Wednesday, February 21, 2018

TUTORIAL ADOBE ILLUSTRATOR: MEMBUAT VEKTOR DENGAN LIVE PAINT. SEMUDAH ITU???



Ehemm… bertemu lagi denganku dalam suasana yang cukup menggembirakan. Sejenak kita lupakan dulu masalah-masalah diluar sana yang mengganggu pikiran. Oke, pada kesempatan ini aku mau share mengenai membuat vektor menggunakan Live Paint di Adobe Illustrator. Kalo gak salah tool ini ada di versi CS, jadi kalau mau praktek, siapin dulu Ai yang versi CS keatas, jangan yang versi jadul apalagi malah buka MsWord.

Sesuai dengan namanya, Live Paint ini adalah tool untuk memberi warna secara langsung pada objek. Dengan tool di Ai ini terasa lebih mudah. Itu menurut aku, mudah-mudahan kalian semua juga akan merasakan hal yang sama. Kalo iya berarti kita sehati. Hehe.

   Seperti apa sih penampakan tool Live Paint itu?? Gak usah penasaran, nih aku  perlihatkan asal jangan bilang siapa-siapa ya. Seperti terlihat pada gambar, ada dua tool Live Paint.  Yang atas namanya Live Pain Bucket (K) berfungsi untuk mengisi warna pada objek secara langsung dengan sekali klik. Kemudian yang bawah bernama Live Paint Selection Tool (Shift+L) berfungsi untuk ngasih warna juga, cuman kalo yang ini harus di klik dulu objeknya baru milih warna. Ngomong-ngomong, tool itu bisa kalian temukan di toolbox yang letaknya disebelah kiri dokumen.

Oke oke…. gak usah banyak ngomong, kita mulai saja pelajaran pada hari ini. Siap anak-anak hehe….???!


  1. Kita siapin dulu objek yang akan kita bikin menjadi vektor. (Kebetulan aku milih foto cewek cantik hehe)





 


  1. Setelah gadis cantiknya siap (baca: objek vektor) masukkan dia ke dokumen Ai. Cukup drag & dropmaka gambar sudah masuk ke dokumen.

  2. Skill utama yang digunakan untuk pelajaran ini adalah kemampuan tanganmu menari. Bukan menari jaipong loh tapi menari membuat tarikan-tarikan garis mengikuti lekuk objek yang akan di trace menjadi vektor.  Ada dua tool yang bisa dipake, yaitu Pen Tool (P)dan Pencil Tool (N)



Kalo aku sendiri lebih suka menggunakan Pen Tool karena lebih fleksibel.  Pertama yang kita trace adalah bagian-bagian yang vital terlebih dahulu misal di objek wajah, karena di titik inilah bagian yang penting dari hasil vektor yang kita bikin, sejauh mana sih miripnya sama objek aslinya.



Buatlah garis-garis mengikuti garis wajah yang keliatan jelas terlebih dahulu. Misal pada bagian mata, ya buat pada garis mata dan pupil terlebih dahulu, begitu juga yang lain.

Penting: Kelebihan dari Live Paint ini adalah kamu tidak perlu membuat garis-garis yang yang bertemu untuk memperoleh atau mengisi dengan warna baru nantinya, cukup satu garis bertemu dengan garis yang lain (tanpa sela). Sebagai contoh, aku akan membuat objek mata yang natinya akan diberi warna putih, maka antara garis atas dan bawah tidak sepenuhnya harus satu objek.  Kalian bisa membuatnya dari dua objek (garis atas dan bawah) hanya dengan catatan ujung garis atas dan bawah harus bertemu agar nanti pada saat proses painting bisa diberikan warna tersendiri. yaitu putih.


  1. Setelah garis basic selesai dibuat, kita minum dulu milkshake agar lebih fresh di pikiran. Glek glek!!! Nah objek basic sudah jadi maka kita tengok sekeliling objek utama. Kita perhatikan shading wajah yang bisa kita berikan warna tersendiri agar hasil tracing nantinya lebih detail. Maka kita tambahkan garis-garis pendukungnya.





Apabila masih ada bagian-bagian yang lebih detail yang perlu ditambahkan, silahkan ditambahkan aja tidak perlu takut hehehe.




  1. Setelah dirasa cukup detail, nah kita masuk ke pewarnaan dengan Live Paint (jika dirasa masih ada detail yang kurang, bisa ditambahkan dengan menu Merge Live Paint). Namun alangkah baiknya bila sebelum mewarnai kita menentukan palette utama yang akan kita gunakan. Alternatif pertama kita membuat color group dimana kita akan meletakkan warna-warna pilihan kita.





Selanjutnya kita ke tahap pewarnaan objek.

Seleksilah objek yang telah kita bikin (hanya outline tidak termasuk image). Dalam kondisi terseleksi, klik tool Live Paint Bucket (K) lalu klik-kan pada objek yg terseleksi tadi. KLIKK!!! DUOORRR!! Maka objek-objek yang tadi kita buat sudah otomatis menjadi group Live Paint dan siap kita beri warna. Lihat pada gambar dibawah ini :



Pada kondisi seperti diatas, kamu bisa memilih warna dengan cara menggeser arah panah kanan kiri atas bawah, maka warna akan berubah mengikut pola warna yang ada di swatches. Atau klik dulu warna pilihanmu di swatches lalu klik objek yang ingin di beri warna. Cara kedua adalah dengan Live Paint Selection Tool dimana cara ini menjadi terbalik, klik dulu objeknya baru klik warna yang kamu pilih.



Setelah pewarnaan selesai, kamu tinggal menghapus outline pada objek dan berkreasilah sesuka hatimu dengan tracing yang telah selesai tersebut.



 

Nah jadi deh, mudah kan??? Pasti mudah hehe.

Oh iya, ada tutorial lagi nih mengenai Tracing Foto Mata dengan Adobe Illustrator, mau tau? Oke here we go!!!!!


  1. Langkah pertama pilih menu  file > new , tentukkan ukuran yang kalian inginkan!





2. Langkah kedua klik “ok” kemudian akan muncul dokumen kerja baru :



3. Kemudian masukkan photo dengan cara mengklik menu file > place



Kunci layer image sehingga untuk menghindari pengeditan tak sengaja. Caranya dengan mengklik ikon Toogles Lock yang terletak di samping kiri Layer 1 tempat image berada.


  1. Kemudian, buat layer bar di atas Layer 1 dengan jalan klik ikon Create New Layer pada bagian bawah Palette Layers. Simak Gambar 1.1.





Gambar 1.1



Mengklik tombol Ctrl + [+] pada keyboard untuk memudahkan kalian melakukan tracing. Aktifkan Pen tool, ubah warna stroke menjadi putih dan nonaktifkan warna fill pada Toolbox.


  1. Biasanya memulai tracing wajah dari bagian mata. mulai dengan membuat obyek yang posisinya paling atas. Di mata manusia, biasanya terdapat kilauan cahaya. Nah, trace bagian ini terlebih dulu.





6. Ubah warna isinya menjadi putih, kemudian melalui Palette Transparency, ubah nilai transparansi obyek tersebut menjadi 20% atau kurang. Simak Gambar 1.2.



Gambar 1.2.



Setelah bagian kilauan cahaya mata, selanjutnya buat obyek bola mata. Aktifkan Pen tool, gunakan warna stroke putih dan fill nonaktif, kemudian mulai trace kontur bola mata. Jika sudah, ubah warna isinya menjadi hitam dengan mengklik area image yang ada di bawahnya dengan menggunakan Eyedropper Tool.

Jangan lupa untuk memposisikan obyek bola mata di urutan paling bawah dengan memilih menu Object > Arrange > Send to Back.



7. Jika kalian perhatikan, bola mata manusia tidak hanya satu warna, hitam saja misalnya melainkan ada area berwarna lain yang biasa disebut iris. Nah, pada image yang di trace juga terdapat iris dengan warna coklat di bagian mata.


  1. Selanjutnya, akan men-trace area iris tersebut, mengubah warna isinya menjadi coklat lalu memposisikannya di urutan paling bawah.





 

Oke, setelah berhasil melakukan tracing obyek penyusun bola mata, berikutnya trace obyek bulu mata dan garis mata yang posisinya di atas bola mata.


  1. Kembali gunakan Pen tool, ubah warna stroke menjadi putih dan nonaktifkn warna fill. Lakukan tracing, lalu ubah warna isinya menjadi hitam dengan mengklik area image di bawahnya menggunakan Eyedropper Tool, sehingga didapat hasil seperti pada gambar dibawah ini:





10. Lanjutkan dengan melakukan tracing area coklat disekitaran mata, sekaligus sebagai pembatas mata. Jangan lupa posisikan di urutan paling bawah.



11. Berikutnya, trace area dalam mata yang berwarna putih. Posisikan di urutan paling bawah sehingga didapat hasil seperti pada



12. Kemudian, trace area bayangan di bawah mata dan sekeliling mata, kemudian ubah warnanya menjadi coklat mudah dengan Eyedropper Tool. Jangan lupa posisikan di urutan paling bawah dengan memilih menu Object > Arrange > Send to Back.



13. Selanjutnya, seleksi semua obyek penyusun mata, gabungkan menjadi satu grup dengan memilih menu Object > Group, atau cukup dengan menekan tombol Ctrl + G pada keyboard.


  1. Untuk melihat seperti apa tampilan ilustrasi yang sudah kalian buat, nonaktifkan tampilan layer image dengan mengklik ikon visibility di samping kiri Layer 1. Dan begini hasilnya, mudah kan???





Nah, demikianlah teman-teman sedikit yang aku sampaikan pada kesempatan ini. Ada kurang dan lebihnya mohon maaf. Terimakasih, bye bye semuanyaaaaa!

 
Previous Post
Next Post

0 komentar:

"Kalau mau Copy-Paste artikel boleh saja, tapi sumbernya ke blog ini"