Monday, July 30, 2018

Teknik Pengolahan Audio: Format File Audio

Teknik Pengolahan Audio: Format File Audio
Salah satu unsur multimedia yang tidak kalah penting dalam membuat aplikasi multimedia adalah audio.

Audio dibutuhkan pada suatu aplikasi multimedia untuk meningkatkan kualitas interaksi (suara tombol, suara benar, suara salah, dll), menggambarkan suasana aplikasi (backsound) dan untuk menjelaskan suatu proses seperti narasi konten, petunjuk penggunaan, dll.

Audio atau Suara adalah sesuatu yang dihasilkan oleh benda yang mengalami getaran sehingga menghasilkan gelombang yang berada di udara.

Bentuk gelombang yang berulang-ulang pada waktu tertentu disebut suatu periode.

Periodampwave

Suatu bentuk gelombang yang tidak menghasilkan suara yang periodik sama seperti sebuah noise.

Frekuensi dari suatu suara adalah banyaknya periode gelombang dalam waktu satu detik (Hz).

[perfectpullquote align="full" bordertop="false" cite="" link="" color="" class="" size=""]Daya tangkap pendengaran manusia secara teoritis adalah mulai dari Frekuensi  20Hz sampai 20 kHz. [/perfectpullquote]

Jenis-jenis frekuensi :


  • Infra-sound = 0 – 20 Hz

  • Ultra-sound = 20 KHz – 1 GHz

  • Hyper-sound = 1 GHz – 10 THz



Amplitude adalah tinggi suatu gelombang yang mengisyaratkan besar kecilnya suara yang dihasilkan.

[perfectpullquote align="full" bordertop="false" cite="" link="" color="" class="" size=""]Kualitas Audio ditentukan oleh  Sample rate dan Bit Depth [/perfectpullquote]

Sample rate adalah jumlah sinyal audio yang diambil dalam satu detik ketika melakukan rekaman suara.

Semakin tinggi nilai sample rate ini kualitas audio yang dimainkan semakin baik.

Agar diperoleh suara digital yang bagus maka suara analog harus di-sampling sekitar 2 kali lipat frekuensi-nya.

Karena frekuensi tertinggi suara sekitar 20 kHz, maka sampling yang terbaik haruslah minimal 44.100 sample/detik (kualitas CD).

Bit Depth adalah nilai resolusi suara atau jumlah tingkatan level suara.

Audio 8 bit menyedia kan 2 pangkat delapan atau 256 level.

Audio 16 bit menyediakan 65.536 level dan audio 32 bit memiliki jumlah jangkauan 2 pangkat 32 .

[perfectpullquote align="full" bordertop="false" cite="" link="" color="" class="" size=""]Makin tinggi nilai jangkauan makin baik kualitas, namun demikian ukuran file yang diperlukan juga semakin besar.[/perfectpullquote]

Mono adalah reproduksi suara dengan single - chanel, biasanya hanya ada satu microfon, satu loudspeaker. Menjadi standart untuk telpon radio komunikasi, telpon jaringan, dan induksi loop untuk digunakan dengan alat bantu dengar.



Stereo adalah reproduksi suara menggunakan dua atau lebih independen audio saluran melalui simetris konfigurasi dari pengeras suara demikian rupa untuk menciptakan kesan mendengar suara dari berbagai arah, seperti dalam pendengaran alami.
Rekaman stereo digunakan dalam penyiar Fm dan Digital Audio Broadcasting (DAB) dan di beberapa sistem televisi

Data audio terbagi menjadi dua, yaitu :


  • Audio Digital



Audio Digital adalah reproduksi suara dari sinyal digital yang telah diubah keasalnya menjadi sinyal analog, perekaman suara digital dengan cara pengkodean angka biner hasil dari perubahan sinyal suara analog dengan bantuan frekuensi sampling. Audio digital bisa juga berasal dari suara sintetis, contoh peralatan sumber suara sintetis  adalah MIDI yang merupakan sumber suara digital berbagai instrumen musik yang bisa dimainkan oleh pemusik. Bentuk penyimpanan sinyal digital dalam media berbasis teknologi komputer. Format digital dapat menyimpan data dalam jumlah besar.




  • Audio Analog



Audio analog dihasilkan dengan variasi dari tekanan suara asli. Variasi tekanan udara diubah terlebih dahulu (oleh transuder seperti microphone) ke sinyal listrik. Audio analog biasanya berperforma lebih baik, suaranya masih sama dengan suara asli dan hasil rekaman analog berkualitas baik. Ketidaksempurnaan peralatan analog dapat menimbulkan distorsi (gangguan) seperti bergetar, tape mendesis (seperti dalam kasus kaset).



Sebagai proses digitalisasi terhadap format rekaman musik analog, lagu atau musik digital mempunyai beranekaragam format. Format audio digital diantaranya adalah sebagai berikut:


  • MP3 (MPEG Audio Layer 3)



MP3 saat ini menjadi format audio yang paling populer dalam musik digital, dikarenakan ukuran filenya yang kecil tetapi kualitasnya tidak kalah dengan dengan CD audio. Format MP3 ini dikembangkan dan dipatenkan oleh Fraunhofer Institute.




  • AAC atau MP4



AAC (Advanced Audio Coding) atau MP4 adalah format yang bertujuan meneruskan format audio MP3. Ukuran format ini lebih kecil namun kualitas suaranya lebih bagus. Format ini untuk kebutuhan transfer data yang lebih cepat, sehingga akan lebih enak untuk dipakai di internet, wireless, ataupun audio streaming.




  • WAV



Format audio wav adalah kependekan dari wave. Format ini sangat tepat apabila membutuhkan kualitas audi yang baik dan memiliki tempat penyimpanan yang besar, karena format audio WAV ini memiliki ukuran filenya yang lebih besar disebabkan karena tidak adanya proses kompresi terhadap format ini.




  • WMA (Windows Media Audio)



WMA (Windows Media Audio) adalah format audio yang sangat disukai para vendor musik online karena adanya dukungan terhadap Digital Rights Management (DRM). DRM adalh fitur yang berfungsi untuk mencegah pebajakan musik. Format ini hanya bisa dimainkan dengan Windows Media Player.




  • Ogg Vorbis



Ukuran file format audio yang satu ini lebih kecil, file ini dapat menghemat bandwidth. Ogg Vorbis merupakan satu-satunya format audio digital yang terbuka dan gratis.




  • Real Audio



Real Audio adalah format dari Real Networks yang umumnya digunakan dalam layanan streaming audio. Standar Real Audio menggunakan standar AAC MPEG-4 pada bitrate 128 kbps ke atas.




  • MIDI



MIDI adalah format audio yang lebih cocok untuk suara yang dihasilkan oleh synthesizer atau piranti elektronok lainnya. Ukuran file format audio ini kecil., dan biasanya digunakan oleh musisi atau pemain musik karena dapat dimainkan pada alat musik keyboard.




  • Amiga IFF-8SVX (.IFF, .SVX)



Format Amiga 8SVX adalah 8-bit mono, format ini dihasilkan oleh the Commodore Amiga computer, format ini juga dapat dikompres menjadi 4-bit Fibonacci delta encoded format.




  • Apple AIFF (.AIF, .SND)



Format audio ini adalah format audio standar milik Apple Computer. Format audio ini mendukung fasilitas mono atau stereo.




  • Dialogic ADPCM (.VOX)



Format Dialogic ADPCM ini biasanya ditemui pada aplikasi telepon. Format ini hanya dapat menyimpan audio mono16-bit, dan seperti format ADPCM lainnya file ini dapat dikompres hingga 4-bit.




  • Diamond Ware Digitized (.DWD)



Format audio yang digunakan oleh perangkat Diamond Ware's Sound, biasanya format ini digunakan oleh para programmer untuk menghasilkan audio interaktif yang diaplikasikan pada game dan multimedia. Format ini juga medukung baik mono maupun stereo.




  • Next/Sun (.AU, .SND)



Next/Sun adalah format audio standar yang ditemukan pada NeXT dan Sun Computer.




  • Real Media (.RM)



Format audio ini biasanya dapat ditemukan pada jaringan internet.




  • Sound Blaster (.VOC)



Format audio file dari Sound Blaster dan format file suara dari Sound Blaster Pro. Format ini hanya mendukung 8-bit audio mono hingga 44.1 KHz, dan stereo hingga 22 KHz.




  • PCM Raw Data (.PCM)



PCM (Pulse Code Modulation) adalah format audio yang sangat sederhana. Format ini adalah format file standar yang belum dikompres seperti halnya file .WAV pada Windows atau AIFF pada Apple.

Wednesday, July 25, 2018

Teknik Pengolahan Video: Format Video

Teknik Pengolahan Video: Format Video
Video adalah teknologi pemrosesan sinyal elektronik yang mewakilkan gambar bergerak. Video terdiri dari banyak gambar diam yang tersusun hingga jika gambar tersebut berganti-ganti dengan kecepatan tinggi dan dilihat oleh mata manusia akan tampak bergerak.

Kata video berasal dari kata Latin, “Saya lihat”. Istilah video juga digunakan sebagai singkatan dari videotape (kaset/pita video), dan juga perekam video dan pemutar video.

[perfectpullquote align="full" bordertop="false" cite="" link="" color="" class="" size=""]Video adalah rangkaian gambar yang berupa sinyal gambar elektromagnetik.[/perfectpullquote]



Pembuatan video diilhami dari konsep Motion Pictures Film (atau film gambar bergerak) yang sudah ada terlebih dulu (tahun 1889). Film macam ini dinamakan sebagai film seluloid. Gambar tertempel di dalam pitanya. Sementara video juga memiliki konsep yang sama dimana gambar dilekatkan ke dalam pita penyimpanan video.

Hanya saja, gambar yang disimpan oleh kamera video berbeda dengan gambar yang disimpan oleh pita film seluloid. Di dalam pita video, gambar ditrasfer ke dalam bentuk gelombang-gelombang transfersal yang sering disebut dengan “sinyal video”.

Sebuah video terdiri dari beberapa element yang dapat diuraikan sebagai berikut:


  • Frame Rate



Ketika serangkaian gambar mati yang bersambung dimainkan dengan cepat dan dilihat oleh mata manusia, maka gambar-gambar tersebut akan terlihat seperti sebuah pergerakan yang halus. Jumlah gambar yang terlihat setiap detik disebut dengan frame rate. Diperlukan frame rate minimal sebesar 10 fps (frame per second) untuk menghasilkan pergerakan gambar yang halus. Film-film yang dilihat di gedung bioskop adalah film yang diproyeksikan dengan frame rate sebesar 24 fps, sedangkan video yang dilihat pada televisi memiliki frame rate sebesar 30 fps (tepatnya 29.97 fps).



[perfectpullquote align="full" bordertop="false" cite="" link="" color="" class="" size=""]Frame rate digunakan sebagai format standar NTSC, PAL dan SECAM yang berlaku pada negara-negara didunia.[/perfectpullquote]




  • Aspect Ratio



Pixel aspect ratio menjelaskan tentang ratio atau perbandingan antara lebar dengan tinggi dari sebuah Pixel dalam sebuah gambar.



Frame aspect ratio menggambarkan perbandingan lebar dengan tinggi pada dimensi frame dari sebuah gambar.



Sebagai contoh, D1 NTSC memiliki pixel aspect ratio 0.9 (0.9 lebar dari 1 unit tinggi) dan memiliki pula pixel aspect ratio 4:3 (4 unit lebar dari 3 unit tinggi).




  • Resolusi Spasial dan Frame Size



Lebar dan tinggi frame video disebut dengan frame size, yang menggunakan satuan piksel, misalnya video dengan ukuran frame 640×480 piksel. Dalam dunia video digital, frame size disebut juga dengan resolusi.



Semakin tinggi resolusi gambar maka semakin besar pula informasi yang dimuat, berarti akan semakin besar pula kebutuhan memory untuk membaca informasi tersebut.



Misalnya untuk format PAL D1/DV berukuran 720×576 piksel, format NTSC DV 720×480 piksel dan format PAL VCD/VHS (MPEG-1) berukuran 352×288 piksel sedangkan format NTSC VCD berukuran 320×240 piksel.




  • Level Bit



Level bit atau Bit depth menyatakan jumlah atau banyaknya bit yang disimpan untuk mendeskripsikan warna suatu piksel.



Sebuah gambar yang memiliki 8 bit per piksel dapat menampilkan 256 warna, sedangkan gambar dengan 24 bit dapat menampilkan warna sebanyak 16 juta warna.




  • Laju Bit



Laju bit disebut juga dengan nama laju data. Laju bit menentukan jumlah data yang ditampilkan saat video dimainkan. Laju data ini dinyatakan dalam satuan bps (bit per second).



[perfectpullquote align="full" bordertop="false" cite="" link="" color="" class="" size=""]Laju data berkaitan erat dengan pemakaian dan pemilihan codec (metode kompresi video).[/perfectpullquote]



Beberapa codec menghendaki laju data tertentu, misalnya MPEG-2 yang digunakan dalam format DVD dapat menggunakan laju bit maksimum 9800 kbps atau 9,8 Mbps, sedangkan format VCD hanya mampu menggunakan laju bit 1,15 Mbps.



Kemudian perlu diingat bahwa jika setiap orang punya 1 player video, bayangkan jika seluruh manusia di bumi punya player video dengan cara kerja yang berbeda. Produsen-produsen videopun banyak sekali. Pasti akan kerepotan memutar video yang satu dengan video yang lain. Melihat itu, mulailah muncul kesepakatan-kesepakatan untuk menyamakan konsep standar video.

Serikat Industri Film & Broadcasting (SMPTE, Society of Motion Picture and Television Engineers) di dunia pada tahun 1939 mulai membuat standar penyiaran, yang juga digunakan sebagai standar sistem video. berikut adalah standar sistem video:


  • NTSC (National Television System(s) Comitee)



Adalah kesepakatan sistem video serta sistem penyiaran milik Amerika Serikat. Kemudian sistim ini digunakan oleh beberapa negara bekas jajahan sekutu (Amerika Serikat), seperti Jepang dan Korea Selatan.




  • PAL (Phase Alternation by Line)



Merupakan penemuan orang Jerman bernama Walter Bruch yang bekerja di Telefunken GmBH. Pertama kali dikenalkan pada tahun 1967. Banyak digunakan oleh negara-negara Eropa, Asia dan Timur Tengah. Pada tahun 1962 TVRI muncul, standar inilah yang digunakan oleh Indonesia.




  • SECAM (Séquentiel Couleur Avec Mémoire)



Sistem ini tidak begitu populer. Digunakan di Brazil dan Perancis. Secara konsep mirip dengan sistem PAL. Karena memang SECAM adalah bawaan Hendry de France dari perusahaan RCA Technologies GmBH, Perancis yang membeli Telefunken.



Pada perkembangannya kemudian standar-standar diatas berkembang dengan sendirinya sesuai dengan perkembangan jaman pada wilayah (negara) masing-masing. PAL misalnya, berkembang menjadi 2 jenis : M/PAL, N/PAL dan PAL-PLUS. Untuk NTSC berkembang menjadi NTSC 3.58 dan NTSC 4.43. Sedangkan SECAM mengeluarkan format baru (untuk Uni Sovyet) yaitu MESECAM.

Selain itu, format file yang berbeda-beda juga dipengaruhi dari alat perekamnya, atau kamera yang digunakan untuk merekam video tersebut.

Format file video sendiri, adalah sebuah format file video yang membagi file dalam beberapa kategori, tergantung perangkat perekam dan pemutarnya.

Secara garis besar, format video yang berkembang saat ini dapat dibedakan menjadi beberapa kategori yaitu:


  1. Video analog format encoding: NTSC, PAL, SECAM, RF, Composite Video, Component Video, S-Video, dan RGB. 2.

  2. Video analog format kaset: Ampex, VERA (BBC), U-matic, Betamax, Betacam, Betacam SP, VHS, S-VHS, VHS-C, Video 2000, 8mm tape, dan Hi8.

  3. Video digital format kaset: D1, D2, D3, D4, D5, Digital Betacam, Betacam IMX, D-VHS , DV, MiniDV, MicroMV, dan Digital8.

  4. Disk optik format penyimpanan: VCD, DVD, dan LaserDisk.

  5. Video digital terpilih format encoding: CCIR 601, MPEG-2, H.261. H.263. dan H.264



Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, bahwa jenis format file video sangat beragam.

Semua terantung dari perangkat perekam yang digunakan untuk merekam video tersebut. Untuk lebih jelasnya, mari kita ulas satu persatu jenis-jenis format video.


  • ASF (Advance Streaming Format): Format video ini sering digunakan dalam jaringan internet.

  • AVI (Audio Video Interleaved): Adalah format video yang bisa menyesuaikan format audio dengan alat yang digunakan untuk memutar video tersebut.

  • DV (Digital Video): Format video kualitas rumahan ini biasa dihasilkan dari kamera digital.

  • VCD Video: Adalah format video dalam bentuk VCD.

  • DVD Video: Adalah jenis file video dalam format DVD, format ini memiliki kualitas yang lebih baik dibanding VCD.

  • MOV: Adalah salah satu format video untuk player apple Quick time. Format file video ini biasa digunakan dalam pengiriman yang menggunakan jaringan internet.

  • MPEG 1: Jenis format video ini merupakan kelas industri video, dengan kualitas gambar setara VHS serta memiliki kualitas suara atau audio setara dengan CD.

  • MPEG 2: Format video yang memiliki kualitas suara setara dengan CD, dan memiliki kualitas gambar level siaran.

  • MPEG 4 / MP4: Format file video ini sudah lebih bagus dari MPEG 1 dan 2. Karena memiliki kualitas gambar yang jauh lebih bagus, tapi dikemas dalam ukuran file yang lebih kecil.

  • WMV (Window Media Video): Format video yang satu ini merupakan pengembangan dari format

  • SF. File video dalam format ini biasa digunakan untuk pengiriman dalam jaringan internet.

  • 3GPP/3GP (3rd Generation Partnership Project): Format video ini sering sekali digunakan untuk kebutuhan multi media, yang memiliki ukuran lebih kecil dan kualitas gambar dibawah MP4.



Itulah penjelasan tentang pengertian dan jenis format file video, yang digunakan untuk beberapa keperluan dan tergantung dari kebutuhannya.

Masing-masing format video tadi, memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Perbedaan yang paling mencolok biasanya ada pada kualitas gambar dan suara, selain itu juga sangat berbeda dari segi ukuran.

 

Sunday, July 15, 2018

Teknik Animasi 3D: Obyek 3 Dimensi

Teknik Animasi 3D: Obyek 3 Dimensi
Obyek 3D (Three Dimensional) atau tiga dimensi adalah setiap obyek yang mempunyai lebar, tinggi, dan kedalaman (width, height, dan depth).

Dengan kata lain obyek 3D adalah obyek yang dipaparkan dalam bentuk 3 dimensi pada koordinat x, y, dan z.

koordinat x, y, z

Menggambar Obyek Tiga Dimensi (Perspektif) adalah kegiatan menuangkan angan-angan dalam ukuran tiga dimensi kedalam kertas dua dimensi, baik dengan pengamatan langsung atau berdasarkan kenyataan.

Sebuah objek akan terlihat atau tergambar lebih besar ketika berdekatan dengan mata dan semakin kecil terlihat atau tergambar ketika semakin jauh dengan mata dan akhirnya menghilang di titik horizontal.

Seperti pada artikel sebelumnya, Teknik Animasi 3D, disebutkan bagian-bagian dalam sebuah obyek 3 dimensi, yaitu:


  • Vertex



Dalam objek 3 dimensi, Vertex (plural : Vertices), dapat diistilahkan sebagai titik (jamak : Simpul), adalah titik di mana dua atau lebih garis lurus bertemu.



vertex


  • Edge



Dalam obyek 3 dimensi, Edge, dapat diistilahkan sebagai tepi, adalah ruas garis yang menghubungkan dua simpul.



edge


  • Face



Dalam obyek 3d, Face, dapat diistilahkan sebagai wajah / sisi / permukaan, adalah salah satu permukaan individual dari sebuah benda padat.



face

[perfectpullquote align="full" bordertop="false" cite="" link="" color="" class="" size=""]Pada prinsipnya, semua obyek 3D dibangun dari minimal dua titik (vertices) yang membentuk rusuk (edge) dan minimal ada tiga rusuk yang akan membentuk satu sisi (face).[/perfectpullquote]

face-edge-vertex

Obyek 3D memiliki beberapa karakteristik seperti:


  • Pesan yang sama dapat disebarkan keseluruh siswa secara serentak.

  • Penyajiannya berada dalam kontrol guru.

  • Cara penyimpanannya mudah (praktis).

  • Dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan indera.

  • Menyajikan objek-objek secara diam.

  • Terkadang dalam penyajiannya memerlukan ruangan gelap.

  • Lebih mahal dari kelompok media grafis.

  • Sesuai untuk mengajarkan keterampilan tertentu.

  • Sesuai untuk belajar secara berkelompok atau individual.

  • Praktis digunakan untuk semua ukuran ruangan kelas.

  • Mampu menyajikan teori dan praktik secara terpadu.



Selain karakteristik, obyek 3D ada beberapa macam, yaitu:


  • Box

  • Sphare

  • Cylinder

  • Tube

  • Pyramid

  • Plane

  • Hedra



Berikut beberapa contoh obyek 3D:


  • Sphare



Sphare atau bola merupakan suatu obyek 3 dimensi yang awalnya terbentuk dari kumpulan circle-cirle yang tak terhingga menjadi satu, Sehingga membentuk sebuah bola.



Sphare


  • Cylinder



Cylinder merupakan obyek 3 dimensi yang awalnya terbentuk dari lingkaran yang memiliki ukuran panjang. Jadi pada cylinder terdapat ukuran jari-jari,diameter dan tinggi.



Cylinder


  • Box  



Box adalah sebuah obyek 3 dimensi yang terbuat dari kumpulan objek 2 dimensi, maksudnya sebuah box merupakan kumpulan dari sebuah bidang persegi yang saling dihubungkan satu sama lain.



box

Nah sudah dapat gambaran awal mengenai apa itu Obyek 3D kan?

selanjutnya kita akan fokus belajar beberapa hal berikut ini:


  1. Teknik Animasi 3D: Obyek 3 Dimensi

  2. Teknik Animasi 3D: Aplikasi Pemodelan 3 Dimensi  (proses penyusunan)

  3. Teknik Animasi 3D: Pemodelan Obyek 3 Dimensi  (proses penyusunan)

  4. Teknik Animasi 3D: Pengolahan Model Obyek 3 Dimensi  (proses penyusunan)

  5. Teknik Animasi 3D: Teks 3 Dimensi  (proses penyusunan)

  6. Teknik Animasi 3D: Rigging  (proses penyusunan)

  7. Teknik Animasi 3D: Karakter 3 Dimensi  (proses penyusunan)

  8. Teknik Animasi 3D: Efek Khusus  (proses penyusunan)

  9. Teknik Animasi 3D: Rendering  (proses penyusunan)

Monday, July 2, 2018

Kreasi Efek Audio menggunakan Adobe Audition CS6

Kreasi Efek Audio menggunakan Adobe Audition CS6
Haii guys! Kali ini kita akan membahas software editing file audio yaitu Adobe Audition CS6. Software ini cukup populer di kalangan editor, hasil audio-nya pun memuaskan. Sebelum membahas cara mengedit file audio di Adobe Audition CS6, kali ini kita mengenal dulu tentang Adobe Audition.


  1. PENGENALAN ADOBE AUDITION



Software editing audio yang dikeluarkan oleh Adobe untuk menggantikan Cool Edit Pro. Adobe Audition dirilis pada tahun 2003 bulan Agustus, versi pertama yang dirilis adalah Adobe Audition 1.5. Tampilan, interface, dan menu dari Adobe Audition 1.5 mirip Cool Edit Pro.



Gambar 1.1 Tampilan Waveform Cool Edit Pro





Gambar 1.2 Tampilan Waveform Adobe Audition 1.5



Dari segi tampilan memang tidak jauh berbeda antara Cool Edit Pro dengan Adobe Audition 1.5. Perbedaannya pada menu efek suara, Adobe Audition mempunyai efek suara yang lebih banyak daripada Cool Edit Pro. Kedua software ini sama-sama memiliki tampilan multitrack session.



Gambar 1.3 Tampilan Multitrack Cool Edit Pro





Gambar 1.4 Tampilan Multitrack Adobe Audition 1.5



Kedua software ini hanya memiliki tiga pengaturan equalizer yaitu low, mid, dan high. Tiga pengaturan equalizer ini menyebabkan kualitas suara yang di dapat tidak sebagus Adobe Audition CS6 yang memiliki 30 pengaturan equlizer.


  • Keunggulan Adobe Audition CS6




  1. Setiap channel mixer dilengkapi dengan level audio meter, untuk memantau level suara.

  2. Grafik equalizer terdiri dari 30 slide band sehingga hasil pengeditan suara lebih maksimal.

  3. Adanya efek dynamics processing untuk menyaring dan membatasi level audio yang terlalu besar.




  • Fitur Waveform dan Multitrack



Fitur Wavefrom adalah fitur yang digunakan untuk mengedit suara tunggal. Fitur ini dapat membuat proses editing audio dilakukan secara teliti, karena hanya mengedit satu track / audio saja.



Gambar 1.5 Tampilan Waveform Adobe Audition CS6



Fitur Multitrack adalah fitur yang digunakan untuk mengedit file audio secara massal. Setiap file audio dapat ditempatkan pada beberapa channel yang disediakan dan dapat diedit satu per satu.



Gambar 1.6 Tampilan Multitrack Adobe Audition CS6




  1. MENGOLAH FILE AUDIO TUNGGAL



A. Input file audio




  1. Buka software Adobe Audition – klik ikon Waveform di pojok kiri atas – beri nama file audio – lalu klik menu File, pilih Open File yang telah dimasukkan akan tampil di layar.

  2. Klik File, pilih Import – lalu pilih file ( CTRL + I ).



B. Menambah Gain Audio

Adalah langkah yang dilakukan jika file audio mempunyai level yang terlalu kecil. Selain itu bisa untuk menurunkan gain audio, Gain audio diturunkan jika level audio terlalu tinggi melawati batas -3 dB (desible). 



Gambar 1.7 Tampilan Menambah Gain Audio Adobe Audition CS6



Langkah:


  1. Buka halaman Adobe Audition bagian Waveform Editor

  2. Pilih file audio yang ingin dinaikkan gain-nya

  3. Blok bagian audio yang akan dinaikkan gain-nya

  4. Klik tombol volume, setelah itu tarik ke kanan untuk menambah gain

  5. Cara membuat gain audio dari kecil menjadi besar, menggunakan fade in di menu Favorites

  6. Sebaliknya, untuk membuat gain audio menurun dari level tinggi ke level rendah, menggunakan fade out di menu Favorites.



C. Memotong file audio

Ketika melakukan recording, ada beberapa suara yang tidak diinginkan masuk ke dalam rekaman. Sehingga harus memotong suara tersebut.

Langkah :


  1. Buka halaman Adobe Audition bagian Waveform Editor

  2. Pilih file audio yang ingin diedit

  3. Blok bagian audio yang akan diedit, lalu klik kanan pilih delete. 





Gambar 1.8 Tampilan Memotong Audio Adobe Audition CS6




  1. MENGOLAH BEBERAPA FILE AUDIO 



A. Mengubah tampilan Workspace

Workspace merupakan susunan menu-menu pada Adobe Audition yang disusun berdasarkan kebutuhan. Pilihan workspace yang disediakan adalah Classic, Default, Edit Audio to Video, Mastering and Analysis, Maximum Editing, dan Radio Production.

1. Workspace Default adalah tampilan Adobe Audition yang di desain supaya pengguna merasa lebih mudah dalam pemakaian-nya.



Gambar 1.9 Tampilan Workspace Default Adobe Audition CS6



Kelemahan workspace ini, ketika menggunakan Mixer tidak akan dijumpai pengaturan transport seperti ikon Record, Pause, dan Stop.

2. Workspace Classic, keunggulan tampilan ini tool untuk record yang disediakan relatif lebih lengkap seperti Transport, Time, Zoom, dan Selection View.



Gambar 1.10 Tampilan Workspace Classic Adobe Audition CS6



Keunggulan tampilan ini pada bagian Mixer disediakan tool seperti pada bagian editor yang memudahkan ketika melakukan proses recording.

3. Workspace Mastering and Analysis, di desain dan ditujukan bagi kategori profesional. Ciri khas dari tampilan ini adalah Frequency Analysis dan phase meter, sehingga editor dapat menganalisis dan mengetahui kualitas suara yang dihasilkan.



Gambar 1.11 Tampilan Workspace Mastering and Analysis Adobe Audition CS6



Salah satu kelemahan dari tampilan Mastering and Analysis adalah kurang lebarnya tempat editor dan mixer, sehingga kesulitan ketika akan memotong atau menyusun track lagu ke dalam editor.

4. Workspace Radio Production dibuat dan ditujukan bagi editor audio yang bergerak di stasiun radio. Tool yang disediakan relatif lengkap untuk mengedit jinggle dan membuat iklan radio. Tool yang disediakan seperti Music Properties, Markers, Basic Setting, dan Playlist yang cocok untuk editing maupun produksi iklan pada stasiun radio.



Gambar 1.12 Tampilan Workspace Radio Production Adobe Audition CS6



Keunggulan dari tampilan Radio Production adalah ruang editor dan mixer yang relatif luas, sehingga dapat leluasa menyusun file maupun memotong file audio. Namun, memiliki beberapa kelemahan, diantaranya tidak ditampilkannya Frequency Analysis dan Phase meter, sehingga editor harus menampilkan menu tersebut sendiri.

5. Workspace Edit Audio to Video. Memiliki desain hampir sama dengan workspace default. Perbedaannya terletak pada menu video yang ada dibagian kiri atas. Tampilan dari mixer pada workspace ini tidak jauh berbeda dari tampilan mixer pada workspace default.



Gambar 1.13 Tampilan Workspace Edit Audio to Video Adobe Audition CS6



6. Workspace Maximum Editing. Keunggulan dari workspace ini adalah editor dan mixer terbagi menjadi dua bagian, sehingga editor dapat mengedit sekaligus menggunakan mixer dalam waktu yang bersamaan.





                    Gambar 1.14 Workspace Maximum Editing Adobe Audition CS6




  1. MELAKUKAN TRACK RECORD UNTUK INPUT FILE AUDIO



A. Perangkat Rekaman Audio

1. Mixer Audio berfungsi untuk mencampur suara yang masuk, baik melalui microphone maupun melalui Line in. Mixer audio dapat difungsikan untuk berbagai keperluan, seperti rekaman, call center, dan sebagainya. Mixer audio terbagi menjadi 2 yaitu Mixer Audio Analog dan Mixer Audio Digital.



     

Gambar 1.15 Mixer Audio Analog                              Gambar 1.16 Mixer Audio Digital

2. Microphone adalah alat yang digunakan untuk mengubah sinyal suara menjadi gelombang listrik. Digunakan untuk peralatan telekomunikasi seperti handphone, handy talky, alat perekam, serta membantu dalam proses siaran TV dan Radio.



Gambar 1.17 Microphone



3. Audio Prosessor adalah perangkat yang digunakan untuk mengolah suara. Perangkat ini membuat suara yang kurang jelas menjadi lebih jelas.





Gambar 1.18 Audio Prosessor.



4. Kabel dan Konektor berfungsi untuk menghubungkan perangkat satu dengan perangkat lain. Apabila konektor yang digunakan tidak sesuai, maka semua peralatan tidak akan terhubung.



Gambar 1.19 Kabel dan Konektor



 

DAFTAR PUSTAKA




  1. Wahana Komputer. 2009. Panduan Praktis: Sound Editing dengan Adobe Audition 3.0. Andi Offset : Yogyakarta

  2. Help Adobe Audition CS6

  3. https://helpx.adobe.com/audition/topics.html

  4. http://www.audioarchive.org/podcasting_tutorial/adobe-audition-tutorial.html

  5. http://blog.infiniteskills.com/category/media-design/adobe-audition-cs6/

Sunday, July 1, 2018

Cari tau Istilah Desain Grafis?? Disini aja!!

Cari tau Istilah Desain Grafis?? Disini aja!!
Di dalam desain grafis kalian pasti menemukan istilah – istilah yang mungkin awam di telinga kalian. Kami akan menjelaskan beberapa istilah yang sering muncul di dalam desain grafis. Berikut adalah istilah yang ada di desain grafis :

Absorbency : Kemampuan kertas untuk menyerap cairan tinta.

Acid-free paper : Jenis kertas yang bebas dari sifat asam, nilai ph-nya 7,0. Kertas jenis ini dapat membuat sebuah dokumen bertahan lebih lama.

Additive Color : Warna aditif, yang dihasilkan dari penggabungan ketiga warna utamanya yaitu merah, hijau dan biru (RGB). Penggabungan diantara ketiga warna tersebut hampir dapat menghasilkan seluruh warna. Apabila ketiganya digabungkan secara bersamaan, maka akan menghasilkan warna putih.

Adjustment Layers : Sebuah layer terpisah, yang memungkinkan penambahan efek atau modifikasi image tanpa merusak image aslinya, terutama modifikasi seputar warna.

Alignment : Perataan teks atau objek dalam sebuah dokumen. Digunakan untuk mengatur posisi teks atau objek ataupun posisi antara keduanya ketika terdapat dalam satu dokumen. Beberapa jenis perataan yang dapat diaplikasikan pada teks atau objek antara lain : perataan kanan, kiri, tengah, atas dan bawah.

Alkaline Paper : Jenis kertas yang mempunyai daya tahan cukup lama. Jenis kertas ini lebih sering digunakan dalam pembuatan buku, peta dan dokumen penting.

Animated GIF : Animasi sederhana yang sering digunakan dalam website. Animated GIF terdiri dari serangkaian image GIF yang ditempatkan secara berurutan.

Animation : Serangkaian potongan image grafis yang disatukan dalam urutan dengan waktu tertentu untuk memberikan efek pergerakan yang saling berkelanjutan.

Animation : Rangkaian gambar 2 dimensi atau 3 dimensi yang diberi efek ilusi gerak secara mekanik elektronis sehingga rangkaian gambar tersebut tampak bergerak.

Archiving Data : Usaha menyimpan data atau copy dari informasi penting untuk jangka panjang, di alat/tempat lainnnya.

Art Director : Orang yang bertanggung jawab pada proses kreatif dan produksi pada sebuah projek.

Aspect Ratio : Rasio atau perbandingan antara ukuran lebar (horizontal) dan tinggi (vertikal) pada sebuah image. Biasanya sebuah image memiliki aspect ratio adalah 4:3, misalnya image itu mempunyai ukuran 640 x 480 pixels.

Auto Trace : Fitur dalam software image editor atau desain grafis yang dapat membuat trace (menjiplak/menelusuri) secara otomatis pada sebuah image/sketsa hasil scanning.

ActionScript : Bahasa pemrograman yang berisi kode – kode yang biasanya digunakan pada program Flash untuk pembuatan animasi.

Analog : Suatu bentuk gelombang suara yang bersifat natural.

Analog to Digital Converter (ADC) : Sebuah alat yang digunakan untuk mengubah bentuk gelombang suara dari analog kedalam format digital yang kemudian ditampilkan dalam bentuk angka – angka digital.

Anime : Jenis film animasi yang didasarkan pada komik buatan Jepang.

Audience : Individu atau kelompok yang sedang mendengarkan atau melihat sesuatu. Biasanya istilah ini digunakan bagi penonton program televisi atau pendengar program radio.

Audio : Sesuatu yang berhubungan dengan suara; sinyal yang dipancarkan melalui sinyal radio dan televisi.

Audio Streaming : Proses distribusi data dalam bentuk audio yang dapat didengarkan secaa langsung melalui internet, tanpa harus mendownloadnya.

Authoring Software : Suatu program yang digunakan untuk menciptakan video tutorial. Authoring software yang paling populer adalah Macromedia Director, Microsoft Visual Basic dan Asymetrix Toolbox.

Bevel : Efek yang dihasilkan dari software desain grafis, yang dapat membuat kesan pada image menjadi lebih tinggi atau muncul dari permukaan, sehingga terlihat sebagai image 3 dimensi.

Bezier : Teknik menggambar dalam software desain grafis dengan penggunaan anchor point dan handle – handle untuk menciptakan sebuah bentuk yang tidak beraturan.

Bitmap (BMP) : Jenis format file image; bitmap ditunjukan oleh jaringan dot atau sejumlah dot (titik) yang membentuk sebuah foto digital. Setiap dot tersimpan paling sedikit dalam satu bit data; istilah untuk file line-art scan atau setting dalam scanner.

Bleed : Sebuah efek yang diciptakan dari hasil mencampur satu objek dengan objek lainnya melalui bentuk ataupun warnanya.

Brightness : Tingkat gelap terang dalam sebuah image; intensitas sumber cahaya atau level pencahayaan pada warna.

Bit : Satuan terkecil dalam sistem perhitungan digital.

Broadcasting : Pendistribusian sinyal suara (radio) dan video (televisi) yang ditransmisikan kepada penonton diberbagai wilayah sehingga bisa melihat program radio dan televisi tersebut.

CMYK : Singkatan dari Cyan, Magenta, Yellow, Black. Empat tinta warna olahan yang digunakan dalam proses percetakan; color model lainnya dalam software desain grafis dan image editor.

Color Model : Sistem yang digunakan untuk menciptakan, menentukan atau menggambarkan warna; color model yang sering digunakan adalah RGB dan CMYK.

Contrast : Perbedaan antara area terang dan gelap dalam sebuah image. Nilai kontras yang semakin tinggi menunjukan perbedaan yang semakin besar.

Crop : Tool untuk memotong atau membuang bagian yang tidak diperlukan dalam sebuah image.

Digital : Suatu teknologi yang berfungsi untuk mengubah sinyal video atau audio kedalam bentuk angka 0 atau 1 off dan on.

Export : Menyimpan file desain dalam format lainnya agar bisa dibuka dalam aplikasi atau program lainnya.

Element : Bagian – bagian yang berbeda dalam sebuah rancangan desain, misalnya logo, headline, image atau border.

Filter : Efek yang telah dibuat secara otomatis, dengan tujuan memudahkan pembuatan efek – efek tertentu pada image, yang mungkin akan sulit jika dibuat secara manual.

Flash : Software animasi grafis berbasis vektor dari Adobe yang dapat menciptakan animasi yang terlihat sama dalam segala macam browser.

Graphic Design : Visualisasi dari sebuah ide atau konsep. Istilah ini digunakan untuk segala aktivitas desain visual, termasuk desain logo, website, publikasi, dan lainnya.

Icon : Gambar yang digunakan untuk mewakili sebuah tool, objek, file atau item aplikasi lainnya.

Image Resolution : Jumlah pixel per inci pada sebuah image, yang diukur dengan satuan ppi (pixels per inch).

JPEG (Joint Photographic Elektronic Group) : Metode kompresi ukuran file image dengan cara membuang detail gambar yang tidak penting.

Kerning : Pengaturan spasi/ jarak antar huruf secara horizontal.

Keyframe : Frame khusus yang berisi informasi tentang perubahan pada objek yang memungkinkan objek tersebut bergerak.

Motion Picture Experts Group (MPEG) : Sebuah format file video; Perangkat keras yang digunakan untuk mengurangi ukuran file video.

Multimedia : Penggabungan beberapa media yang mencakup teks, grafis, gambar, audio, video, dan animasi secara terintegrasi yang diolah menjadi data digital.

Noise : Menggambarkan kemunculan pixels dalam image yang mengandung warna acak.

Object : Bagian – bagian yang terdapat dalam sebuah image, yang dapat diberi perlakuan terpisah.

Outline : Garis tepi pada teks atau gambar.

Page Layout : Tata letak atau susunan elemen yang terdapat dalam halaman.

Pixel : Elemen image terkecil yang merupakan tempat bernaungnya sebuah warna.

PNG (Portable Network Graphics) : Salah satu format file yang menggunakan metode kompresi lossless. Format ini sering digunakan dalam website dan pada umumnya lebih besar ukuan filenya dari pada file GIF.

RGB (Red, Green, Blue) : Sebuah model warna yang terdapat dalam software desain grafis yang digunakan untuk menentukan warna pada desain yang terlihat melalui layar monitor.

Rotate : Memutar seluruh atau sebagian image dengan derajat kemiringan berapa pun.

Signal : Arus data yang mengalir melalui jalur transmisi.

Value : Derajat atau nilai kecerahan atau kegelapan dalam seuah warna.

Video : Rangkaian frame yang memadukan suara dan gambar yang ditampilkan secara cepat sehingga gambar tampak bergerak.

X-Height : Ketinggian dari huruf kecil yang tidak memiliki ascender dan decender, seperti huruf a, c, e atau m.

Zoom : Melihat image lebih dekat (Zoom In) atau lebih jauh (Zoom Out).

ZIP (Zone Information Protocol) : metode kompresi file menjadi ukuran yang lebih kecil, sehingga dapat memudahkan dalam proses transfer melewati internet atau lainnya.

 

Demikian artikel yang saya tulis , artikel ini saya tulis berdasarkan istilah desain grafis karya Jubilee Enterprise . Semoga bermanfaat ya....

 

DAFTAR PUSTAKA

Pengarang : Jubilee Enterprise

Penerbit : PT . Elex Media Komputindo

 

Lebih dekat dengan tipografi

Lebih dekat dengan tipografi



Apa kabar semuanya, semoga baik–baik yaa, oh iya pada kesempatan ini kita akan  belajar lebih dekat dengan tipografi, udah pada siap belum? Yuk langsung saja. Sebelumnya apakah kalian sudah pernah mendengar istilah tipografi? Jika kalian ingin belajar desain grafis, wajib mengetahui istilah ini karena akan sangat membantu dalam mengerjakan sebuah pekerjaan desain. Nah artikel berikut ini akan menjelaskan apa itu tipografi serta hal-hal apa saja yang kira-kira melibatkan tipografi.

Perlu kita ketahui bahasa tulis merupakan salah satu bentuk sarana komunikasi yang dekat dengan manusia hingga saat ini. Bahasa tulis ini dapat berbentuk kata, kalimat, maupun paragraf. Mereka dibentuk dari satuan terkecil bahasa tulis yaitu huruf. Lalu tipografi sendiri itu apa sih? Tipografi adalah ilmu yang mempelajari ilmu sebagai bagian dari seni sendiri. Ilmu ini mempelajari bagaimana penggunaan huruf, seperti bentuk huruf, ukuran, jarak antar huruf, jarak antar kalimat dan lain sebagainya.

Mengenal anatomi dan bentuk huruf merupakan langkah awal kita untuk lebih memahami tipografi. Sama seperti ketika akan memahami suatu bentuk atau objek, kita juga perlu memahami tiap sisi bagian bagiannya. Bagian–bagian inilah yang kemudian membedakan satu huruf dengan huruf lainnya, kita bisa membedakan, misalnya huruf M, N, O, dan Z, dengan mengenal bagian-bagian huruf ini. Dengan memahami bagian-bagian huruf ini dengan baik, kita akan terbantu dalam memahami karakteristik huruf tersebut.

               Gambar 1.1: Anatomi huruf



Secara umum anatomi huruf dibagi dalam beberapa bagian, seperti baseline, capline, meanline, x-height, ascender, dan descender. Apa kalian sudah paham mengenai pengertian dari masing-masing bagian dari anatomi huruf ini? kalau belum paham yuk kita bahas satu per satu.


  • Baseline merupakan garis semu yang menjadi batas bawah dari setiap huruf kapital.

  • Sebaliknya, capline merupakan garis semu yang menjadi batas atas dari setiap huruf kapital. Sedangkan huruf kecil sendiri bagian atasnya dibatasi dengan

  • X-height merupakan ketinggian antara baseline dan Dengan kata lain dapat kita katakan sebagai tinggi dari badan huruf kecil itu sendiri. Disebut X-height karena menggunakan huruf x sebagai acuannya.

  • Sedangkan Ascender merupakan bagian dari huruf kecil yang berada diatas

  • Untuk descender sendiri merupakan bagian dari huruf kecil yang berada dibawah



Dari pemaparan tersebut diatas perlu kita ketahui pula bahwa setiap huruf, baik kapital maupun kecil, mereka mempunyai batang pokok yang disebut stem dan garis penutup yang disebut terminal.



             Gambar 1.3: stem dan terminal



              Huruf juga dibagi menjadi 2 jenis, serif dan sans serif (tanpa serif). Huruf serif cocok digunakan untuk bagian isi tulisan, karena apa? karena keberadaan serif akan membantu mata kita agar tidak mudah lelah saat membaca tulisan dalam jumlah banyak dan berukuran kecil. Secara umum huruf juga terdiri dari beberapa garis (stroke). Garis ini dibedakan menjadi 2, garis dasar (basic stroke) dan garis sekunder (secondary stroke).

Dari sudut geometri dasar struktur huruf dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok, yaitu kelompok garis tegak datar, tegak miring, tegak lengkung, dan lengkung. Selain itu kita harus mengetahui ada 3 kelompok ruang, yaitu ruang negatif bersudut lengkung, bersudut segi empat, dan bersudut segitiga.



Gambar 1.4: Ruang negatif huruf

Dalam menggunakan ilmu tipografi, ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan. Hal ini merupakan sesuatu yang penting dan mendasar untuk dimengerti. Prinsip – prinsip seperti sintaksis, persepsi visual, focal point, grid systems dan alignment akan membantu efektifitas dan efisiensi. Nah apa kalian sudah paham tentang semua itu ? kalau belum mari kita bahas bersama – sama yuk.


  1. Sintaksis



Sintaksis merupakan penyusunan elemen–elemen dalam tipografi kedalam sebuah kesatuan. Seperti elemen huruf, kata, garis, kolom, jarak antar kata, dan lain sebagainya.


  1. Persepsi visual



Perlu kita ketahui bahwa persepsi visual berperan penting dalam menuntun mata untuk mengikuti pola visual yang ada. Persepsi visual ini dapat diatur dengan bentuk, warna, ukuran, dan pengelompokan objek dalam satu sisi tertetu.

3. Focal point



Gambar 1.5: focal point

Focal point atau penekanan merupakan titik penting yang menjadi pusat perhatian ketika melihat dalam suatu rancangan grafis. Focal point berperan sebagai penarik perhatian serta penekanan informasi yang penting.

4. Grid systems



Gambar 1.6: Grid system

Merupakan penataan elemen visual kedalam suatu komposisi. Komposisi disini berfungsi sebagai keseimbangan penataan elemen visual serta unsur estetika dan untuk menghindari terjadinya pengulangan informasi serta pesan yang disampaikan menjadi lebih efektif.

6. Alignment

Alignment merupakan pengaturan baris agar terlihat lebih tertata rapi dan mudah dibaca. Ada beberapa pengaturan baris yang digunakan, yaitu rata kiri (flush left), rata kanan (flush right), rata tengah (centered), rata kanan kiri (justified), dan secara random.

Setelah kita bersama–sama mengenal apa itu tipografi, nah sekarang waktunya kita untuk bersama-sama belajar tentang seperti apa sajakah penerapan tipografi dalam desain. Yuk langsung saja!!.

 A. Huruf sebagai element desain

  Gambar 1.7: titik, garis dan bentuk

 

Ada 3 sifat tipografi menurut Leslie Becker, yaitu sebagai teks, penyampaian pesan, dan gambar. Pada perkembangannya, tipografi berfungsi tidak hanya sebatas pada teks saja. Tipografi berkembang menjadi salah satu elemen desain yang berkembang menjadi infografik, gambar, produk, animasi, dan lain-lain.

Sama seperti pada desain, dimana bentuk objek terbentuk dari garis dan garis terbentuk dari point atau titik, huruf dalam tipografi dapat digunakan dengan prinsip yang sama. Hal ini sering kita jumpai pada pada tipografi digital.

Pada tingkatan berikutnya, tidak hanya garis, huruf-huruf tersebut pun dapat disusun sehingga membentuk objek-objek tertentu. lebih jauh lagi, kita dapat menyusun huruf-huruf tersebut menjadi bentuk sebuah gambar, tidak hanya bentuk saja. Dari lebar dan tinggi huruf serta ketebalan huruf kita dapat membentuk seperti layaknya gelap terang pada suatu gambar.

                    Gambar 1.8: Huruf sebagai bentuk





Gambar 1.9: Huruf sebagai bentuk

 



Gambar 1.10: Huruf sebagai bentuk

 



Gambar 1.11: Huruf sebagai bentuk

 



Gambar 1.12: Huruf sebagai bentuk

 



Gambar 1.13: Huruf sebagai bentuk



Gambar 1.14: Huruf sebagai bentuk

 

B. Benda sebagai huruf



Jenis-jenis huruf tidak hanya terbuat dari bentuk-bentuk dasar saja, tetapi bisa juga terbenuk dari benda-benda disekitar kita. Semua itu tergantung pada dari kreativitas kita serta kepekaan kita saja untuk melihat bagimana benda-benda tersebut kita olah menjadi sebuah huruf



Gambar 1.15: Gambar sebagai huruf

 

C.  Bauran antara huruf dan gambar

Kita dapat menggabungkan huruf dan gambar membentuk sebuah objek baru tanpa menghilangkan esensi dari bentuk, huruf, maupun gambar tersebut. Tidak ada batasan dalam hal ini, sering kali kita mengkombinasi huruf dan gambar menghasilkan suatu bentuk unuk dan tidak terduga sebelumnya. Bauran antara huruf dan gambar bisa kita jumpai pada logo.



Gambar 1.16: Bauran antara huruf dan gambar

 

D. Huruf dan muatan budaya

Huruf dan muatan budaya merupakan suatu kombinasi yang unik. Di satu sisi, huruf tesebut berfungsi sebagai pembentuk pesan, tetapi disisi lain huruf tersebut juga bermuatan budaya. Muatan budaya nampak dalam bentuk-bentuk huruf tersebut tanpa menghilangkan esensi bentuknya.



Gambar 1.17: Bauran antara huruf dan gambar

 

Bagaimana mudah bukan kalau kita ingin berkreasi dengan tipografi? Yup, kita hanya perlu mengasah kreativitas kita saja. Kita juga sudah belajar tentang bagian-bagian huruf, tipografi dalam desain dan masih banyak lagi. Semoga artikel ini bermanfaat, dan teruslah belajar jangan mudah menyerah ok! Terima kasih banyak.