Thursday, February 22, 2018

Smart Digital Artist with Photoshop

A. Digital Imaging

Apa yang dimaksud dengan Digital Imaging itu ? Digital imaging adalah penggabungan beberapa image menjadi satu kesatuan, sehingga sebuah foto hanya dalam satu frame, setelah elemen – elemen itu digabungkan.

Nahh, yang dimaksudkan elemen adalah potongan – potongan gambar. Potongan gambar bisa dikategorikan seperti awan, gunung, dan lainnya. Kita menggabungkan elemen – elemen tersebut menggunakan layer per layer. Tidak ada teknik khusus dalam digital imaging, hanya cukup menggunakan seleksi, drag and drop, blending dan coloring, serta memiliki material.

Hal pertama dalam digital imaging adalah concepting. Biasanya seseorang akan menentukan concepting dalam digital imagingnya, setelah konsep yang dia buat sudah matang, hal yang kedua adalah mencari material. Yang dimaksud material adalah elemen – elemen yang akan digabungkan, seperti orang, bangku, wallpaper, dan lainnya.

Hal pertama dalam digital imaging adalah seleksi; memotong satu image dan image lainnnya untuk digabungkan. Dan biasanya ketika sebuah digital imaging dibuat, ada seorang art director yang menentukan seperti apa materialnya. Biasanya fungsi dari art director ini adalah mengawasi fotografer untuk mendapatkan material yang diinginkan agar semua material itu bisa diedit oleh editor.

Digital imaging tidak bisa dikategorikan dalam fotografi, karena dalam fundamentalnya, fotografi tidak boleh menambahkan suatu elemen. Biasanya fotografi hanya dalam batas pembuatan warna dodge burn, dan warna lainnya. Digital imaging sendiri bisa dikategorikan menjadi fantasi, komersil dan lainnya.



(digital imaging dalam kategori fantasi)





(digital imaging dalam kategori komersil)



     1. Concepting

Sebuah konsep dalam hal apapun sangat diperlukan, termasuk dalam digital imaging. Berbagai macam konsep sudah ada, seperti membuat orang memiliki sayap, menghiasi sebuah produk dengan item – item digital imaging, dan hal – hal lainnya. Inilah yang dimaksud dengan konsep.

Biasanya ada meeting dengan klien dalam menentukan digital imaging, seorang digital artist harus memberikan sebuah konsep sederhana kepada art director dan kemudian art director menentukan konsep dan tema seperti apa yang bagus dalam digital imaging sebelum diajukan kepada klien. Dalam prosesnya ada tiga tahapan yang harus dilalui:


  • Pra Produksi

  • Produksi

  • Pasca produksi



Pada pra produksi, tim pembuat result berkumpul bisa siapa saja orang yang berperan dalam digital imaging. Biasanya yang paling umum berkumpul adalah fotografer, digital artist, art director, dan make up artist jika diperlukan. Pada proses digital artist berdiskusi dengan fotografer. Kemudian ide dari dua orang ini, yaitu fotografer dan digital artist ditampung oleh seorang art director dan membuat sebuah sketch dalam bentuk coretan tangan.

Pada tahap produksi, para anggota tim masing – masing mengumpulkan deskripsi pekerjaan yang sudah ditentukan dalam pra produksi. Fotografer mengumpulkan material dan diajukan kepada art director, kemudian setelah semuanya terkumpul, foto itu diberikan kepada seorang digital artist, dan tugas art director mengawasi digital artist dalam melakukan proses digital imaging yang sudah ditentukan sesuai drafting konsep coretan yang sudah dibuat pada pasca produksi.

Setelah semua selesai pada pasca produksi, file ataupun file asli diserahkan kepada klien, dan biasanya juga file tersebut dibungkus dengan sebuah packaging yang biasanya disebut DVD box ataupun CD.



(contoh konsep drafting dalam bentuk sketch/coretan tangan)





(contoh hasil dari coretan tangan tadi)



     2. Material

Seorang digital artist harus memilih material yang tepat agar digital imaging sukses dilakukan. Kumpulkan apa saja material yang akan dipergunakan dalam digital imaging, bisa dengan men-thumbnail foto – foto material tersebut. Usahakan untuk mengumpulkan dalam satu folder saja, agar anda dapat dengan mudah mencari material yang ingin dibuat.

Setelah pilih material – material yang sudah ditentukan dalam digital imaging, anda buka dengan Photoshop, atau bisa mengklik kanan dan kemudian mengarahkan kursor ke Open with dan cari Photoshop di sana. Semua material yang akan dibutuhkan akan terbuka pada Photoshop.

     3. Seleksi

Seleksi yang digital artist lakukan adalah menggunakan Polygonal Lasso Tool dan Pen Tool.



(polygonal lasso tool dan pen tool)



Karena dengan fungsi dua seleksi di atas, maka seleksi terhadap material bisa lebih mendapatkan detail daripada menggunakan seleksi yang lainnya.

Polygonal Lasso Tool adalah cara yang efektif dalam melakukan seleksi.

Pen Tool adalah alternatif yang kedua. Dua tool seleksi ini memiliki karakter yang sama, sama – sama bisa menjaga sebuah detail dari image. Pen Tool juga membentuk shape. Namun kita tidak akan membahas tentang shape di sini.



(pengaturan seleksi menggunakan pen tool)



Seleksi lainnya :


  • Marquee Tool : membuat seleksi dengan berbentuk, bisa dalam bentuk bulat, kotak, dan kolom.





(marquee tool)




  • Lasso Tool : Membuat seleksi dengan bentuk bebas.





(lasso tool)




  • Magic Wand Tool : Membuat seleksi secara instant, akan tetapi yang diseleksi hanya satu warna saja. Jika anda mengklik pada bidang warna yang putih maka semua seleksi hanya berada pada area yang berwarna putih saja.





(magic wand  tool)



     4. Cut

Proses ini merupakan proses lanjtan dari seleksi, biasanya proses ini memisahkan objek dari background. Sangat gampang memisahkan antara objek dan material.



(material yang sudah diseleksi)



Setelah seleksi yang anda lakukan sudah berhasil, kemudian anda klik Layer > New > Layer via Copy.



(posisi layer via copy)



Atau anda bisa menggunakan shortcut Ctrl+J.

     5. Drag and Drop

Pada proses ini adalah proses pemindahan antara objek yang sudah terseleksi ke dalam digital imaging atau image yang anda ingin dapatkan material baru.

Kemudian anda klik tahan dan pindahkan ke material satunya untuk mendapatkan material baru. Untuk memindahkan material tersebut anda bisa menggunakan Move Tool.



(move tool)



     6. Free Transform

Free transform adalah proses memperbesar ataupun memperkecil sebuah objek. Ada kalanya image yang sudah kita seleksi memiliki proporsi lebih kecil atau lebih besar dari digital imaging yang kita buat. Setelah image sudah terseleksi, kemudian anda bisa mengarahkan mouse ke Edit > Free Transform.



(posisi free transform)



Kemudian anda bisa memperbesar dan memperkecil image/objek material.

(proporsi image yang bisa diperbesar dan diperkecil dengan free transform)



Jangan menggunakan pembesaran dan pengecilan image dengan menarik sembarangan, Anda  bisa melihat keterangan yang sudah diberikan panah, di sanalah anda harus menarik image anda. Anda bisa menekan Shift untuk menjaga proporsi image-nya.

(proporsi image yang sudah mengecil dengan free transform)



     7. Blending

Proses blending adalah proses menggabungkan image dari background ke objek ataupun warna. Jika menggunakan tekstur, hasilnya akan menutupi secara keseluruhan, tekstur akan menutupi semua bagiannya.

Proses blending warna lebih berat dari pada menggunakan tekstur, biasanya banyak kita temui di mana background memiliki warna yang lebih gelap ataupun lebih terang dari pada objek material, dan untuk itulah objek harus menyesuaikan dengan background ataupun sebaliknya.



(tekstur dan foto sudah tergabung)



 

 
Previous Post
Next Post

0 komentar:

"Kalau mau Copy-Paste artikel boleh saja, tapi sumbernya ke blog ini"