Monday, September 24, 2018

Teknik Blurring kamera DSLR



DSLR atau Digital single lens reflex, maksudnya ialah sebuah kamera dengan sistem digital (menggunakan prosessor, chip, memory, dan kecanggihan teknologi dalam menangkap gambar) yang memakai satu buah lensa yang terpasang di body kamera tersebut. reflex mirror didalam kamera akan naik keatas disaat kamu menekan tombol shutter dan di saat itu sensor gambar didalam kamera akan merekam suatu gambar.





TEKNIK
BLURRING PADA KAMERA DSLR





Teknik
ini adalah kebalikan dari teknik panning.
Memotret gerak dengan kecepatan rasa cukup lambat Namun tidak dengan
menggerakkan kamera. Tujuan dari Teknik ini adalah menangkap momen bergerak.
Sehingga yang bergerak menjadi blur
tetapi latar belakang atau ada obyek yang tidak sepenuhnya blur. Secara teknis, caranya mirip dengan panning. Satu-satunya perbedaan adalah kamera harus tetap stabil
(tidak digerakkan) saat memotret.





Teknik Blurring menguji kemampuan
kita untuk mengolah aperture
dan shutter speed.
Blurring
dapat dilakukan dengan
slow speed
dan aturan aperture
sempit. Teknik ini bisa digunakan untuk pemotretan siang maupun malam hari.
Dengan kecepatan yang lambat, kita akan menghasilkan efek gerakan dalam
foto yang akan kita hasilkan





Hasil jepretan kamera yang blur mungkin sangat tidak bagus untuk
dilihat, blur tersebut biasanya dilakukan oleh
seseorang yang tidak tahu mengenai teknik pengambilan gambar, entah itu tidak
fokus terhadap objek maupun goyang saat memotret sehingga gambarnya blur. Lain halnya dengan teknik blurring, ketika seorang fotografer
tersebut menangkap blur yang dihasilkan gerakan atau benda yang biasa disebut
dengan motionblur.





Dengan mengaburkan objek yang bergerak, kita bisa membuat kesan cepat pada objek tersebut Jadi tidak semua objek dalam foto yang kita ambil tidak jelas. 






Teknik Blurring source : www.google.com




TEORI DASAR MEMBENTUK BACKGROUND YANG BLUR





1. Menentukan Jarak Background Dengan Subjek





Bila
memotret subjek manusia maka jarak background
dengan subjek minimal 5m. Sedangkan jarak antara kamera dengan subjek adalah
relatif. Rumusnya adalah semakin jauh jarak background dengan subjek maka semakin tinggi intensitas blur yang terjadi pada background.





2. Memilih Besaran Subjek





Menentukan jarak background dengan subjek harus
disesuaikan dengan besaran subjek. Untuk subjek berukuran mini seperti foto
makro tidak memerlukan jarak backgroud
yang jauh seperti ketika memotret subjek manusia. Contohnya seperti hewan
capung dalam gambar di bawah ini:





Teknik Blurring source: www.google.com




Teorinya
adalah semakin sempit wilayah subjek yang Anda bidik maka semakin dekat
jarak toleransi antara subjek dengan background.
Namun sekali lagi jarak background
yang semakin jauh lebih baik untuk blur.
Untuk membuktikan 2 teori di atas coba Anda berdiri di dekat dinding kemudian
angkat 1 jari Anda tepat di depan mata Anda. Kemudian fokuskan pandangan pada
jari.





Anda akan melihat kalau dinding (sebagai background) terlihat blur saat Anda memfokuskan pandangan ke jari. Tapi coba jika anda tempelkan jari ke dinding dan fokuskan kembali penglihatan Anda ke jari. Maka saat itu anda akan melihat jari (subjek) dan dinding (background) sama fokusnya dan tidak terjadi blur pada dinding.





FAKTOR LAIN YANG MENDUKUNG
TERBENTUKNYA BLUR





1. Depth of Field





Teori Depth
of Field (DOF)
 atau ruang
ketajaman juga ikut mempengaruhi intensitas terjadinya blur pada background, sehingga dalam hal ini Anda juga harus tahu apa itu depth of field. Akan tetapi
pembahasannya lumayan panjang jika saya sertakan di artikel ini.





2. Pengaruh Lensa





Lensa
yang Anda gunakan berperan besar menentukan hasil dengan background yang blur. Lensa dengan focal Length terpanjang dapat memaksimalkan hasil blur. Namun bila
Anda menggunakan lensa standar (kit 18-55mm) maka gunakan focal terpanjang yaitu 55mm.





Adapun
lensa yang digemari saat ini untuk membuat latar menjadi blur yaitu lensa fix
50mm dan lensa zoom tele. Sedangkan
apabila menggunakan lensa zoom wide
(lebar) yang umumnya memiliki rentang
focal
pendek maka hasil blur nya
tidak se-ekstrim hasil blur dari
jenis lensa di atas. Rumus berikutnya adalah semakin panjang focal lensa Anda maka semakin tinggi
intensitas blur pada background.





Tidak
bisa dipungkiri bahwa latar belakang yang blur dari
sebuah foto mampu memberi kesan kedalaman (Depth-of-Field/DoF)
tersendiri bagi foto tersebut. Dengan latar yang blur dapat dilakukan isolasi atau pemisahan objek
foto sehingga perhatian tidak terpecah antara melihat objek atau latarnya. Maka
itu teknik membuat blur ini lebih
banyak dipakai di foto potret dan still life (yang
perlu DoF sempit), dan tidak untuk dipakai di foto landscape atau
pemandangan (yang perlu DoF lebar).





Banyak
yang berharap dengan kamera yang dimilikinya, dia akan dapat mendapat foto yang
latarnya blur. Meski banyak yang berhasil, namun ada juga yang
mengalami kekecewaan karena hasil  fotonya tidak seperti yang diharapkan.
Untuk itu perlu dicatat bahwa hasil dari foto yang latarnya blur dapat bervariasi, dan tingkat blur nya pun berbeda (mulai dari yang
agak blur hingga sangat blur).
Ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu faktor apa saja yang membuat
hasil blur pada latar ini bisa berbeda, yaitu :





  • ukuran
    sensor pada kamera
  • jenis
    lensa yang dipakai
  • posisi
    panjang fokal lensa
  • bukaan
    diafragma lensa
  • jarak
    objek terhadap latar




Soal sensor, jelas pada kamera DSLR yang ukuran sensornya lebih besar, kemampuan menghasilkan foto yang latarnya blur akan menjadi mudah. Tidak demikian halnya dengan kamera bersensor kecil (meskipun kamera prosumer) yang relatif akan kesulitan untuk membuat blur pada latar. Pada DSLR pun jenis lensa yang dipakai bisa memberi hasil blur yang berbeda-beda, tergantung tipe lensanya (zoom atau prime), berapa jumlah blade diafragmanya (ada yang 5, 7, dan 9 blade) dan apa jenis bladenya (lurus atau rounded). 






Teknik Blurring source : www.google.com




3. Rentang Fokal Pada Lensa





Semakin besar ukuran rentang fokal lensa yang dipakai,maka
akan membuat latar belakang menjadi semakin kabur.





4. Rasio
jarak antara subjek foto dengan kamera dan jarak antara subjek dan latar
belakang





Lebih dekat jarak kamera ke subjek foto dan semakin
jauh jarak subjek foto dengan jarak pada latar belakang, maka foto akan menjadi
blur.





Contoh: Jika jarak pada kamera ke subjek gambar dengan
jarak 1 cm, dan jarak subjek  gambar ke background 20 M, maka bisa sangat bisa
di pastikan bahwa latar belakang nya akan menjadi sangat blur. Hal ini dikarenakan rasio/perbandingan jarak sangatlah besar.
Dan juga sebaliknya bila kamera memiliki jarak ke subjek foto 20 m, dan juga
jarak subjek foto ke latar belakang nya 1 cm, maka sangat bisa dipastikan bahwa
latar belakang menjadi sangat tajam / jelas.





5. Ukuran
sensor dalam kamera





Ukuran sensor pada kamera sangat bervariasi, semakin besar ukuran, maka akan semakin mudah membuat background menjadi blur. Kamera pada ponsel atau kamera saku mempunyai ukuran sensor yang sangat relative kecil dibandingkan dengan kamera digital SLR. Di dalam kamera Digital SLR Canon, terbagi lagi menjadi beberapa jenis ukuran sensor. Yang terkecil sampai yang ukuran paling besar. 






Teknik Blurring source : www.google.com




 Membuat Background Menjadi Bokeh dan Super Blur





1.  Gunakan lensa fix 50mm atau di atasnya, atau gunakan lensa yang memiliki  focal yang panjang seperti lensa tele.





2. Jangan memilih latar belakang (background) yang polos atau kurang memiliki corak. Sebaliknya pilih background yang ramai penuh warna dan corak. Bila Anda memotret di luar ruangan maka bisa dengan memilih pepohon, dedaunan, atau alang-alang sebagai latar belakang. Bila memotret di malam hari maka Anda bisa menggunakan background dari kumpulan bolamp seperti lampu jalan, atau lampu kendaraan yang melintas di jalan, contohnya gambar di bawah ini:






Teknik Blurring source : www.google.com




3. Jika hasilnya kurang maksimal maka coba jauhkan lagi jarak subjek dengan background.





Tips Memotret Efek Motion
Blur





Efek motion blur  adalah efek yang kita peroleh ketika memotret dengan menggunakan shutter speed yang rendah. Untuk memotret efek motion blur, terlebih dahulu atur kamera pada mode Shutter Priority (S/Tv) dan disarankan menggunakan Auto ISO. Sebagai catatan, jika anda menggunakan tripod, maka lebih dulu matikan fitur anti-shake (IS, VR, dan sebagainya).





  1. Gunakan mode shutter priority.
  2. Disarankan menggunakan auto ISO.
  3. Atur shutter speed pada tingkat 1/20 detik.
  4. Stabilkan kamera sebaik mungkin. Aktifkan anti-shake (IS, VR, dan sebagainya) jika memotret secara handheld, dan matikan anti-shake jika menggunakan tripod.
  5. Ubah pengaturan shutter speed secara bertahap menjadi 1/10 detik, 1/5 detik, dan sterusnya sesuai keinginan. Lanjutkan memotret sampai diperoleh hasil yang paling memuaskan.




Bagaimana menyeimbangkan shutter speed yang lama pada saat cahaya terlalu banyak? Ada 3 cara
yang dapat kita lakukan yaitu:





  1. Gunakan aperture yang kecil,
  2. Turunkan ISO,
  3. Cobalah menggunakan filter Neutral Density (ND), karena fungsi filter ini adalah mengurang jumlah cahaya yang masuk ke lensa.





Teknik Blurring source : www.google.com




Setelah diperoleh beberapa gambar, bandingkan
hasil dari shutter speed yang berbeda
tersebut. Pengaturan waktu yang lebih lambat akan semakin menampilkan jejak
pergerakan (motion blur). Sebagai
Catatan pada kecepatan rendah ini anda harus berhati-hati dengan munculnya
guncangan pada gambar.





Untuk lebih jelasnya simak video berikut :






https://youtu.be/7vconSFgcz4
Tips Teknik Blurring source : www.youtbe.com




Jadi bagaimana cara membuat latar belakang foto atau
yang diluar dari focus sampai menjadi
sangat blur? Cara nya cukup mudah.
Pakailah lensa dengan bukaan yang besar, pakailah rentang fokal yang besar atau
jauh, perhatikan juga jarak rasio subjek foto dan latar belakang, dan pakailah
kamera dengan ukuran sensor yang besar.





Daftar Pustaka





 www.google.com





www.google.com





www.google.com


Previous Post
Next Post

0 komentar:

"Kalau mau Copy-Paste artikel boleh saja, tapi sumbernya ke blog ini"