Monday, February 19, 2018

Lebih baik mana Vektor atau Bitmap?

Lebih baik mana Vektor atau Bitmap?





Saat akan presentasi dan memasukkan gambar, apakah harus memasukkan gambar vektor atau bitmap? Jika akan membuat logo lebih baik disimpan dalam bentuk bitmap atau vektor? Mencetak gambar dengan vektor atau bitmap? Terkadang pada saat tertentu beberapa orang merasa sulit menentukan harus menggunakan grafis vektor atau bitmap, misalnya ketika selesai mendesain sebuah logo, apakah harus disimpan dalam format bitmap atau vektor jika nantinya logo tersebut akan dicetak. Lalu sebenarnya lebih bagus mana antara Vektor dan Bitmap? Saya akan membahas mengenai penggunaan Vektor dan Bitmap yang tepat dibawah ini...
Pertama mari kita ingat kembali pengertian dari Bitmap dan Vektor

Grafis Vektor
Gambar vektor adalah gambar yang menggunakan poligon untuk membuat gambar pada komputer grafis. Pada dasarnya, gambar vector menggunakan vektor. Lokasi-lokasi pada vektor dinamakan control points atau nodes. Setiap posisi ini memiliki posisi yang pasti berdasarkan sumbu x dan y dari bidang kerja dan menentukan arah jalan. Setiap alur pada vektor bisa ditambahkan atribut, termasuk ketebalan garis, bentuk, kurva, warna garis, dan warna isi.



Atau singkatnya Gambar Vektor ialah objek gambar yang dibentuk melalui kombinasi titik-titik dan garis dengan menggunakan rumusan matematika tertentu. Format Vektor umum meliputi:
• AI (Adobe Illustrator)
• CDR (CorelDRAW)
• CMX (Corel Exchange)
• CGM Computer Graphics Metafile
• DXF AutoCAD
• WMF Windows Metafile
• Flv (Flash)
• File format aplikasi 3D

Ciri Gambar Vektor :
• Merupakan gambar fleksibel memiliki resolusi independen karena dapat menjadi output dengan kualitas tertinggi pada skala apapun. Meski begitu gambar vektor memakan lebih sedikit memori dibanding gambar bitmap
• Mengubah atribut dari objek vektor tidak mempengaruhi obyek itu sendiri
• Ukuran gambar vektor dapat ditingkatkan dan dikurangi untuk setiap derajat dan baris, dan akan tetap tajam, baik di layar dan di cetak
• Gambar yang menggunakan data vektor akan menghasilkan bobot file yang kecil

Digunakan untuk ilustrasi dengan bentuk geometris sederhana, warna solid atau gradasi tanpa terlalu banyak variasi warna. Cocok untuk logo dan jenis desain yang mengandalkan kesederhanaan bentuk

Kelebihan dan Kekurangan Vektor

Kelebihan Vektor
• Ruang penyimpanan untuk objek gambar vektor lebih efisien dibanding Bitmap
Jika dibandingkan Bitmap untuk menyimpan gambar Vektor lebih menghemat ruang penyimpanan
• Objek gambar vektor dapat diubah ukuran dan bentuknya tanpa menurunkan mutu tampilannyaa, karena itulah vektor dapat memakan ruang penyimpanan lebih sedikit dibanding Bitmap
• Dapat dicetak pada resolusi tertingi dari printer Anda
• Menggambar dan menyunting bentuk vektor relatif lebih mudah dan menyenangkan karena meskipun ukuran diubah jauh dari ukuran asli gambar akan tetap tampak sama, sehingga tak perlu repot menyesuaikan ukuran gambar dengan resolusi gambar yang asli

Kekurangan Vektor
• Tidak dapat menghasilkan objek gambar vektor yang prima ketika melakukan konversi objek gambar tersebut dari format bitmap. Jadi jika gambar awal adalah Bitmap ketika dikonversi menjadi gambar vektor hasilnya mungkin tak akan semaksimal dibanding dengan gambar yang dari awal beformat vektor

Grafis Bitmap
Gambar bitmap tekadang juga disebut gambar raster adalah sebuah struktur data yang mewakili susunan piksel warna yang ditampilkan pada layar monitor, kertas atau media tampilan lainnya. Secara teknis gambar bitmap digambarkan dengan lebar dan tinggi dalam piksel dan dalam angka bit per piksel.



Dan singkatnya, Gambar Bitmap adalah objek gambar yang dibentuk berdasarkan titik-titik dan kombinasi warna. Format file gambar bitmap diantaranya adalah:
• BMP
• GIF
• JPEG, JPG
• PNG
• PICT (Macintosh)
• PCX
• TIFF
• PSD (Adobe Photoshop)

Ciri Gambar Bitmap :
• Gambar bitmap memiliki resolusi tetap dan tidak dapat diubah ukurannya tanpa kehilangan kualitas gambar. Sehingga jika gambar diperbesar gambar akan terlihat buram
• Resolusi mengacu pada jumlah piksel dalam foto dan biasanya dinyatakan sebagai dpi (titik per inci) atau ppi (pixel per inci). Semakin banyak pixel semakin tajam pula gambar yang akan diperoleh
• Gambar yang menggunakan data bitmap akan menghasilkan bobot file yang besar. Ini adalah salah satu kelemahan gambar bitmap dimana file gambar bitmap akan memakan lebih banyak tempat penyimpanan
• Digunakan untuk gambar kompleks, berupa ragam warna dan bentuk yang beraneka, seperti foto dari hasil bidikan kamera

Kelebihan dan Kekurangan Bitmap



Kelebihan Grafis Bitmap
• Dapat ditambahkan efek khusus tertentu sehingga dapat membuat objek tampil sesuai keinginan. Efek yang diberikan pada gambar Bitmap biasanya membuat gambar tampak lebih nyata dibanding dengan gambar vektor
• Dapat menghasilkan objek gambar bitmap dari objek gambar vektor dengan cara mudah dan cepat, mutu hasilnya pun dapat ditentukan. Berbeda dengan gambar bitmap yang diubah menjadi vektor, gambar vektor yang diubah menjadi bitmap hasilnya akan tampak lebih baik

Kelemahan Grafis Bitmap
• Objek gambar tersebut memiliki permasalahan ketika diubah ukurannya, khususnya ketika objek gambar diperbesar. Hal ini menyebabkan kita kesulitan dalam penempatan gambar
• Efek yang didapat dari objek berbasis bitmap yakni akan terlihat pecah atau berkurang detailnya saat dicetak pada resolusi yang lebih rendah, sehingga terkadang gambar bitmap akan memakan lebih banyak tempat penyimpanan

Contoh penggunaan Vektor dan Bitmap pada Keseharian :
Setelah pengertian, ciri-ciri, kelebihan dan kelemahan, sekarang kita akan bahas mengenai penggunaan vektor dan bitmap pada kehidupan sehari-hari. Pertama, mari kita rangkum pembahasan diatas, suatu Bitmap dipakai sebagai pengolah foto-foto digital dengan prinsip semakin banyak pixel/titiknya maka akan semakin tajam gambar yang dihasilkan tetapi ukuran file lebih besar. Sedangkan suatu Vektor dipakai sebagai pengolah pada saat kita membuat logo, clipart, animasi, ilustrasi, kartun. Gambar tidak akan rusak atau memecah pada saat kita memperbesar gambar tersebut karena gambar vector terbuat dari garis-garis yang mengunakan titik-titik kordinat dan rumus-rumus tertentu, prinsip Vektor
• Kasus pertama pada seorang Pelajar yang ingin memberi efek pada hasil bidikan fotonya agar tampak lebih menarik, otomatis menggunakan software yang berbasis Bitmap. Suatu foto atau gambar bisa direpresentasikan dengan format bitmap dalam ribuan titik warna-warni yang membentuk suatu pola. Dengan menggunakan software itu dia bisa mengolah ulang foto nya hingga menjadi lebih indah seperti apa yang dia inginkan.
• Kasus kedua pada seorang desainer Spanduk, Stiker, Baliho, X-Banner, dan sejenisnya Desainer tersebut membuat desain gambar dengan menggunakan software yang berbasis vektor dan bitmap. Karena desain untuk sesuatu seperti itu tidak terpaku pada Vector ataupun Bitmap, maka desain itu tidak terfokus pada salah satunya, tapi meskipun begitu, pelanggan tetap menerima, tergantung hasil
• Kasus ketiga pada seorang desainer Brain/ Merek dari suatu produk, seperti baju, topi, dan lain-lain. Desainer tersebut membuat desain gambar dengan menggunakan software yang berbasis vektor. Karena dengan menggunakan Vector jika kita akan mencetak pada resolusi tinggi atau bahkan tertinggi pun Gambar dari Vektor itu tidak akan pecah, bayangkan jika kita akan membuat suatu desain untuk baju/jaket yang ukurannya besar, sedangkan kita mendesain pada bidang/ukuran/resolusi yang kecil. Oleh karena itu pendesain tersebut lebih memilih menggunakan software berbasis vektor dari pada bitmap

Jadi, Lebih baik mana antara Vektor dan Bitmap?
Pada hakekatnya Vektor dan Bitmap memiliki perannya tersendiri, masing-masing memiliki kelebihan dan fungsi yang cukup berbeda, misalnya jika resolusi-nya lebih baik dan lebih menguntungkan untuk menghemat ruang penyimpanan pada gambar vektor, sedangkan gambar Bitmap biasanya membuat gambar tampak lebih nyata dibanding dengan gambar vektor.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

"Kalau mau Copy-Paste artikel boleh saja, tapi sumbernya ke blog ini"