Thursday, February 22, 2018

PDKT Dengan Fotografi

PDKT DENGAN FOTOGRAFI
Suatu hari, misalkan kita bersama teman-teman sekelas berlibur ke salah satu daerah tempat wisata di tanah air, kita pasti ingin mengabadikan kenangan yang indah itu dengan foto-foto, jika foto kurang sangat memuaskan kita pasti sangat menyesal, maka dari itu mari kita belajar dasar-dasar fotografi yang bikin kamu bisa menghasilkan foto yang memuaskan, mari kita simak pembahasan selanjutnya.
A. Unsur – unsur Utama Fotografi
Dalam dunia fotografi banyak unsur – unsur yang harus dipahami yaitu Sumber Cahaya, Objek/Subjek, Cahaya yang dipantulkan Objek/Subjek, dan kamera.
1. Sumber Cahaya
Gambar 1 Lighting – tubularinsights.com
Fotografi yang berarti melukis dengan cahaya, berarti unsur terpenting disini adalah cahaya. Dalam fotografi cahaya ini berasal dari cahaya alami (matahari) dan cahaya buatan (blitz, lampu, lilin, obor, api unggun, senter, dll.)
Ada lima arah cahaya yang dipakai dalam fotografi yaitu front light, back light, top light, bottom / base light, dan side light. Lima arah cahaya tersebut punya pengaruh terhadap objek / subjek yang menjadi sasaran permotretan. Setiap pencahayaan punya fungsi dan estertika sendiri.
a. Front Light (Cahaya Depan)
Pencahayaan ini menghasilkan efek foto yang relative tanpa ada bayangan sehingga mengurangi tekstur yang ada pada benda / objek yang di foto dan benda / objek yang di foto itu kelihatan flat (datar).

b. Back Light (Cahaya Belakang)
Pencahayaan belakang (back light) akan menghasilkan efek yang siluet atau objek dikelilingi oleh rim light yaitu cahaya di sekitar objek.
c. Top Light (Cahaya Atas)
Top light memberi efek yang dramatis, objek tidak cukup terpisah dari latar belakang dan ada bayangan kecil aja.
d. Bottom / Base Light (Cahaya Bawah)
Cahaya bawah (base/bottom light) biasanya dipakai buat cahaya pengisi untuk mengurangi kontras dari pencahayaan utama.
e. Side Light (Cahaya Samping)
Pencahayaan ini menghasilkan efek menonjolkan bentuk dan permukaan objek foto, dengan pencahaayn samping akan tercipta kesan 3 dimensional dan objek foto terpisah dari latar belakang.
2. Objek / Subjek

Gambar 2 Take a Picture – www.wikihow.com
Objek / subjek adalah benda yang menerima cahaya dari sumber cahaya. Objek lebih cenderung ke benda mati atau aktifitas, kalau subjek lebih ke benda hidup. Semakin banyak cahaya yang diterima oleh objek/subjek. Nah, semakin jelas benda tersebut terlihat atau pun sebaliknya.


  1. Cahaya yang dipantulkan Objek/Subjek



Gambar 3 View Camera – detik.net.id
Subjek/objek tersinari cahaya dari sumber cahaya, sebetulnya yang tertangkap oleh mata manusia atau kamera adalah cahya yang dipantulkan oleh subjek/objek sehingga terbentuk gambaran/lukisan si subjek/objek.
4. Kamera
Gambar 4 Camera – goodwp.com
Kamera adalah alat yang digunakan untuk menangkap cahaya yang dipantulkan subjek/objek, lalu menyimpannya ke dalam media penyimpanan. Kamera ini memiliki lensa yang berfungsi untuk menangkap cahaya, diafragma yang berfungsi mengatur cepat atau lambatnya cahaya yang masuk, sensor yang menangkap dan mengubah bentuk cahaya yang masuk. Sensor yang menangkap dan merubah bentuk cahaya kedalam data digital, processor untuk mengolah data digital, kartu penyimpanan (memory card) yang berfungsi untuk menyimpan data-data digital. Selain itu juga terdapat unsur-unsur itama dalam apresiasi fotografi itu sendiri:
1) Obyek Foto (Subject Matter) yaitu orang, benda, tempat atau kejadian yang ada didalam foto tersebut, serta menyebutkan karakter obyek-obyek tersebut. Misal: Gedung tinggi yang monumental, anak-anak yang sedang berlari riang gembira, dll.
2) Bentuk dan Teknik (Form) yaitu unsur-unsur yang menyusun, mengatur dan membangun foto yaitu titik, garis, bidang, bentuk, warna, cahaya, tekstur, massa, ruang dan volume.
3) Media (Medium) yaitu deskripsi media yang dapat memncakup unsur teknis seperti unsur penyinaran, alat bantu penyinaran, alat bantu pemotretan, dsb. Mencakup semua aspek yang turur membangun terciptanya ekspresi si seniman pada karya foto serta dampak yang timbul bagi pelihatnya.
4) Gaya (Style) yaitu menyangkut spirit jaman, gerakan seni, periode waktu, dan factor geografi yang mempengaruhi seniman dalam membuat karya foto, yang bisa dikenali dari karya foto, teknis pemotretan dan media foto.
B. Kategori Fotografi
Kedudukan foto dalam suatu kategori sangat penting dalam rangka membaca atau menginterpretasi foto tersebut lebih lanjut dalam konteksnya.
1) Foto Deskriptif (descriptive photographs)
Foto – foto jenis ini secara akurat menggambarkan benda (subject matter) yang dipresentasikannya.
2) Foto yang menjelaskan sesuatu (explanatory photographs)
Foto jenis ini memiliki sifat menjelaskan suatu fenomena, kejadian yang dapat menjadi bukti visual dari suatu teori ilmiah, baik ilmu fisik maupun ilmu sosial (sosiologi visual dan antropologi visual)
3) Foto Interpretasi (interpretive photographs)
Foto interpretasi lebih bersifat simbolik, puitik, fiksi, dramatik, dan diinterpretasi secara subyektif-personal.

4) Foto Etik (ethically evaluative photographs)
Kategori ini memuat foto-foto yang memuat aspek-aspek sosial kemasyarakatan yang harus dinilai secara etik.
5) Foto Estetik (aesthetically evaluative photographs)
Kategori ini mencakup karya foto yang biasa kita sebut “foto seni”, foto-foto yang memerlukan tinjauan dan kontemplasi estetik.
6) Foto Teori (theoretical photograohs)
Kategori ini mencakup foto tentang seni dan pembuatan karya seni, politik seni, foto tentang film, model representasi, dan teori-teori tentang fotografi. Foto ini biasanya menjadi semacam reproduksi dai suatu karya seni.

C. JENIS – JENIS FOTOGRAFI
Jenis-jenis ini membantu kita untuk memahami sebuah karya fotografi, diantaranya Fotografi Manusia, Fotografi Nature, Fotografi Arsitektur, Fotografi Still Life, Fotografi Jurnalistik, Fotografi Aerial, Fotografi Bawah Air, Fotografi Seni Rupa, Fotografi Makro, Fotografi Mikro.
1. Fotografi Manusia
Foto yang menjadi objek unsur utamanya adalah manusia, yang dapat menawarkan nilai dan daya tarik untuk divisulisasikan. Yang termasuk kategori fotografi yaitu :
a) Potrait adalah foto yang menampilkan ekspresi dan karakter manusia dalam kesehariannya. Tantangan dalam membuat foto portrait adalah menangkap ekspresi objek (mimik, tatapan, kerut wajah) yang mempu memberikan kesan emosional dan menciptakan karakter seseorang.
b) Human Interest yaitu menggambarkan kehidupan manusia atau interaksi manusia dalam kehidupan sehari-hari serta ekspresi emosional yang memperlihatkan manusia degan masalah kehidupannya.
c) Stage Photography yaitu semua foto yang menampilkan aktivitas/gaya hidup manusia yang merupakan bagian dari budaya dan dunia entertainment untuk dieksploitasi dan menjadi bahan yang menarik.
d) Sport yaitu jenis foto yang menangkap aksi menarik dan spektakuler dalam event dan pertandingan olahraga.
e) Glamour Photography yaitu fotografi yang berusaha untuk menangkap objek dalam pose yang menekankan kurva dan bayangan. Tujuan fotografi ini bertujuan untuk menggambarkan model dalam cahaya glamor.
f) Wedding Photography yaitu fotografi campuran dari berbagai jenis fotografi. Fotografer harus memiliki keahlian dalam fotografi potret untuk mengabadikan momen terbaik.
2. Fotografi Nature
Dalam jenis foto nature obyek utamanya adalah benda dan makhluk hidup alami (natural) seperti hewan, tumbuhan, gunung, hutan, dan lain-lain. Kategori nature diantaranya Foto Flora, Foto Fauna, dan Foto Landscape.
a) Foto Flora yaitu jenis foto dengan objek utama tanaman dan tumbuhan.
b) Foto Fauna yaitu jenis foto dengan berbagai jenis binatang sebagai objek utama.
c) Foto Landscape yaitu foto bentangan alam yang terdiri dari unsur langit, daratan, dan air, sedangkan manusia, hewan, dan tumbuhan hanya sebagai unsur pendukung.
3. Fotografi Arsitektur
Foto ini menampilkan keindahan suatu bangunan baik dari segi sejarah, budaya, desain, dan konstruksinya.
4. Fotografi Still Life
Membuat gambar dari benda mati menjadi hal yang menarik dan tampak hidup, komunikatif, ekspresif, dan mengandung pesan yang akan disampaikan merupakan bagian yang paling penting dalam penciptaan karya foto ini.
5. Foto Jurnalistik
Foto yang digunakan untuk kepentingan pers atau kepentingan informasi.
6. Fotografi Aerial
Foto yang mengambil dari udara yang memperlihatkan keluasaan objek yang di ambilnya.
7. Fotografi Bawah Air
Yaitu fotografi yang biasanya digunakan oleh penyelam scuba atau perenang snorkel.
8. Fotografi Seni Rupa
Fotografi seni mengacu pada cabang fotografi yang dedikasikan untuk memproduksi foto bertujuan murni estetika.
9. Fotografi Makro
Adalah jenis fotografi dengan pengambilan gambar dari jarak dekat. Objek fotografi makro dapat berupa serangga, bunga, bulir air atau benda lain yang kecil.
10. Fotografi Mikro
Menggunakan kamera khusus dan mikroskop untuk menangkap gambar objek yang sangat kecil.
Demikian artikel ini disampaikan untuk membantu anda dalam fotografi untuk menghasilkan foto yang anda inginkan, terima kasih telah membaca artikel ini ,artikel ini saya tulis berdasarkan buku fotografi yang ditulis oleh Bambang karyadi. Semoga bermanfaat dan dapat memudahkan anda dalam menghasilkan foto yang maksimal.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

"Kalau mau Copy-Paste artikel boleh saja, tapi sumbernya ke blog ini"