Saturday, February 17, 2018

Lebih dekat dengan tipografi



            Apa kabar semuanya, semoga baik–baik yaa, oh iya pada kesempatan ini kita akan  belajar lebih dekat dengan tipografi, udah pada siap belum? Yuk langsung saja. Sebelumnya apakah kalian sudah pernah mendengar istilah tipografi? Jika kalian ingin belajar desain grafis, wajib mengetahui istilah ini karena akan sangat membantu dalam mengerjakan sebuah pekerjaan desain. Nah artikel berikut ini akan menjelaskan apa itu tipografi serta hal-hal apa saja yang kira-kira melibatkan tipografi.

Perlu kita ketahui bahasa tulis merupakan salah satu bentuk sarana komunikasi yang dekat dengan manusia hingga saat ini. Bahasa tulis ini dapat berbentuk kata, kalimat, maupun paragraf. Mereka dibentuk dari satuan terkecil bahasa tulis yaitu huruf. Lalu tipografi sendiri itu apa sih? Tipografi adalah ilmu yang mempelajari ilmu sebagai bagian dari seni sendiri. Ilmu ini mempelajari bagaimana penggunaan huruf, seperti bentuk huruf, ukuran, jarak antar huruf, jarak antar kalimat dan lain sebagainya.

Mengenal anatomi dan bentuk huruf merupakan langkah awal kita untuk lebih memahami tipografi. Sama seperti ketika akan memahami suatu bentuk atau objek, kita juga perlu memahami tiap sisi bagian bagiannya. Bagian–bagian inilah yang kemudian membedakan satu huruf dengan huruf lainnya, kita bisa membedakan, misalnya huruf M, N, O, dan Z, dengan mengenal bagian-bagian huruf ini. Dengan memahami bagian-bagian huruf ini dengan baik, kita akan terbantu dalam memahami karakteristik huruf tersebut.

Gambar 1.1: Anatomi huruf



Secara umum anatomi huruf dibagi dalam beberapa bagian, seperti baseline, capline, meanline, x-height, ascender, dan descender. Apa kalian sudah paham mengenai pengertian dari masing-masing bagian dari anatomi huruf ini? kalau belum paham yuk kita bahas satu per satu.


  • Baseline merupakan garis semu yang menjadi batas bawah dari setiap huruf kapital.

  • Sebaliknya, capline merupakan garis semu yang menjadi batas atas dari setiap huruf kapital. Sedangkan huruf kecil sendiri bagian atasnya dibatasi dengan

  • X-height merupakan ketinggian antara baseline dan Dengan kata lain dapat kita katakan sebagai tinggi dari badan huruf kecil itu sendiri. Disebut X-height karena menggunakan huruf x sebagai acuannya.

  • Sedangkan Ascender merupakan bagian dari huruf kecil yang berada diatas

  • Untuk descender sendiri merupakan bagian dari huruf kecil yang berada dibawah



Dari pemaparan tersebut diatas perlu kita ketahui pula bahwa setiap huruf, baik kapital maupun kecil, mereka mempunyai batang pokok yang disebut stem dan garis penutup yang disebut terminal.

Huruf juga dibagi menjadi 2 jenis, serif dan sans serif (tanpa serif). Huruf serif cocok digunakan untuk bagian isi tulisan, karena apa? karena keberadaan serif akan membantu mata kita agar tidak mudah lelah saat membaca tulisan dalam jumlah banyak dan berukuran kecil. Secara umum huruf juga terdiri dari beberapa garis (stroke). Garis ini dibedakan menjadi 2, garis dasar (basic stroke) dan garis sekunder (secondary stroke).

 

Dari sudut geometri dasar struktur huruf dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok, yaitu kelompok garis tegak datar, tegak miring, tegak lengkung, dan lengkung. Selain itu kita harus mengetahui ada 3 kelompok ruang, yaitu ruang negatif bersudut lengkung, bersudut segi empat, dan bersudut segitiga.

Dalam menggunakan ilmu tipografi, ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan. Hal ini merupakan sesuatu yang penting dan mendasar untuk dimengerti. Prinsip – prinsip seperti sintaksis, persepsi visual, focal point, grid systems dan alignment akan membantu efektifitas dan efisiensi. Nah apa kalian sudah paham tentang semua itu ? kalau belum mari kita bahas bersama – sama yuk.

 
Previous Post
Next Post

0 komentar:

"Kalau mau Copy-Paste artikel boleh saja, tapi sumbernya ke blog ini"