinggi ke level rendah, menggunakan fade out di menu



 


  1. Memotong file audio



Ketika melakukan recording, ada beberapa suara yang tidak diinginkan masuk ke dalam rekaman. Sehingga harus memotong suara tersebut.

 

Langkah :


  1. Buka halaman Adobe Audition bagian Waveform Editor

  2. Pilih file audio yang ingin diedit

  3. Blok bagian audio yang akan diedit, lalu klik kanan pilih delete



 

Gambar 1.8 Tampilan Memotong Audio Adobe Audition CS6

 

 

 


  1. MENGOLAH BEBERAPA FIE AUDIO

  2. Mengubah tampilan Workspace



Workspace merupakan susunan menu-menu pada Adobe Audition yang disusun berdasarkan kebutuhan. Pilihan workspace yang disediakan adalah Classic, Default, Edit Audio to Video, Mastering and Analysis, Maximum Editing, dan Radio Production.

 

 

 

 

 

 


  1. Workspace Default adalah tampilan Adobe Audition yang di desain supaya pengguna merasa lebih mudah dalam pemakaian-nya.



Gambar 1.9 Tampilan Workspace Default Adobe Audition CS6

 

Kelemahan workspace ini, ketika menggunakan Mixer tidak akan dijumpai pengaturan transport seperti ikon Record, Pause, dan Stop.


  1. Workspace Classic, keunggulan tampilan ini tool untuk record yang disediakan relatif lebih lengkap seperti Transport, Time, Zoom, dan Selection View.



Gambar 1.10 Tampilan Workspace Classic Adobe Audition CS6

 

Keunggulan tampilan ini pada bagian Mixer disediakan tool seperti pada bagian editor yang memudahkan ketika melakukan proses recording.

 


  1. Workspace Mastering and Analysis, didesain dan ditujukan bagi kategori profesional. Ciri khas dari tampilan ini adalah Frequency Analysis dan phase meter, sehingga editor dapat menganalisis dan mengetahui kualitas suara yang dihasilkan.



Gambar 1.11 Tampilan Workspace Mastering and Analysis Adobe Audition CS6

Salah satu kelemahan dari tampilan Mastering and Analysis adalah kurang lebarnya tempat editor dan mixer, sehingga kesulitan ketika akan memotong atau menyusun track lagu ke dalam editor.

 


  1. Workspace Radio Production dibuat dan ditujukan bagi editor audio yang bergerak di stasiun radio. Tool yang disediakan relatif lengkap untuk mengedit jinggle dan membuat iklan radio. Tool yang disediakan seperti Music Properties, Markers, Basic Setting, dan Playlist yang cocok ntuk editing maupun produksi iklan pada stasiun radio.



Gambar 1.12 Tampilan Workspace Radio Production Adobe Audition CS6

Keunggulan dari tampilan Radio aproduction adalah ruang editor dan mixer yang relatif luas, sehingga dapat leluasa menusun file maupun memotong file audio. Namun, memiliki beberapa kelemahan, diantaranya tidak ditampilkannya  Frequency Analysis dan Phase meter, sehingga editor harus menampilkan menu tersebut sendiri.

 


  1. Workspace Edit Audio to Video. Memiliki desain hampir sama dengan workspace default. Perbedaannya terletak pada menu video yang ada dibagian kiri atas. Tampilan dari mixer pada workspace ini tidak jauh berbeda dari tampilan mixer pada workspace default.



Gambar 1.13 Tampilan Workspace Edit Audio to Video Adobe Audition CS6

 


  1. Workspace Maximum Editing. Keunggulan dari workspace ini adalah editor dan mixer terbagi menjadi dua bagian, sehingga editor dapat mengedit sekaligus menggunakan mixer dalam waktu yang bersamaan.



Gambar 1.14Workspace Maximum Editing Adobe Audition CS6

 

 


  1. MELAKUKAN TRACK RECORD UNTUK INPUT FILE AUDIO

  2. Perangkat Rekaman Audio

  3. Mixer Audio berfungsi untuk mencampur suara yang masuk, baik melalui microphone maupun melalui Line in. Mixer audio dapat difungsikan untuk berbagai keperluan, seperti rekaman, call center, dan sebagainya. Mixer audio terbagi menjadi 2 yaitu Mixer Audio Analaog dan Mixer Audo Digital.



 

Gambar 1.15 Mixer Audio Analog             Gambar 1.16 Mixer Audio Digital


  1. Microphone adalah alat yang digunakan untuk mengubah sinyal suara menjadi gelombang listrik. Digunakan untuk peralatan telekomunikasi seperti handphone, handy talky, alat perekam, serta membantu dalam proses siaran TV dan Radio.



Gambar 1.17 Microphone


  1. Audio Prosessor adalah perangkat yang digunakan untuk mengolah suara. Perangkat ini membuat suara yang kurang jelas menjadi lebih jelas



Gambar 1.18 Audio Prosessor


  1. Kabel dan Konektor berfungsi untuk menghubungkan perangkat satu dengan perangkat lain. Apabila konektor yang digunakan tidak sesuai, maka semua peralatan tidak akan terhubung.



Gambar 1.19 Kabel dan Konektor
Previous Post
Next Post

0 komentar:

"Kalau mau Copy-Paste artikel boleh saja, tapi sumbernya ke blog ini"