Monday, February 19, 2018

Kuy Belajar Vektor



 

 

 

 

 

 

Haii semuanyaa~ Di hari yang cerah ini, kalian pada tahu apa itu Vektor nggak ? Mungkin dari sebagian dari kalian yang baca artikelku ini ada beberapa yang tahu, Atau.. Jangan-jangan kalian malah gak tahu sama sekali apa itu Vektor ?? Wkwk.. Vektor yang nanti aku bahas disini bukan nama orang ya guys.. Tapi Vektor yang aku maksud itu gambar Vektor.. Nah gambar yang di atas itu termasuk gambar vektor guys.. bagus bukan ? wkwk..Vektor ini udah kayak makanan pembuka anak Multimedia.. hehehe.. Nahh.. Kali ini aku mau ngebahas tentang Vektor khusus untuk kalian. Selamat membaca~

Pertama, aku mau ngejelasin dulu apa itu Vektor. Gambar Vektor adalah susunan garis, kurva dan bidang tertentu yang membentuk suatu objek. Gambar vektor dapat memindah, mengubah atau mengubah warna garis tanpa kehilangan kualitasnya. Gambar vektor termasuk dalam kategori resolution-independent karena terbentuk dari fill dan stroke yang tidak terpengaruh oleh resolusi. Jadi objek vektor sangat solid sehingga sekecil apa pun gambar yang kalian perbesar tidak akan pecah atau kehilangan ketajamannya. Nah buat kalian yang suka desain atau suka iseng iseng bikin logo, gambar vektor ini nih yang paling cocok buat kalian !

Nah sekarang, aku mau ngebahas tentang software-software yang biasanya dipakai oleh para designer-designer handal di dunia, tapi juga bisa di gunakan untuk pelajar seperti kalian dengan sangat mudah dan simple.


  1. Adobe Illustrator





 

 

 

 

 

Adobe Illustrator adalah aplikasi grafis berbasis vektor yang cukup populer di dunia desain. Adobe Illustrator menyediakan aneka fasilitas yang memudahkan kalian untuk membuat objek dasar dua dimensi. Saat ini sudah berkembang fasilitas yang menyediakan gambar tiga dimensi hingga memudahkan seorang ilustrator untuk menghasilkan objek yang mendekati bentuk aslinya.

Format yang dihasilkan Adobe Illustrator adalah *.AI. Di antara fasilitas yang ada pada Adobe Illustrator adalah Pen Tool dan pewarnaan objek, efek 3 dimensi, efek scribble, efek tracking photo clipping mask. Didukung pula fasilitas yang memudahkan kalian dalam membuat ilustrasi, yaitu library. Ada empat kategori dari fasilitas ini, yaitu brush library, graphic style library, swatch library dan symbol library.


  1. Adobe InDesign





 

 

 

 

 

 

 

 

Adobe InDesign adalah software grafis untuk desktop publishing. Akhir-akhir ini banyak desainer yang menggunakan software ini karena memiliki kelebihan dibanding Desktop Publishing lainnya. Adobe InDesign merupakan pengembangan dari versi Adobe PageMaker karena sejak tahun 2002 perusahaan Adobe mengembangkan Adobe InDesign dan menghentikan pengembangan Adobe PageMaker.

Adobe InDesign menyediakan fasilitas yang lebih komplit dan lebih canggih. Fasilitas ini mempermudah kalian dalam mengatur tata letak halaman publikasi seperti tabloid, majalah, brosur, buku dan undangan.


  1. CorelDraw





 

 

 

 

 

 

CorelDraw adalah aplikasi software pengolah gambar vektor yang memberi banyak fasilitas sehingga seorang desainer banyak memilihnya untuk painting, ilustrasi, membuat logo dan pengaturan tata letak. Untuk memenuhi kebutuhan desain grafis, CorelDraw menyediakan fasilitas crop, tracking, drawing start, effect and fill PDF security.


  1. 3D Studio Max





 

 

 

 

 

 

3D Studio Max adalah software grafis berbasis vektor yang dapat membantu kalian dalam kerja animator untuk membuat karya bidang arsitektur, desain grafis dan film animasi dengan bantuan komputer. 3D Studio Max menghasilkan gambar yang dirancang untuk membuat tiruan objek di dunia nyata dalam bidang tiga dimensi.

Keunggulan 3D Studio Max adalah dapat menggabungkan antara objek illustrasi yang berbasis gambar (image) dan objek yang berbasis vektor sehingga membentuk objek baru 3 dimensi. Kemampuan ini diperoleh karena 3D Studio Max didukung oleh teknologi rendering yang canggih.


  1. Macromedia Flash





 

 

 

 

 

 

 

Perkembangan teknologi informasi, khususnya internet, secara tidak langsung menjadikan web site sebagai kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan. Banyak instansi swasta maupun negeri berlomba-lomba membuat web site. Dengan banyaknya web site maka pengguna internet dimanjakan dengan berbagai tampilan menarik. Ada banyak software untuk mempercantik tampilan web site. Salah satunya adalah Macromedia Flash.

Macromedia Flash merupakan program berbasis vektor yang memiliki kemampuan untuk membuat animasi yang rumit dengan cepat dan mudah. Oleh karena itu banyak designer menggunakannya untuk mempercantik tampilan pada web supaya lebih menarik dan interaktif.

Salah satu kelebihan Macromedia Flash adalah memiliki teknologi vector graphic yang memungkinkan film atau gambar diperbesar tanpa mengurangi kualitas gambar tersebut. Salain itu program ini lebih mudah digunakan dari pada program lain seperti Animated Gifs, karena sifatnya yang Open Environment, dapat diakses di beberapa program pengolah web seperti Dreamweaver.

Kalian sudah tahu kan apa saja software-software yang memiliki fasilitas yang berbeda-beda, sesuai dengan kegunaannya. Nah kalau kalian sudah pada tahu apa saja software-software pengolah gambar vektor, sekarang aku mau ngasih tau kalian, cara bekerja dengan CorelDraw, karena itu kita harus memahami konsep-konsep dasarnya. Bila ada perkembangan versi terbaru, baca menu Help atau tekan tombol F1. Buka software ini dengan klik Start – Programs – CorelDraw sehingga akan tampil interface.



 

 

 

 

 

 


  1. Mengatur Area Kertas



Pertama-tama yang harus kalian kerjakan adalah melakukan setting area kerja menggunakan property bar atau bisa klik Layout – Page Setup





 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


  1. Mengatur Area Layout



Untuk memudahkan layout, gunakan garis bantu vertikal dan horisontal. Pertama yang harus dilakukan adalah mengatur garis margin.

a. Buatlah halaman saling berhadap-hadapan dengan memanfaatkan kotak Options. Klik layout lalu aktifkan checklist Facing Page.

b. Tambah halaman sesuai kebutuhan. Yang sebelumnya 1 halaman menjadi 8 halaman dengan klik Layout – Insert Page.



 

 

 

 

 

 

 

c. Untuk itu kita akan menggunakan guideline. Agar lebih tepat dalam mengatur garis koordinat, aktifkan terlebih dahulu grid dengan klik View – Grid and Ruler Setup lalu atur.

d. Setelah tampil seperti gambar diatas, pada kotak Options, klik Spacing lalu atur jarak antar grid horisontal dan vertikal menjadi 1 milimeter, yang semula 5 milimeter. Klik Snap to Grid dan Show Grid as Lines. Setelah itu klik OK.



 

 

 

 

 

 

 

 

e. Untuk mengatur margin, drag dari penggaris jarak dengan jarak 20 mm dari titik acuan.

 

 

 

 

 

f. Setelah semua langkah dijalankan maka CorelDraw akan tampil dengan 8 halaman bolak-balik, spasi antar garis vertikal dan horisontal 1 milimeter.


  1. Mengolah Gambar Vektor Menjadi Bitmap



Selain mengolah gambar vektor, CorelDraw juga disertai fasilitas untuk mengubah objek menjadi gambar bitmap. Namun fasilitas ini hanya merupakan pelengkap dan tidak sehebat yang ada pada software pengolah gambar bitmap semacam Adobe Photoshop. Berikut ini cara mengubah gambar vektor menjadi gambar bitmap.

a. Buatlah sembarang objek atau text di area kerja.

b. Klik Bitmap – Convert to Bitmap dan kemudian atur setting Convert to Bitmap setelah itu klik OK.

c. Maka secara otomatis gambar vektor akan menjadi gambar bitmap. Kalian kemudian dapat mengolah hasilnya selayaknya gambar bitmap.

d. Untuk membuat kesan buram, klik Bitmap – Blur – Gaussian Blur. Atur nilai Blur, sebelum klik OK. Lihat dulu hasilnya dengan klik Preview.

 

e. Untuk membuat gambar tampak seperti hiasan timbul, gunakan fasilitas Emboss. Cara menggunakannya, klik Bitmap – 3D Effects – Emboss. Atur nilai emboss sesuai keinginan kalian, klik Preview sebelum OK



 

 

 

 

Diatas tadi merupakan cara bekerja mengunakan CorelDraw, mudah bukan ? sangat simple dan praktis. Nah kita sudahi dulu penjelasanku mengenai software CorelDraw kali ini, semoga bermanfaat untuk kalian dan sampai jumpa di lain hari~

 

 

Daftar Pustaka

Penerbit Andi. 2007. Seri Buku Pintar: Menjadi Seorang Desainer Grafis. Semarang: Penerbit Andi
Previous Post
Next Post

0 komentar:

"Kalau mau Copy-Paste artikel boleh saja, tapi sumbernya ke blog ini"