Wednesday, September 19, 2018

PENGERTIAN KAMERA VIDEO DAN MACAM – MACAM KAMERA VIDEO

Hai sobat Film Maker pada kesempatan kali ini saya akan membagikan informasi tentang kamera apa saja yang digunakan dalam pengambilan video ataupun film. Agar kalian paham kamera apa saja yang sering digunakan dalam industry perfilman. Untuk lebih jelasnya mari simak penjelasan berikut.

Let’s check this out!

 

KAMERA VIDEO

Kamera video adalah kamera yang digunakan untuk pengambilan gambar bergerak secara elektronik untuk kepentingan produksi televisi siaran atau produksi video. Selain itu, kamera video juga digunakan keamanan, kesehatan, dan lain sebagainya.

Sejak awal kemunculannya hingga kini, terdapat berbagai jenis kamera video dengan ukuran dan bentuk yang beragam yang disesuaikan dengan berbagai macam situasi. Berikut adalah beberapa jenis kamera video yang digunakan untuk berbagai kepentingan, diantaranya adalah :

  1. KAMERA STUDIO


 

 

Kamera studio biasanya berukuran sangat besar dan cukup berat untuk digunakan di lapangan. Untuk mendukung pergerakan kamera, kaki tripod dipasang dengan roda yang disebut dengan dolly. Kamera studio juga dikendalikan oleh pedestal studio yaitu sebuah kolom tunggal yang terdapat dalam roda untuk mendukung kamera dan dikendalikan dengan mekanisme hidrolik atau pnematik.

Setiap kamera studio dilengkapi dengan sebuah camera control unit atau CCU atau disebut juga dengan remote control unit atau RCU. Camera control unit mengontrol banyak sinyal yang berasal dari kamera termasuk warna, kontras, dan tingkat kecerahan.Kamera studio umumnya digunakan untuk berbagai program televisi seperti berita, wawancara, pertunjukan panel, komersial, situation comedies atau sitcom, drama seri, dan pertunjukan instruksional yang membutuhkan video berkualitas tinggi.

2. KAMERA LAPANGAN

Ketika kamera studio digunakan di lapangan untuk meliput berbagai kegiatan seperti kegiatan olahraga maka kamera tersebut dinamakan kamera lapangan. Perbedaannya dengan kamera studio adalah terletak pada jenis lensa yang digunakan.

Biasanya, kamera lapangan menggunakan lensa yang memiliki rasio zoom yang tinggi dan berukuran lebih besar dibandingkan dengan lensa kamera studio. Di samping ukuran dan berat, kamera lapangan juga dibekali dengan tripod yang berat.

3. CAMCORDER

Camcorder atau camera dan recorder adalah kamera video portable yang dilengkapi dengan videotape recorder atau alat perekam lainnya yang dipasang pada kamera untuk membentuk satu unit kamera.

Terdapat dua macam camcorder, yaitu camcorder besar dan camcorder kecil. Camcorder besar memiliki ukuran sebahu yang dilengkapi dengan lensa zoom berkualitas tinggi dengan rasio zoom tinggi. Lensa pada camcorder besar memiliki kualitas optik yang lebih baik  dan mekanisme zoom yang lebih lembut.

Pada camcorder kecil, lensa zoom terpasang pada kamera dan tidak dapat ditukarkan dengan lensa kamera yang lain. Hal ini menimbulkan kesulitan ketika akan mengambil gambar dengan sudut yang lebih lebar karena tidak bisa melakukan zoom lebih jauh lagi. Mikrofon kamera pada camcorder kecil dipasang pada kamera

4. HDV CAMCORDER

High-definition-video camcorder atau HDV camcorder merupakan kamera video yang memiliki kualitas tinggi.  HDV camcorder memiliki lensa berkualitas tinggi, umumnya memiliki tiga buah chip beresolusi tinggi.

Dengan lensa kualitas tinggi, dapat menghasilkan warna secara akurat serta gambar yang tajam, chip menghasilkan native yang memiliki aspek rasio 16×9, serta memiliki alat perekam video yang superior.

 

5. KAMERA EFP

Kamera electronic field production atau kamera EFP adalah kamera berkualitas tinggi yang memiliki kemiripan dengan kamera studio yang digunakan terutama pada beberapa konfigurasi kamera. Kamera EFP hampir tidak pernah digunakan untuk electronic news gathering (ENG) namun digunakan di luar studio untuk membuat film dokumenter, meliput konser, serta olahraga.

Kamera EFP dapat di bahu atau ditempatkan pada tripod. Kamera EFP dilengkapi lensa zoom dengan panjang fokus yang sangat panjang. Kamera EFP tidak dapat merekam suatu kejadian karena itu kamera EFP harus dihubungkan dengan perekam video eksternal.

 

6. KAMERA HDTV

Kamera HDTV biasanya digunakan dalam studio dan di lapangan. Umumnya, +kamera HDTV menghasilkan gambar yang lebih tajam, warna yang lebih baik, dan lebih baik dalam hal kontras antara gelap dan terang dibandingkan dengan kamera televisi standar.

Untuk mencapai gambar yang memiliki tingkat resolusi yang tinggi, HDTV tidak dapat bergantung pada improvisasi sistem pemindaian melainkan membutuhkan CCD yang berkualitas tinggi, lensa yang spesifik, alat pemrosesan sinyal, viewfinder, dan monitor yang dapat mengakomodasi gambar secara horizontal dengan aspek rasio 16×9.

Kamera HDTV biasanya dihubungkan dengan alat perekam HDTV atau alat perekam yang telah terpasang pada kamera seperti yang dimiliki oleh camcorder besar.

7. KAMERA SINEMA ELEKTRONIK

Kamera sinema elektronik adalah kamera video HDTV atau camcorder yang memiliki fitur sinematografis yang telah terpasang ataupun tidak. Beberapa dari kamera sinema elektronik memiliki jendela bidik seperti tube yang menampilkan gambar monokrom beresolusi tinggi dan/atau layar lebar panel datar eksternal yang beresolusi tinggi.

Di depan lensa terdapat sebuah kotak yan dapat menahan beragam filter. Salah satu kegunaan fitur kamera sinema elektronik dalam pembuatan film  adalah beragamnya tingkatan frames yang mungkin terjadi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

. KAMERA SINEMA DIGITAL

Kamera sinema digital merupakan kamera HDTV super khusus atau camcorder yang dapat menghasilkan gambar beresolusi tinggi secara ekstrem. Kamera sinema digital maksudnya kita mengunakan sebuah kamera televisi digital atau camcorder untuk membuat film.

Kamera sinema digital memiliki sensor CMOS (complementary metal-oxide-semiconductor) sangat tinggi. Kamera sinema digital dirancang mirip dengan kamera televisi camcorder yang dapat menghasilkan gambar berkualitas tinggi.

9. CCTV

CCTV atau closed-circuit television umumnya menggunakan kamera pan tilt zoom (PTZ) dan diperuntukkan bagi pengawasan dan/atau tujuan tertentu. Beberapa kamera CCTV dirancang berukuran kecil, mudah disembunyikan, dan mampu beroperasi tanpa pengawasan.

Kamera CCTV umumnya digunakan dalam dunia industri atau ilmiah yang terkadang berada dalam lingkungan yang tidak dapat diakses secara normal atau menimbulkan ketidaknyaman bagi manusia, misalnya akibat radiasi, paparan racun kimia, suhu tinggi, dan lain-lain.

10. 3D CAMCORDER

Keberhasilan film 3D Avatar (2009) telah mendorong produksi dan pemasaran video tiga dimensi secara masif. Melalui 3D camcorder, video dapat melakukan perekaman ke dalam berbagai media yang berbeda dan disimpan dalam bentuk berkas digital. Salah satu contoh kamera video 3D camcorder adalah HD C-SDT750 keluaran Panasonic.

Prinsip dasar proyeksi gambar tiga dimensi adalah berdasarkan fakta bahwa kedua mata manusia melihat sebuah scene dari berbagai sudut pandang. Ketika dimasukkan ke dalam otak, kedua buah gambar menghasilkan gambar stereo yang memperkuat semua isyarat 3D lainnya yang kita dapatkan

 

 
Previous Post
Next Post

0 komentar:

"Kalau mau Copy-Paste artikel boleh saja, tapi sumbernya ke blog ini"