Thursday, March 22, 2018

5 TIPS MEMOTRET DALAM CAHAYA ALAMI

5 TIPS MEMOTRET DALAM CAHAYA ALAMI


Di dalam memotret sesuatu kita memerlukan cahaya. Cahaya merupakan unsur utama dalam dunia fotografi. Jika cahaya tiada seni foto tidak dapat dihasilkan. Sumber cahaya dalam memotret bisa kita dapat dari cahaya alami berupa cahaya matahari, dan bisa dari cahaya buatan berupa cahaya dari lampu, cahaya dari flash, dan lain lain.
Tentu akan sangat menguntungkan apabila kita bisa memanfaatkan cahaya alami. Karena cahaya alami bisa kita dapat dengan gratis. Dengan cahaya alami kita tidak membutuhkan pemicu nirkabel, atau tiang lampu, atau baterai, atau gel, atau softbox atau barang-barang lain. Anda juga akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengaturnya. Berikut beberapa tips untuk memotret dengan cahaya alami.


  1. Memotret Backlit



[caption id="attachment_2913" align="aligncenter" width="300"] Gambar 1 foto backlit[/caption]

Foto backlight atau kadang-kadang disebut backlit adalah posisi dimana subjek atau objek membelakangi sumber cahaya. Kesan backlit akan membuat foto Anda membuat menjadi dramatis. Lalu bagaimana cara membuat foto backlit yang cantik? Pertama, posisikan matahari tepat di belakang subjek tanpa ada cahaya yang bocor ke wajahnya, jadi mereka tampak seperti siluet. Setelah itu, ganti mode metering kamera ke Spot Metering dan bidik titik fokus ke wajah subjek. Saat Anda memotret, kamera Anda akan membuat wajah subjek lebih terang. Sisa area lain di dalam foto akan tampak lebih terang juga, tapi dalam banyak kasus hal ini tak akan jadi masalah karena yang ada dibelakang subjek adalah cahya alami. Jika Anda memotret dalam mode Aperture Priority dan Anda pikir seluruh foto tampak terlalu terang, kurangilah tingkat kecerahannya dengan mengganti setelan eksposur yang ditentukan oleh kamera menggunakan exposure compensation.
Pada Nikon, tekan dan tahan tombol exposure compensation (+/-) di atas, lalu putar command dial ke kanan, ke -0.3 atau ke -0.7 (Anda akan melihatnya di bagian atas panel control), lalu ambillah fotonya (fotonya akan 1/3 atau 3/4 stop lebih gelap).






Pada Canon, geser tombol power ke posisi atas (di atas On), lihat di layar LCD atas, lalu gunakan quick control dial di belakang kamera untuk mengganti eksposur ke -0.3 atau ke -0.7, lalu ambillah fotonya dan lihat apakah Anda harus lebih menggelapkannya atau tidak.


  1. Memotret Siluet



[caption id="attachment_2916" align="aligncenter" width="300"] Gambar 2 foto siluet[/caption]

Siluet adalah salah satu teknik fotografi dengan menempatkan sumber cahaya berada tetap di balik objek. Perbedaan siluet dan backlight terletak pada sudut datangnya cahaya terhadap kamera pada foto backlight, cahaya yang datang ke arah kamera membentuk sudut miring terhadap obyek, sehingga detil bagian depan obyek masih bisa terlihat.
Sedangkan pada siluet, cahaya yang datang ke arah kamera tegak lurus terhadap obyek, sehingga detil bagian depan obyek sama sekali tidak terlihat atau gelap. Siluet akan tampak bagus kalau bentuknya terlihat jelas. Itulah kenapa subjek tunggal biasanya merupakan subjek terbaik.
Trik untuk mendapatkan foto siluet yang bagus adalah dengan cara memotret seolah subjek tidak berada di sana. Foto saja seperti memfoto landscape. Kalau Anda mencoba membidik subjek, kamera anda akan memberikan eksposur yang pas untuk subjek, sehingga foto Anda tidak akan jadi foto siluet yang solid. Jadi, berpura-puralah seolah Anda hendak mengambil foto landscape (dengan matahari di belakang subjek), dan Anda akan berhasil!


  1. Memastikan Agar Foto Matahari Tenggelam Tampak Gelap



[caption id="attachment_2921" align="aligncenter" width="300"] Gambar 3 foto matahari tenggelam tampak gelap[/caption]

Kalau Anda memotret matahari tenggelam maka keadaannya harus tampak gelap. Karena tidak mungkin jika Anda memotret matahari tenggelam tapi keadaan masih terlihat terang benderang seterang satu atau dua jam sebelumnya. Cara untuk memotret matahari tenggelam agar tampak gelap adalah dengan memaksa kamera Anda untuk mengeset foto yang lebih gelap. Anda bisa melakukannya dengan trik exposure compensation seperti yang telah dibahas pada trik memotret backlit di atas, atau anda bisa melakukan dengan berganti pada mode Programmed (pada Nikon; atau mode Program pada Canon), bidik ke arah matahari tenggelam (fokus ke awan sebelah kanan atau kiri matahari, kalau memungkinkan), lalu tekan dan tahan tombol rana Anda setengah. Lihat ke dalam jendela bidik dan ingat-ingat berapa angka diafragma dan kecepatan rana yang dipilih oleh kamera misalnya saja f/8 di 1/200 detik. Ingatlah setelan tersebut dan bergantilah ke mode Manual. Setelah itu stel diafragma Anda di f/8 dan kecepatan rana di 1/200. Kemudian, buat langit tampak lebih gelap dengan cara mengubah angka diafragma dari f/8 ke f/11 dan secara otomatis langit yang anda foto akan tampak lebih gelap daripada hasil yang diambil kamera kalau anda menggunakan mode Program atau Aperture Priority, dan matahari tenggelam akan tampak hebat. Kalau Anda ingin foto yang lebih gelap lagi, cobalah f/14 atau f/16, dan Anda akan mendapat mentari terbenam yang kaya, gelap, dan indah.


  1. Memotret di Malam Hari



[caption id="attachment_2922" align="aligncenter" width="300"] Gambar 4 foto di malam hari[/caption]

Untuk memotret di luar ruangan pada malam hari salah satu tipnya adalah jangan memotret dengan menggunakan salah satu mode standart kamera Anda, seperti Aperture Priority (A pada Nikon atau Av pada Canon), atau mode preset apa pun, seperti Landscape atau Portrait. Jika Anda menggunakan salah satu mode itu pada malam hari maka foto yang Anda hasilkan kesannya akan terlihat terlalu terang. Hasil fotonya tidak akan terlihat seperti yang saat itu terlihat oleh mata Anda. Jika Anda menginginkan hasil foto seperti yang terlihat oleh mata Anda pada saat itu maka gunkanlah mode Manual. Untuk melakukannya Anda harus menggunakan meter di dalam jendela bidik kamera. Setel kecepatan rana awal menjadi 1/30 detik sebagai permulaan. Karena menggunakan kecepatan rana 1/30 detik maka anda membutuhkan tripod. Kemudian, pilih angka diafragma misal f/8 sebagai permulaan. Lalu, lihatlah ke dalam jendela bidik kamera. Pada Nikon, meter itu akan terlihat di ujung kanan atau bagian bawah jendela bidik; pada Canon, akan terlihat di bagian bawah jendela bidik. Ada garis besar di tengah-tengah meter dan garis kecil yang berada di atas dan di bawahnya (atau di sisi kiri dan kanan). Kalau Anda melihat garis-garis di atas garis, artinya foto Anda akan terlalu terang (tercahayai lebih) kalau Anda memotret saat itu, jadi cobalah pindahkan sub-command dial (atau quick control dial), yang akan memilih angka diafragma, sampai anda melihat garis-garis itu menghilang (artinya eksposurnya sempurna). Sekarang, setelan itu mungkin sudah benar (secara teknis), tapi kalau langit malamnya tidak terlihat bagus dan tidak hitam (atau biru tua), teruslah putar tombol penyetel hingga hasil fotonya tampak tercahayai kurang.


  1. Memotret Light Trail



[caption id="attachment_2923" align="aligncenter" width="300"] Gambar 5 foto light trail[/caption]

Light trail atau disebut juga motion blur merupakan salah satu teknik fotografi yang menangkap keindahan sesuatu yang bergerak justru dari efek blurnya. Teknik ini mempunyai kesan gerak yang cepat. Memikirkan foto light trail yang pertama kali terpikir adalah light trail dari mobil atau kendaraan lainnya yang bergerak dan memunculkan sinarnya. Dalam memotret light trail maka Anda memerlukan tripod dan cable release untuk mencegah kamera goyang saat rana terbuka, karena rana akan terbuka selama beberapa detik cukup lama untuk membuat cahaya tampak bergerak. Semakin lama eksposurnya Anda, maka semakin lama pula light trail-nya. Setelah kamera terpasang pada tripod dan cable realese siap digunakan, ubahlah mode kamera ke Manual, lalu setel diafragma yang akan membuat semuanya tampak fokus (misalnya f/11), lalu mulailah dengan kecepatan rana 15 detik. Pastika ISO Anda berada dalam setelan yang paling bersih (unntuk sebagian dSLR Nikon, itu adalah ISO 200; dan pada Canon adalah ISO 100). Saat Anda melihat mobil datang ke arah anda, tekan saja cable realese-nya, tunggu hingga 15 detik, lalu lihatlah imaji pada layar LCD dan tentukan apakah Anda harus menaikkan kecepatan rana ke 20 detik atau lebih. Salah satu lokasi populer dan menarik untuk memotret light trail adalah tempat yang tinggi entah itu di atas jalan layang, jembatan, atau tempat di mana kendaraan berada di bawah Anda.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Ubah Fotomu dengan Style Vintage dan Retro

Ubah Fotomu dengan Style Vintage dan Retro

Ubah Fotomu dengan Style Vintage dan Retro





Dikutip dari: buku Photoshop project



Pengarang : Matius Tomy Suryadi (Elcom)



Penerbit : ANDI Yogyakarta



 



Pernah dengar style retro atau vintage? Style tersebut sedang digemari oleh para ahli photoshop dalam mengedit karya fotonya.



 



Pada dasarnya, apa itu vintage dan retro? Vintage dan retro merupakan style desain yang bertemakan warna-warna zaman dulu.



 



Baik retro maupun vintage memiliki perbedaan. Perbedaanya, retro menampilkan kesan hangat dan warna merah yang dominan, menciptakan suasana kuno dari poster atau foto 80-an. Sedangkan vintage terlihat jauh lebih tua dari retro. Vintage didominasi warna hijau dan warna-warna pudar yang khas dari foto-foto di zaman dulu.



  



Cara mengedit foto bernuansa Retro dan Vintage



Soft Retro





Gambar 1.1 Foto dengan efek soft retro



Berikut ini langkah-langkah membuat foto antik dengan efek soft retro



1.Buka Photoshop CS6 dan siapkan foto yang akan digunakan.



 



Gambar 1.2 Foto yang akan digunakan



2. Tambahkan Create new fill or adjustment layer pada layer Background.



 



Gambar 1.3 Create new fill or adjustment layer



3. Pilih Curves. Curves bisa Anda gunakan untuk mengatur pencahayaan sebuah foto.





Gambar 1.4 Curves



4.  Anda bisa mengatur pencahayaan dengan mengubah posisi garis diagonal. Curves memiliki 3 channel warna utama, yaitu red, green, dan blue. Di sini atur Red, Green, dan Blue seperti gambar di bawah, atau Anda bisa berkreasi sesuai selera Anda.



 



Gambar 1.5 Channel Red, Green, dan Blue



 5. Jika sudah,sekarang gunakan Polygonal Lasso Tool dan buat daerah seleksi seperti gambar.





Gambar 1.6 Membuat area seleksi



 6. Klik kanan pada area seleksi lalu pilih Select Inverse untuk memilih area seleksi sebaliknnya Pergi ke Filter > Blur > Gaussian Blur untuk menambahkan efek blur pada foto Pada kotak dialog Gaussian Blur,gunakan radius sebesar 4.0 Pixel.





Gambar 1.7 Gaussian Blur



7. Buat sebuah background baru dengan pergi ke File > New dengan ukuran 1500 x 1500 Pixel. Ubah warna background baru menjadi hitam menggunkan Paint Bucket Tool.





Gambar 1.8 Paint Bucket Tool



8. Jika sudah, pergi ke lembar keerja foto, lalu pergi channel Layers, pilih kedua layer yang ada dengan terus menekan tombol Ctrl pada keyboard saat memilih kedua layer pada lembar kerja foto.





Gambar 1.9 Memilih Layer



9. Duplikat kedua layer tersebut dengan menglkik kanan, pilih Duplicate Layer.



Pilih destinasi dokumen ke background baru yang sudah dibuat tadi.





Gambar 1.10 Duplicate Layers



10. Pergi ke background. Klik dua kali pada layer foto untuk pergi ke Blending Options.



Pada Blending Options, tambahkan Stroke dengan warna putih untuk memberikan efek garis tepi.





Gambar 1.11 Blending Options Stroke



11. Aktifkan layer background hitam dan gunakan CropTool untuk memotong bagian background yang tidak terpakai.





Gambar 1.12 Crop Tool



12. Jika sudah, gunakan Text Tool untuk memberikan tulisan di dalam foto.





Gambar 1.13 Text Tool



 13. Dan hasilnya akan seperti Gambar 1.14.





Gambar 1.14 Hasil akhir



 



  



Typography Retro





Gambar 2.1 Typography retro



Berikut ini langkah-langkah membuat efek typography retro:




  1. Siapkan dokumen baru berupa foto yang akan diedit.



 



Gambar 2.2 Foto yang digunakan



 2. Buatlah sebuah tulisan seperti pada contoh gambar dibawah.



 



 



Gambar 2.3 Text tool



3. Untuk memudahkan dalam pengeditan, maka kita buat tulisan 'retro' tadi menjadi sebuah Brush yang akan kita pakai nanti dengan cara, pilih Edit - Define Brush Preset lalu setelah Brush diberi nama selanjutnya tekan 'OK'.



 



 



Gambar 2.4 Text penambahan brush



4. Buat layer baru, lalu pilih brush yang baru saja kita buat sebagai masking foto. Perlu diperhatikan, posisi layer brush harus diatas layer foto. Posisikan brush secara acak dengan ukuran yang disesuaikan.



 



 



Gambar 2.5 Penataan brush



5. Masih pada layer brush,  tekan dan tahan tombol 'Ctrl' pada keyboard lalu klik thumbnail layer brush pada pallete layer, maka akan tampak hasil seleksi.



 



 



Gambar 2.6 Hasil seleksi



6. Setelah selesai dengan layer brush, pilih layer foto, lalu tekan 'Ctrl + J', dan akan menghasilkan layer baru yang merupakan perpaduan antara Foto dan Type.  



 



 



Gambar 2.7 Hasil dari layer baru



7. Non-aktifkan layer Foto (Background) dan layer brush denga cara di-klik pada tanda mata disebelah kiri thumbnail layer masing-masing.



 



 



Gambar 2.8 Hasil non-aktif layer foto



8. Buatlah layer baru tepat diatas layer background, lalu warnai dengan 'Paint Bucket Tool'.



 



 



Gambar 2.9 Hasil pewarnaan Paint bucket tool



9. Buatlah latar menjadi mempunyai efek tekstur granite halus dengan cara memilih 'Filter - Disort - Diffuse Glow'. Sesuaikan dengan ngetatur 'Graininess', 'Glow Amount' dan 'Clear Amount'. 



 



 



Gambar 2.10 Efek tekstur granite



10. Lalu pilih layer Type dan buatlah efek bevel dengan cara memilih 'Layer - Layer Style - Bevel and Emboss. Sesuaikan, lalu pilih 'OK'.



 



 



Gambar 2.11 Efek bevel and Emboss



11. Terakhir, kita akan memberi efek bayangan pada Type dengan cara, pilih 'Layer - Layer Style - Drop Shadow'. Sesuaikan, lalu tekan 'OK'. 



 



 



Gambar 2.12 Efek bayangan drop shadow



 



 



 



City Vintage





Gambar 3 City vintage



Berikut langkah-langkah membuat efek city vintage menggunakan Photoshop CS6:




  1. Siapkan dan buka foto yang akan digunakan di Photoshop CS 6.





Gambar 3.1 Foto yang akan digunakan



2. Pergi ke channel Layers, dan gunakan Ctrl+J untuk menduplikat layer Background, dan untuk memudahkan beri nama layer baru tersebut dengan layer foto.





Gambar 3.2 Menduplikat layer Background



3.Klik kanan layer foto, pilih Convert to Smart Object.





Gambar 3.3 Convert to Smart Object



 4.Pergi ke Filter > Others > High Pass, lalu atur seperti Gambar





Gambar 3.4 High Pass



 5. Pada channel layers, klik ganda pada layer High Pass.





Gambar 3.5 Klik ganda pada layer High Pass



 6. Maka akan muncul Blending Options (High Pass). Pada Blending Options (High Pass),  ubah Mode menjadi Overlay.





Gambar 3.6 Mengubah Layer mode



7. Pergi ke Create new fill or adjustment layer yang ada di bawah channel layers, lalu pilih Brightness/Contrast.





Gambar 3.7 Brightness/Contrast



8. Pergi ke Create new fill or adjustment layer yang ada di bawah channel layers, lalu pilih Curves.



    



 



Gambar 3.8 Curves



9. Pergi ke Create new fill or adjustment layer yang ada di bawah channel layers, lalu pilih Color Balance.



    



 



Gambar 3.9 Color Balance



10. Buat layer baru dengan pergi ke Layer > New > Layer, dan gunakan Paint Bucket Tool warna hot pink (#E9077C) untuk memberikan warna pada layer baru tersebut.



     



Gambar 3.10 Memberi warna pada layer baru



 11. Ubah layer mode menjadi Screen dengan Opacity: 30%.





Gambar 3.11 Mengubah layer Mode dan Opacity



12. Pergi ke Create new fill or adjustment layer yang ada di bawah channel layers, lalu pilih Hue/Saturation.





Gambar 3.12 Hue/Saturation



13. Pilih layer foto, lalu pergi ke Filter > Noise > Add Noise. Atur Amount: 6 dengan memilih Uniform.





Gambar 3.13 Noise



14. Masih di layer foto, pergi ke Filter > Lens Correction. Pada Vignate, atur Amount: -100 dan Midpoint: +25.





Gambar 3.14 Lens Correction



 15. Dan hasilnya akan seperti gambar.





Gambar 3.15 Hasil akhir



 



 



 



 



Demikianlah beberapa Tutorial Photoshop Style Vintage and Retro yang nantinya bisa meningkatkan kemampuan kita semua dalam mengolah foto menggunakan aplikasi Adobe Photoshop.Semoga tutorial-tutorial diatas dapat bermanfaat bagi kita semua yang ingin belajar tentang photoshop.



 



 

 

Daftar Pustaka:



Suryadi,Tomy.(2015).Style Vintage dan Retro, Yogyakarta: Penerbit Andi

Bagus,adi. 2009, Edit Foto Dengan Efek Retro Typography Pada Photoshop CS5. Diambil dari: http: //adhehack.blogspot.co.id/2013/02/edit-foto-dengan-efek-retro-typography.html. (2 Februari 2013)