Teknik Blurring Pada Kamera DSLR


Dalam Fotografi, pengucapan Blur adalah kabur, atau kualitas estetika kabur, di daerah out of fokus gambar, atau “ cara yang menjadikan lensa keluar – titik fokus cahaya.





Selisih lensa penyimpangan dan bentuk bukaan lensa menyebabkan beberapa desain untuk mengaburkan gambar dengan cara yang menyenangkan mata, sementara yang lain menghasilkan kabur yang tidak menyenangkan atau mengganggu “baik” atau “buruk” blur masing – masing.





Blur terjadi untuk bagian adegan yang berada di luar kedalaman lapangan. Kadang fotografer sengaja menggunakan teknik yang fokus dangkal untuk membuat gambar dengan daerah diluar fokus utama.





Blur berasal dari lensa bukaan dari kamera,
oleh karena itu hal terpenting yang harus dilakukan saat ingin mendapatkan blur
adalah setting aperture lensa kita pada bukaan yang sebesar mungkin. Teknik Blurring menguji kemampuan
kita untuk mengolah aperture
dan shutter speed.





Blurring dapat dilakukan dengan slow speed dan aturan
aperture sempit. Teknik ini bisa digunakan untuk pemotretan siang maupun malam
hari. Dengan kecepatan yang lambat, kita akan menghasilkan efek
gerakan dalam foto yang akan kita hasilkan.





Hasil
jepretan kamera yang blur mungkin sangat tidak bagus untuk dilihat, blur
tersebut biasanya dilakukan oleh seseorang yang tidak tahu mengenai teknik
pengambilan gambar, entah itu tidak fokus terhadap objek maupun goyang saat
memotret sehingga gambarnya blur. Lain halnya dengan teknik blurring,
ketika seorang fotografer tersebut menangkap blur yang dihasilkan
gerakan atau benda yang biasa disebut dengan motion blur.





Dengan mengaburkan objek yang bergerak, kita bisa membuat
kesan cepat pada objek tersebut Jadi tidak semua objek dalam foto yang kita
ambil tidak jelas. Untuk
memotret subjek yang bergerak menjadi blur, diperlukan kecepatan rana
rendah.





www.google.com




  1. Kecepatan Subjek




Sebuah
mobil berkecepatan tinggi, seperti mobil formula 1 yang melaju kencang menjadi
blur
pada kecepatan rana 1/500 detik.Namun untuk pejalan kaki akan menjadi
blur pada kecepatan rana 1/15 detik.





  • Sudut Pandang Arah Pemotretan Dan
    Jarak




Subjek yang
bergerak melintas dari samping, blur lebih cepat dibandingkan dengan
subjek yang bergerak menjauh atau mendekati pemotret secara frontal. Subjek
yang bergerak di dekat anda akan lebih blur dan bukan “hancur” biasanya
fotografer memasukkan subjek lain yang tidak bergerak sebagai patokan. Jadi
dalam frame mesti ada dua macam subjek yaitu :





  • Subjek bergerak : menjadi blur
    pada foto.
  • Subjek diam : menjadi jelas dalam
    foto.




TEKNIK INI LEBIH BAIK JIKA ADA BEBERAPA BAGIAN DALAM SEBUAH FRAME YANG FREEZE





TEKNIK FOTOGRAFI MEMBUAT LATAR
BELAKANG BLUR





Kalau Anda penggemar selfie mungkin Anda salah satu dari mereka yang ingin memiliki foto dengan latar belakang (background) yang blur, karena cukup dengan foto seperti itu sudah bisa menunjukkan perbedaan signifikan antara hasil kamera DSLR dengan hasil kamera ponsel sampai saat ini foto dengan latar belakang yang blur masih menjadi idola.





Digital single lens reflex (DSLR) adalah sebuah kamera dengan sistem digital (menggunakan prosessor, chip, memory, dan kecanggihan teknologi dalam menangkap gambar) yang memakai satu buah lensa yang terpasang di body kamera tersebut.





reflex mirror didalam kamera akan naik keatas disaat kamu menekan tombol shutter dan di saat itu sensor gambar didalam kamera akan merekam suatu gambar, tapi apakah Anda tahu bagaimana teknik fotografi untuk menghasilkan foto seperti itu?





Baiklah, mari kita bahas satu per
satu.





TEORI DASAR MEMBENTUK  BACKGROUND YANG  BLUR





1. Menentukan Jarak Background Dengan Subjek





Bila memotret subjek manusia maka
jarak background dengan subjek minimal 5m. Sedangkan jarak antara kamera dengan
subjek adalah relatif. Rumusnya adalah semakin jauh jarak background
dengan subjek maka semakin tinggi intensitas blur yang terjadi pada background.









2. Memilih Besaran Subjek





Menentukan
jarak background dengan subjek harus disesuaikan dengan besaran subjek. Untuk
subjek berukuran mini seperti foto makro tidak memerlukan jarak backgroud yang
jauh seperti ketika memotret subjek manusia. Contohnya seperti bulpoin warna dalam
gambar di bawah ini:





Teorinya adalah semakin sempit
wilayah subjek yang Anda bidik maka semakin dekat jarak toleransi antara subjek
dengan background. Namun sekali lagi jarak background yang semakin jauh lebih
baik untuk blur.Untuk membuktikan teori di atas coba anda berdiri di
dekat dinding kemudian angkat 1 jari anda tepat di depan mata anda. Kemudian
fokuskan pandangan pada jari.





Anda akan melihat kalau dinding
(sebagai background) terlihat blur saat anda memfokuskan pandangan ke
jari, tapi coba jika anda tempelkan jari ke dinding dan fokuskan kembali
penglihatan anda ke jari. Maka saat itu anda akan melihat jari (subjek) dan
dinding (background) sama fokusnya dan tidak terjadi blur pada dinding.





FAKTOR LAIN YANG MENDUKUNG
TERBENTUKNYA BLUR





1. Depth of Field





Teori  Depth of Field (DOF) atau ruang
ketajaman juga ikut mempengaruhi intensitas terjadinya blur pada
background, sehingga dalam hal ini anda juga harus tahu apa itu Depth of Field. Akan
tetapi pembahasannya lumayan panjang jika saya sertakan di artikel ini.





2. Pengaruh Lensa





Lensa yang Anda gunakan berperan
besar menentukan hasil dengan background yang blur. Lensa dengan focal
Length
terpanjang dapat memaksimalkan hasil blur. Namun bila Anda
menggunakan lensa standar (kit 18-55mm) maka gunakan focal terpanjang
yaitu 55mm.





Adapun lensa yang digemari saat ini
untuk membuat latar menjadi blur yaitu lensa fix 50mm dan lensa zoom
tele. Sedangkan apabila menggunakan lensa zoom wide (lebar) yang umumnya
memiliki rentang focal pendek maka hasil blurnya tidak se-ekstrim hasil blur
dari jenis lensa di atas. Rumus berikutnya adalah semakin panjang focal
lensa anda maka semakin tinggi intensitas blur pada background.









Tidak bisa dipungkiri jika latar
belakang yang blur dari sebuah foto mampu memberi kesan
kedalaman (Depth-of-Field/DoF) tersendiri bagi foto tersebut.
Dengan latar yang blur dapat dilakukan isolasi
atau pemisahan objek foto sehingga perhatian tidak terpecah antara melihat
objek atau latarnya. Maka itu teknik membuat blur ini lebih
banyak dipakai di foto potret dan still life (yang
perlu DoF sempit), dan tidak untuk dipakai di foto landscape atau
pemandangan (yang perlu DoF lebar).





Banyak yang berharap dengan kamera
yang dimilikinya, dia akan dapat mendapat foto yang latarnya blur. Meski banyak yang berhasil, namun ada juga yang
mengalami kekecewaan karena hasil  fotonya tidak seperti yang diharapkan.
Untuk itu perlu dicatat bahwa hasil dari foto yang latarnya blur dapat bervariasi, dan tingkat blurnya pun berbeda (mulai dari yang agak blur hingga sangat blur).
Ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu faktor apa saja yang membuat
hasil blur pada latar ini bisa berbeda, yaitu :





  • ukuran
    sensor pada kamera
  • jenis
    lensa yang dipakai
  • posisi
    panjang fokal lensa
  • bukaan
    diafragma lensa
  • jarak
    objek terhadap latar




Soal
sensor, jelas pada kamera DSLR yang ukuran sensornya lebih besar, kemampuan
menghasilkan foto yang latarnya blur akan
menjadi mudah. Tidak demikian halnya dengan kamera bersensor kecil (meskipun
kamera prosumer) yang relatif akan kesulitan untuk
membuat blur pada latar. Pada DSLR pun jenis lensa yang
dipakai bisa memberi hasil blur yang
berbeda-beda, tergantung tipe lensanya (zoom atau prime), berapa jumlah blade diafragmanya (ada yang 5, 7, dan 9 blade) dan apa jenis bladenya (lurus
atau rounded).





3. Rentang Fokal Pada Lensa





Semakin besar ukuran rentang fokal lensa yang dipakai,maka akan membuat
latar belakang menjadi semakin kabur.





4. Rasio jarak antara subjek foto dengan kamera dan
jarak antara subjek dan latar
 belakang





Lebih dekat jarak kamera ke subjek foto dan semakin jauh jarak
subjek foto dengan jarak pada latar
belakang, maka foto akan menjadi blur. Contoh: Jika jarak pada kamera ke
subjek gambar dengan jarak 1 cm, dan jarak subjek  gambar ke background 20 M, maka bisa sangat
bisa di pastikan bahwa latar belakang nya akan menjadi sangat ngeblur.
Hal ini dikarenakan rasio/perbandingan jarak sangatlah besar. Dan juga sebaliknya bila kamera memiliki
jarak ke subjek foto 20m, dan juga jarak subjek foto ke latar belakang nya 1
cm, maka sangat bisa dipastikan bahwa latar belakang menjadi sangat tajam /
jelas.









5. Ukuran sensor dalam kamera





Ukuran sensor pada kamera sangat bervariasi, semakin besar ukuran, maka
akan semakin mudah membuat background menjadi blur. Kamera pada ponsel
atau kamera saku mempunyai ukuran sensor yang sangat relative kecil
dibandingkan dengan kamera digital SLR. Di dalam kamera Digital SLR Canon,
terbagi lagi menjadi beberapa jenis ukuran sensor. Yang terkecil sampai yang
ukuran paling besar.





Jadi bagaimana cara membuat latar belakang foto atau yang diluar dari focus
sampai menjadi sangat blur? Cara nya cukup mudah. Pakailah lensa
dengan bukaan yang besar, pakailah rentang fokal yang besar atau jauh,
perhatikan juga jarak rasio subjek foto dan latar belakang, dan pakailah kamera
dengan ukuran sensor yang besar.






https://youtu.be/ULxNtefp8Gk

source:www.youtube.com




DAFTAR PUSTAKA





www.google.com 





www.google.com 





www.google.com 


Comments