Saturday, February 17, 2018

Punya Cacat pada Foto? Photoshop-in Aja!



Sebagai seorang yang menyukai fotografi pasti sangat mengerti bagaimana cara untuk mendapatkan foto dengan angle dan kualitas yang terbaik. Tapi, sepintar-pintarnya orang mengambil gambar pasti mereka pernah mengalami cacat pada foto yang mereka ambil. Baik cacat kecil maupun cacat besar pasti membuat fotografer tersebut merasa risih karena bisa mengurangi kualitas dari gambar yang diambilnya. Parahnya lagi kalau foto itu akan diikutkan kompetisi ataupun untuk pameran, pasti akan mendapat komentar yang pedas dari penikmatnya bukan?. Namun, untuk seorang fotografer handal biasanya hal tersebut akan mereka tutupi dengan beberapa sentuhan editan yang menggunakan Adobe Photoshop.
Pada dasarnya, mengedit foto menggunakan Adobe Photoshop merupakan langkah termudah asal mereka mengerti dengan tool-tool yang terdapat pada Adobe Photoshop. Bagi yang tidak terbiasa menggunakan Adobe Photoshop, mungkin bisa menggunakan aplikasi alternatif seperti GIMP, Photoscape dan masih banyak lagi. Dan perlu diketahui bahwa setiap versi Adobe Photoshop memiliki fitur yang berbeda lagi. Tentunya sesuai urutan, dimana misalnya : versi CS5 dibandingkan dengan versi CS6 pasti akan lebih kompleks fitur dari Adobe Photoshop CS6. Bisa dikatakan juga bahwa Adobe Photoshop merupakan jurus ampuh untuk para fotografer yang ingin menambah kualitas gambarnya. Menambah kualitas gambar ini mungkin saja dengan cara memanipulasi, mengatur saturasi / hue, dan masih banyak lagi.
Lalu, bagaimana cara mengurangi ataupun menghilangkan cacat kecil pada foto yang kita ambil? Berikut adalah caranya :
Clone Stamp Tool
Pada Photoshop, penggunaan fungsi copy dan paste tradisional jarang digunakan. Ada beberapa alasan mengapa fungsi copy dan paste jarang digunakan karena meng-copy sesuatu akan menambah besar megabytes file dan akhirnya bisa menghambat kinerja dari komputer. Maka dari itu, ada cara meng-copy yang lebih berguna dan elegan.
Gunakanlah Clone Stamp untuk meng-copy sebagian imaji dan “stamp” – menempelkannya ke area lain dalam imaji. Tool ini dengan cerdas menggunakan metafora memulas: brush yang lebih besar akan meng-copy lebih banyak pixel, dan brush yang lebih lembut akan memadukan pixel yang di-copy ke lingkungan baru di sekelilingnya. Anda bahkan bisa mengubah opacity brush untuk membuat kloningannya hanya parsial. Gunakanlah shortcut yang sama yang Anda gunakan dengan brush tool yang mengubah atribut brush.




  1. Zoom in. View > Actual Pixels akan mempermudah Anda untuk melihat titik noda dan cacat yang mungkin Anda lewatkan. Secara periodik, tekan dan tahan tuts H untuk mengakses Hand Tool. Gunakanlah ini untuk bergeser ke area baru dan me-retouch-nya. Lepaskan tuts H untuk melanjutkan retouching. Kalau Anda kaget dengan efek zoom “sudut pandang mata burung”, Anda bisa menggunakan Spasi saja. Spasi juga bisa mengakses Hand Tool tanpa men-zoom.

  2. Carilah cacat dalam imaji dan lihatlah area terdekat yang tanpa cacat tapi memiliki tekstur, warna, densitas yang sama. Anda tinggal mengkloningnya dari area bersih ini ke area yang memiliki cacat atau titik. Kalau cacatnya berada di sepanjang sisi, pilihlah titik yang jauh pada sisi yang sama (seperti pada contoh diatas).

  3. Kalau cacatnya kecil seperti bintik debu, pilihlah brush yang sedikit besar dari cacat tersebut. Atau, brush berukuran antara 20 dan 100 pixel akan cukup.

  4. Taruhlah kursor di atas area bersih dalam imaji. Dia akan muncul sebagai lingkaran sebesar ukuran brush yang dipilih. Tekan dan tahan Option / Alt untuk menampilkan target yang kecil, kemudian klik area yang bersih untuk menandainya sebagai sumber.
    Penting ! Setelah Anda menandai area bersih sebagai Clone Source, lepaskan Option / Alt.

  5. Geserlah kursor ke atas titik yang hendak dihilangkan. Anda lihat bagaimana kursor menampilkan materi yang akan segera Anda pulas. Kalau Anda memiliki adjustment layer di atas layer retouch, materinya mungkin akan terlihat hitam, tapi dia akan memulas dengan benar kalau dalam Option Bar, Anda memilih untuk membuat sampel Current [layer] dan Below.

  6. Pulaslah di atas titik. Anda akan melihat dua buah kursor saat Anda memulas: bagian tengah sumber ditandai dengan kursor +, serta lingkaran brush. Ada hubungan spesial di antara mereka yang akan terus ada sampai Anda menentukan titik sumber yang baru. Jadi, kalau Anda menetapkan sumber di kanan atas dari tempat Anda memulas, maka saat Anda memulas di tempat lain dalam imaji Anda. Kesulitannya adalah kursor sumber hanya akan muncul saat Anda memulas.

  7. Ulangilah langkah yang sama untuk setiap cacat. Ingatlah, Anda harus mengeset titik titik sumber hanya saat alignment (penjajaran) di antara sumber dan brush tidak lagi pas.



Healing Brush
Healing Brush Tool sangat mirip dengan Clone Stamp dalam hal menetapkan titik sumber dengan mengklik Option / Alt, kemudian memulas cacatnya. Dia juga memunculkan kursor dengan materi dari sampel. Tetapi ada sebuah perbedaan besar.
Saat Anda memulas di atas cacat, Anda harus memulasnya sampai hilang total dalam satu sapuan brush. Saat Anda melakukannya, Anda mungkin merasa telah memilih sumber yang salah kalau pulasan Anda tampak sedikit lebih gelap atau lebih terang. Tetapi saat Anda melepaskan mouse, Photoshop melakukan keajaibannya: dia menggunakan tekstur dari pixel sumber, tapi kemudian menggunakan warna dan densitas yang berada di sekeliling cacat, atau lebih tepatnya di tempat Anda memulas. Jadi sebaiknya tak akan ada cacat yang tersisa! Sekalipun warna dan densitas pixel sumber sangat berbeda dengan area yang cacat, tapi keduanya memiliki tekstur yang sama, maka hasil perbaikannya akan sempurna. Intinya, Anda menetapkan tekstur yang akan digunakan, kemudian perbaikilah area dengan tekstur yang sama (tekstur langit untuk cacat pada langit, dll).

Catatan : Tidak seperti Clone Stamp Healing Brush akan menggunakan lokasi sumber yang sama sampai Anda sendiri yang mengubahnya. Sumbernya tidak selalu berada sejajar dengan kursor brush. Tak perlu seperti itu selama Anda membutuhkan tekstur yang sama untuk memperbaiki cacat.
Singkatnya, Anda mengontrol tekstur sumber dan Photoshop akan mengurus detail lainnya. Gunakanlah Clone Stamp saat Anda perlu meng-copy pixel. Gunakanlah Healing Brush kalau meng-copy warna, densitas atau keduanya salah.
Kadang-kadang Healing Brush Tool gagal dan malah membuat corengan yang buruk. Ini biasa terjadi kalau titik nodanya tepat berada di dekat pinggiran yang tegas, atau terutama kalau cacatnya terletak di sudut imaji. Kalau itu terjadi, tekan saja Ctrl + Z. Kalau cacatnya terletak di pojok, pertama gunakanlah Clone Stamp, kemudian Heal. Untuk cacat di sepanjang pinggiran, gunakanlah titik sumber di sepanjang pinggiran lain yang sama.
Spot Healing Brush
Spot Healing Brush adalah Alternatif dari Healing Brush. Dia bekerja dengan memulas titik noda atau cacat di dalam imaji tanpa perlu menentukan sumbernya terlebih dulu.
Klik atau pulaslah cacatnya, dan Photoshop akan menghilangkan cacat tersebut. Photoshop akan memilih materi dari sumbernya sendiri. Kalau pilihannya tidak tepat, gunakanlah Healing Brush atau Clone Stamp.
Spot Healing Brush memiliki beberapa pilihan. Tetapi saya membiarkan Detail Mode ke Normal dan Type di set ke Content-Aware.
Spot Healing Brush bekerja paling baik dengan brush yang sifatnya keras. Karena brush yang memiliki sifat lembut tidak akan memperbaiki cacat dengan sempurna. Kalau Anda tidak sengaja melembutkan brush, Control+klik / Klik-Kanan saja dimanapun pada imaji untuk menaikkan tingkat ketegasan brush.
Save Imaji yang Bersih
Setelah Anda menyelesaikan pembersihan imaji, gunakanlah File > Save, kalau filenya adalah imaji RAW, Anda mungkin akan disajikan dialog Save As, karena editan Photoshop tidak bisa di-save langsung menjadi file RAW. JPEG juga tidak bisa menyimpan banyak layer, sehingga Photoshop akan menyajikan dialog Save As juga.
Ingatlah untuk mengubah judulnya, Sehingga Anda tahu bahwa file tersebut masih butuh diedit atau sudah menjadi file bersih.
Demikianlah artikel ini disampaikan kepada pembaca agar pembaca mengetahui bagaimana cara memperbaiki cacat-cacat pada foto. Semoga artikel ini bermanfaat untuk pembaca sekalian dan bisa menjadi inspirasi untuk membuat karya foto yang lebih baik.

Sumber : Photoshop CS6 & Lightroom 4 (Buku Pegangan Fotografer)
Stephen Laskevitch (Prigel Books – PT Serambi Ilmu Semesta)
Jalan Kemang Timur Raya No. 16, Jakarta
Previous Post
Next Post

0 komentar:

"Kalau mau Copy-Paste artikel boleh saja, tapi sumbernya ke blog ini"