Saturday, February 17, 2018

Tuangkan kreativitas mu dalam cinematograhy

 

 



Hai kalian semua, kali ini aku akan berbagi dengan kalian semua tentang cinematography.Lalu apa sih cinematography itu?
Cinematography berasal dari bahasa Yunani: Kinema yang berarti gerakan, Photos yang berarti cahaya dan Graphos yang berarti lukisan. Jadi Cinematography bisa diartikan melukis dengan gambar yang bergerak dengan cahaya.
Di dalam kamus istilah TELETALK yang disusun oleh Peter Jarvis terbitan BBC Television Training, Cinematography diartikan sebagai The craft of making picture (pengrajin gambar). Sebagai pemahaman cinematography bisa diartikan kegiatan menulis yang menggunakan gambar bergerak sebagai bahannya. Artinya dalam cinematography kita mempelajari bagaimana membuat gambar bergerak, seperti apakah gambar-gambar itu, bagaimana merangkai potongan-potongan gambar yang bergerak menjadi rangkaiaan gambar yang mampu menyampaikan maksud tertentu atau menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan suatu ide tertentu.
Cinematography adalah sebuah bentuk seni yang unik untuk film. Meskipun mengekspos gambar pada elemen cahaya-sensitif, gambar gerak menuntut bentuk baru dari fotografi dan teknik estetika baru.
Cinematography adalah kunci selama era film bisu. Tak ada suara selain dari musik latar, dialog tidak ada, film bergantung pada pencahayaan, dan akting ditetapkan.
Nah sekarang kalian sudah tau kan apa cinematography?.kita semua telah mengetahui pengertian cinematography,selanjutnya saya akan membagi tips tips buat kalian para pemula cinematography.Sebenarnya membuat video cinematography itu gak susah kok, yang penting ada niat dan kemampuan untuk mengerjakannya.Untuk pemula sebaiknya tidak usah muluk muluk dalam menentukan konsep video, cukup ambil konsep yang terjadi di sekeliling kita.
Ambil contoh tentang suasana sekitar sekolah...kita bisa memperlihatkan situasi sekolah kita ke dalam suatu konsep video cinematography.yang sederhana serta berdurasi singkat sekitar 3-5 menit.

Berikut adalah 10 Cara Membuat Video Cinematic sederhana, yuk simak dengan seksama....

A. Framing
Yang pertama ada framing, apa itu framing?. Framing adalah dasar dari Fotografi maupun Videografi, dengan framing kita bisa menentukan fokus dari object dan penyampaian pesan yang mau diberikan ke penonton, dengan framing pula sebuah gambar atau video akan memiliki komposisi yang apik, gunakan Rule of Thirds, hal ini sangat lumrah digunakan dalam fotografi. Sekarang pun kamera bisa kita setting untuk menampilkan grid di LCD nya, yang akan terbagi kedalam 9 blok grid.


1.1 Gambar Framing



Pada komposisi gambar diatas terlihat komposisi yang sangat rapi, penempatan garis horizon, dan jalan sebagai fokus sangat proporsional.

B. Depth of Field

Kebanyakan kamera video digital selalu menggunakan bukaan sempit, mulai dari f/8.0, f/11.0, dst. Akibatnya gambar terasa tidak tajam karena ruang tajam (depth of field) sangat lebar. Coba gunakan bukaan-bukaan lebar seperti f/2.8, f/3.5, atau f/5.6. Bukaan sempit maka akan menghasilkan ruang tajam yang lebih sempit. Alhasil gambar yang dihasilkan akan tajam di subjek, namun akan mendapatkan blur yang asik di foreground dan background.

C. No Zoom

jangan sekali-kali kamu melakukan zoom dalam mengambil video, kecuali kamera kamu memang memiliki kemampuan yang tidak akan merubah kualitas gambar jika dilakukan zooming.
Dari pada melakukan zoom lebih baik kaki kamu aja yang maju mundur. Itu akan menghasilkan video dengan kualitas warna yang baik.
Bagaimana jika objek yang akan kita shoot terlampau jauh, gunakanlah tongsis atau kombinasi antara stabilizer yang di atas tadi dengan tongsis pasti akan sangat bagus.

D. Pencahayaan Yang Pas

Ini juga dasar sih, gunakan pencahayaan yang pas. Caranya? Di kamera ada fitur buat liat yang namanya histogram. Kurang lebih penampakannya kaya gini.

1.2 Gambar Pencahayaan
Histogram ini bakalan jadi patokan untuk menentukan apakah pencahayaan gambar kita underexposed, well-exposed, atau over-exposed. Kriterianya begini, kan ada grafiknya tuh kalo cenderung kekiri berarti under-exposed atau kegelapan, tengah pas, cenderung kekanan over-exposed artinya terlalu terang. Untuk mengaturnya, biasanya pake 3 patokan.
Shutter speed, makin besar pembaginya makin cepat artinya cenderung ke makin gelap namun gambar makin tajam karena minim goyangan, untuk standard shot biasanya gue pake 1/60
ISO, makin besar maka makin terang tapi biasanya efeknya akan timbul noise di gambar. Sesuaikan dengan kebutuhan.



E. Ambil video sedikit-sedikit

Ambil videonya sedikit-sedikit agar tidak membosankan. Ambil dari berbagai angel tapi perhatikan hukum 180 derajat.intinya jangan terlalu sering mengambil punggung orang, itu buruk sekali untuk sebuah video footage. Paham kan?
Jika pun kamu ingin menampilkannya maka fokuslah pada objek lainnya. Jangan fokus pada punggung manusia.

F. Perhatikan Komposisi
Komposisi memang membutuhkan latihan. Tetapi kamu tak akan bergerak jika tidak mencoba. Jika kamu ingin gambar videomu sinematik, penting untuk memperhatikan kompisisi gambar. Komposisi merupakan faktor kunci gambar yang dihasilkan. Kamu bisa menggunakan kamera paling canggih di dunia, dengan peralatan lampu paling mutakhir, namun jika kamu tak bisa mengatur kompisisi yang baik saat pengambilan gambar, maka percuma.

G. Pentingnya editing


1.3 Gambar Editing
Setelah mendapatkan gambar yang diinginkan, kita masuk ke dalam proses penyuntingan atau editing. Proses ini merupakan selera masing-masing pembuat video. Ada yang cukup dengan memotong dan menggabungkan video dan ada pula yang membuatnya bergaya sinematik.
Untuk menambah daya tarik, jangan lupa untuk memasukkan musik latar ke dalam video. Video yang kita akan semakin nyaman untuk dinikmati ketika menggunakan musik yang mendukung serta memiliki suara yang jernih, bebas dari distorsi atau noise.
Selain itu, ada beberapa hal yang akan meningkatkan nilai sebuah video perjalanan, yaitu rangkaian cerita. Karena itu, penentuan tema menjadi sangat penting sebelum memulai membuat video perjalanan.
Setelah video jadi, jangan lupa untuk mengunggahnya ke media sosial.

Previous Post
Next Post

0 komentar:

"Kalau mau Copy-Paste artikel boleh saja, tapi sumbernya ke blog ini"